Geografi dan Iklim
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kecamatan Tenggarong Seberang adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Secara geografis, Kecamatan Tenggarong Seberang berada di posisi 116º 58’ BT – 117º 08’ BT dan 0º 07’ LS – 0º 27’LS.
Kecamatan Tenggarong Seberang yang mempunyai luas 443,40 km2.
Kecamatan Tenggarong adalah termasuk salah satu kecamatan yang berbatasan langsung dengan kecamatan Tenggarong yang merupakan ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara di sebelah barat.
- Utara : Kecamatan Sebulu
- Timur : Kecamatan Marangkayu
- Selatan : Kecamatan Loa Kulu
- Barat : Kecamatan Tenggarong
Kecamatan Tenggarong Seberang mempunyai 18 desa dan dengan ibukota kecamatan yaitu desa Manunggal Jaya.
Kecamatan Tenggarong Seberang juga merupakan kecamatan yang dilalui oleh sungai Mahakam yang merupakan sungai terbesar di Indonesia.
Sungai Mahakam tersebut mengaliri beberapa desa di kecamatan Tenggarong Seberang. [1]
Iklim
Kecamatan Tenggarong Seberang adalah wilayah tropis yang memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Kecamatan Tenggarong Seberang memiliki rata-rata curah hujan yang lumayan tinggi, sehingga kecamatan ini termasuk kecamatan yang mempunyai lahan yang subur.
Dari bulan Januari sampai bulan Desember tahun 2017, curah hujan cukup tinggi berkisar 173,58 mm.
Tak hanya itu, rata-rata hari hujan juga cukup tinggi, yaitu berkisar 14 hh.
Selanjutnya, di Kecamatan Tenggarong Seberang juga dijumpai bukit-bukit kecil atau pegunungan kecil yang ada di beberapa wilayah.
Sedangkan untuk danau alami juga tidak ditemukan di wilayah ini kecuali danau-danau kecil yang merupakan bekas galian tambang. [2]
Pemerintahan
Kecamatan Tenggarong Seberang memiliki 18 desa, yaitu:
- Loa Lepu
- Teluk Dalam
- Perjiwa
- Loa Raya
- Loa Ulung
- Embalut
- Bukit Raya
- Manunggal Jaya
- Bangun Rejo
- Kerta Buana
- Separi
- Bukit Pariaman
- Buana Jaya
- Mulawarman
- Loa Pari
- Sukamaju
- Tanjung Batu
- Karang Tunggal
Desa yang paling luas wilayahnya yaitu desa Separi dengan luas 76,00 km2.
Sedangkan desa yang paling kecil wilayahnya adalah Desa Bukit Raya dengan wilayah terkecil yaitu 10,10 km2.
Desa yang paling jauh dari ibukota kecamatan adalah Desa Loa Ulung dan Desa Mulawarman dengan jarak mencapai 32 km.
Sedangkan desa terdekat dari ibukota kecamatan adalah Desa Bangun Rejo dengan jarak tempuh sejauh 3 km2.
Keseluruhan jumlah dusun di kecamatan Tenggarong Seberang yaitu 36 dusun dari 308 RT. [3]
Penduduk
Pada tahun 2017, jumlah penduduk di Kecamatan Tenggarong Seberang tercatat sebanyak 63.396 jiwa.
Desa yang paling padat penduduknya adalah Desa Bangun Rejo yang berjumlah 9.947 jiwa.
Angka kepadatan penduduk di Kecamatan Tenggarong Seberang adalah 143 penduduk/km2, dengan pengertian bahwa di setiap kilometer terdapat atau dihuni oleh sekitar 143 jiwa.
Sedangkan jumlah rumah tangga yaitu sebanyak 18.555 rumahtangga.
Angka kepadatan di Kecamatan Tenggarong Seberang adalah 42 rumah tangga/km2.
Angka kepadatan penduduk dan kepadatan rumah tangga paling tinggi terdapat di desa Bukit Raya yaitu 462 penduduk/km2, dan 163 rumah tangga/km2.
Di Kecamatan Tenggarong Seberang, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada perempuan.
Angka rasio jenis kelamin di Kecamatan Tenggarong Seberang adalah sebesar 109,25 yang berarti bahwa dalam setiap 100 penduduk perempuan, terdapat 109 penduduk laki-laki. [4]
Sosial
Sebagian sarana pendidikan di Kecamatan Tenggarong Seberang sebagian sudah menjangkau hampir diseluruh desa.
Untuk jenjang SD, terdapat 29 unit sekolah negeri yang menjangkau ke seluruh desa.
Sedangkan untuk jenjang SMP dan SMA sementara hanya terdapat di beberapa desa saja.
Untuk jenjang usia pra sekolah, terdapat 44 unit sekolah taman kanak-kanak (TK) yang tersebar di seluruh desa.
Untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Kecamatan Tenggarong Seberang memiliki 5 unit sekolah negeri yang tesebar di 5 desa.
Sedangkan untuk kategori sekolah swasta terdapat 4 unit SMP swasta dan 5 unit Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta.
Pada jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas tercatat sebanyak 948 orang murid bersekolah di SMU Negeri yang berada di desa Manunggal Jaya dan desa Bukit Pariaman.
Untuk kategori sekolah swasta, Kecamatan Tenggarong Seberang memiliki 1 unit SMU, 2 unit SMK, dan 4 unit MA.
Kesehatan
Secara umum fasilitas kesehatan di kecamatan Tenggarong Seberang sudah tersebar merata di seluruh desa.
Terdapat 2 unit puskesmas induk yang terletak di Desa Manunggal Daya dan Bukit Pariaman.
Selain itu terdapat 13 unit puskesmas pembantu (pusban) yang tersebar di 13 desa, 3 unit poskesdes, 5 unit polindes dan juga didukung dengan 56 unit posyandu.
Agama
Mayoritas penduduk kecamatan Tenggarong Seberang beragama Islam, kemudian disusul dengan penganut agama Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Hindu.
Untuk sarana ibadah terdapat sebanyak 185 buah Masjid/Mushola, 8 buah Gereja Katholik, 35 Gereja Protestan dan 11 Pura. [5]
Pertanian
Sebagian besar desa di Kecamatan Tenggarong Seberang pada umumnya mengusahakan tanaman padi sawah.
Total luas panen di Kecamatan Tenggarong Seberang seluas 7.848 ha dengan produksi sebesar 41.863 ton.
Sedangkan untuk padi ladang kurang berpotensi di Kecamatan Tenggarong Seberang karena masih sedikit petani yang mau mengusahakannya.
Untuk tanaman palawija, yang banyak diusahakan adalah ubi kayu dengan luas panen sebesar 39 ha dengan produksi 104,02 ton.
Sedangkan palawija yang tidak diusahakan oleh petani di wilayah ini pada tahun 2016 adalah kacang hijau dan kedelai serta jagung komposit
Pada umumnya tanaman palawija di kecamatan Tenggarong Seberang bukan merupakan tanaman pokok, melainkan hanya tumbuhan yang ditanam disekitar perkarangan rumah atau di ladang yang kosong sebagai tanaman pelindung dan selingan saja dan bukan dijadikan sebagai mata pencaharian.
Perkebunan
Tanaman perkebunan yang potensial di Tenggarong Seberang adalah karet dan kelapa sawit.
Tanaman karet memiliki luas panen sebesar 629 ha dengan total produksi 28,85 ton
Sedangkan kelapa sawit sebesar 142 ha dengan total produksi 34,65 ton
Peternakan
Peternakan di Kecamatan Tenggarong Seberang meliputi sapi potong, kerbau, kambing, dan babi.
Untuk sapi potong, populasinya mencapai 2.351 ekor, kerbau 101 ekor, kambing 1.470 ekor sedangkan babi sebanyak 309 ekor.
Sapi potong paling dominan diantara ternak yang lain dikarenakan sapi potong lebih cepat menghasilkan sehingga banyak petani yang mengusahakannya.
Di sektor unggas, ayam kampung, ayam potong, ayam petelur dan itik merupakan ternak yang cukup berpotensi di Kecamatan Tenggarong Seberang ini.
Hal tersebut tercatat dari populasinya yang berada di setiap desa.
Ayam potong mempunyai jumlah populasi paling tinggi yaitu sebesar 455.000 ekor diikuti dengan populasi ayam kampung yaitu 306.000 ekor dan ayam petelur sekitar 150.000 ekor.
Perikanan
Sektor Perikanan di Kecamatan Tenggarong Seberang didominasi oleh perikanan budidaya.
Perikanan budidaya yaitu kolam dan keramba dan hanya sedikit penduduk yang menjadi nelayan di perairan umum.
Hal ini disebabkan karena budidaya kolam atau keramba dianggap lebih menjanjikan.
Untuk budidaya ikan di keramba nilai produksinya paling tinggi yaitu mencapai 74,67 milyar rupiah yang diperoleh dari areal usaha seluas 4.325 ha dan diusahakan oleh 1.081 rumah tangga petani perikanan.
Energi
Masyarakat Kecamatan Tenggarong Seberang sebagiannya masih menggunakan air tanah untuk konsumsi.
Namun demikian, di sebagian daerah lain juga sudah tersambung aliran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Di wilayah operasional Kec. Tenggarong Seberang, PDAM memiliki 4 sub unit yang berada di 4 desa.
PDAM di Kecamatan Tenggarong Seberang melayani jumlah sambungan sebanyak 9.403 dengan jumlah penduduk yang dilayani sebanyak 56.418 jiwa.
Akomodasi
Kecamatan Tenggarong Seberang menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Kartanegara bukanlah merupakan tujuan objek wisata.
Hingga tahun 2017, tercatat belum ada hotel ataupun penginapan di wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang.
Harga-Harga
Masyarakat di Kecamatan Tenggarong Seberang tergolong masyarakat yang maju.
Hal tersebut terlihat dari budaya dan konsumsi mereka yang mulai meningkat dari tahun ke tahun.
Harga barang, sembako dan kebutuhan lainnya juga hampir sama dan tak jauh beda dengan kecamatan Tenggarong.
Salah satu faktor penyebabnya adalah jarak yang tidak begitu jauh dan mudah terjangkau dari pusat kota.
Selain itu juga didukung dengan transportasi yang mudah.
Harga kebutuhan pokok cenderung stabil di tahun 2017, walaupun terdapat peningkatan sedikit namun tidak di setiap bulannya.
Dari semua bahan kebutuhan, hanya sebagian barang–barang kebutuhan pokok yang diusahakan oleh masyarakat sendiri seperti tanaman pangan.
Kendati diusahakan sendiri, barang-barang tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat sehingga sebagian masih harus mendatangkan dari wilayah lain.
--
Sumber:
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Tenggarong Seberang Dalam Angka 2018.
--
Tribunnewswiki.com terbuka dengan data baru dan usulan perubahan untuk memperkaya informasi
--