Oleh karena itu, tak heran jika Ambarawa memiliki sejumlah tempat bersejarah selain Monumen Palagan Ambarawa.
Baca: Monumen Palagan Ambarawa
Baca: 5 Benda Bersejarah di Monumen Palagan Ambarawa, Ada Pesawat Mustang Cocor Merah hingga Meriam
Monumen Palagan Ambarawa adalah sebuah monumen hasil dari Pertempuran Palagan yang terjadi pada 12-15 Desember 1945.
Dihimpun Tribunnewswiki, berikut tempat bersejarah yang ada di wilayah Ambarawa, Kabupaten Semarang.
1. Museum Isdiman
Museum Isdiman berada di dalam Monumen Palagan Ambarawa.
Di dalam museum ini disajikan benda-benda peninggalan pertempuran.
Seperti senjata yang digunakan saat pertempuran Palagan Ambarawa.
Di dalam museum juga terpampang lukisan panjang yang menggambarkan kondisi saat Pertempuran Palagan Ambarawa.
Tak hanya itu saja, di dalam Museum Isdiman juga terdapat sebuah maket denah wilayah Ambarawa.
Di sini pengunjung juga dapat melihat foto-foto para pejuang Pertempuran Palagan.
Baca: Kabar Terkini Kapal Legendaris Titanic, Habis Dimakan Bakteri Laut
Benteng Pendem merupakan sebuah bangunan peninggalan Belanda.
Bangunan benteng pendem ini dibangun pada tahun 1834 hingga 1845.
Benteng pendem ini memiliki nama Benteng Fort Willem 1.
Berada di Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Di kawasan benteng pendem ini masih menjadi kawasan permukiman warga.
Namun hingga saat ini, benteng pendem masih menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah di Ambarawa.
Museum Kereta Api Ambarawa terletak di Jalan Stasiun No 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Dikutip dari laman resmi KAI, Museum Kereta Api Ambarawa merupakan museum kereta api terbesar di Asia Tenggara.
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 24 Agustus, Pembukaan Asian Games 1962 di Jakarta
Awalnya, Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah bangunan Stasiun Willem I yang diresmikan tanggal 21 Mei 1873.
Hingga pada tahun 2014-2015, PT KAI membangun fasilitas tambahan seperti tempat parkir, ruang loket, papan informai, toilet dan lorong masuk.
Tak hanya melihat berbagai macam jenis kereta api, namun di Museum Kereta Api Ambarawa ini pengunjung dapat melakukan perjalanan menggunakan Kereta Api Lokomotif Uap.
Untuk dapat melakukan perjalanan tersebut, pengunjung perlu membeli tiket seharga Rp 50.000 per orang.
Sementara itu, tiket masuk untuk dewasa dikenakan biaya Rp 10.000 dan Rp 5.000 untuk pelajar.
Baca: Kejuaraan Dunia 2019 : Ulangi Capaian Tahun Lalu, Greysia/Apriyani Lolos ke Semifinal
Museum Kereta Api Ambarawa ini buka setiap hari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Nah, bagaimana Tribunners berminat untuk mengunjungi yang mana?
Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki di TribunnewsWiki Official