Sejarah & Profil Singkat
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Universitas Katolik Parahyangan terletak di Kota Bandung, Jawa Barat.
Pendirian Universitas Katolik Parahyangan pada mulanya diawali dengan dibangunnya Akademi Perniagaan oleh Keuskupan Bandung yang merupakan kerjasama antara uskup Bandung Mgr.P.M.Arntz,OSC. (alm) dengan uskup Bogor Mgr.Prof.Dr.N.J.C.Geise,OFM. (alm), pada tanggal 17 Januari 1955,
Selanjutnya, Akademi Perniagaan tersebut ditingkatkan menjadi Perguruan Tinggi Sosio-Ekonomi Parahyangan yang sekarang menjadi Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan.
Pembangunan fakultas Unpar terus berlangsung secara bertahap hingga pada tahun 1961, terbitlah Undang-undang Nomor 22 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi, sehingga nama Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan diganti menjadi Universitas Katolik Parahyangan.
Pada tanggal 19 April 1962, Universitas Katolik Parahyangan ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi dengan statsu disamakan dengan Perguruan Tinggi Negeri dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 50 tahun 1962.
Unpar terus tumbuh dan berkembang hingga saat ini mempunyai banyak program studi baik sarjana, magister hingga doktor. [1]
Spiritualitas & Nilai Dasar
- Spiritualitas dan Nilai Dasar
Komunitas akademik Unpar dituntut untuk mengembangkan ilmu melalui penelitian yang kemudian digunakan untuk mengabdi pada masyarakat.
Hal tersebut sesuai dengan sesanti Unpar “Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti” yang berarti "Berdasarkan Ketuhanan Menuntut ilmu untuk Dibaktikan kepada Masyarakat".
Dikutip dari situs resmi Universitas Katolik Parahyangan, Spiritualitas dan Nilai-Nilai Dasar Unpar (SINDU) bersumber pada Spiritualitas pendiri Unpar, Sesanti Unpar, Semangat Cinta Kasih dalam Kebenaran Kristiani, dan Tradisi Luhur Kebijaksanaan dalam Masyarakat Tatar Sunda.
Diambil dari keempat sumber tersebut kemudian dirumuskan tiga nilai dasar, yaitu:
- Manusia yang utuh (humanum)
- Cinta Kasih dalam Kebenaran (caritas in veritate)
- Hidup dalam keberagaman (bhinneka tunggal ika)
Tiga nilai dasar tersebut kemudian membangun penjiwaan yang selalu menjadi panutan setiap pribadi komunitas akademik Unpar.
Penjiwaan tersebut termaktub dalam Tujuh prinsip etis itu yaitu:
- Keterbukaan
- Sikap Transformatif
- Kejujuran
- Keberpihakan untuk mengutamakan kaum papa (prefential option for the poor)
- Bonum Commune
- Subsidiaritas
- Nirlaba [2]
Visi, Misi, Tujuan, Sasaran
- V i s i
Humanum adalah kemanusiaan yang utuh dan penuh atau integral, dimana setiap pribadinya memiliki sikap hidup yang menghormati martabat manusia dan keutuhan alam ciptaan dengan berlandaskan pada iman, harapan dan kasih.
- M i s i
- Membangun komunitas akademik yang semakin humanum dalam rangka pengembangan dan pewarisan nilai budaya secara kristis-kreatif;
- Menyelenggarakan kegiatan tridharma perguruan tinggi dalam rangka mengembangkan potensi lokal hingga ke tataran global;
- Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dan menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni demi peningkatan martabat manusia dan memelihara keutuhan alam ciptaan sesuai dengan sesanti Universitas, Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti, yang bermakna berdasarkan Ketuhanan menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat.
- T u j u a n
Mewujudkan Universitas Katolik Parahyangan yang lebih baik, lebih maju, dan lebih berkembang yang secara generik terumus dalam mewujudkan “the great UNPAR”.
- S a s a r a n
- Menguatnya identitas UNPAR sebagai komunitas akademik yang semakin humanum. Hal ini harus menjadi identitas UNPAR yang bertumpu pada Spiritualitas dan Nilai-nilai Dasar (SINDU) dan ditunjukkan oleh peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi dan kualitas tata kelola UNPAR;
- Menjadikan UNPAR sebagai universitas pilihan dan semakin diakui: (a) UNPAR menjadi universitas pilihan bagi para calon mahasiswa untuk pengembangan diri dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta menjadi institusi yang tepat untuk pengembangan karakter yang unggul; dan (b) UNPAR mendapatkan pengakuan yang semakin luas baik di tingkat nasional maupun internasional. Ini tidak terbatas pada akreditasi institusi A (baik sekali) dari BAN-PT atau LAM-PT dan/atau akreditasi regional/internasional, tetapi juga menjadi rujukan/referensi bagi berbagai pemangku kepentingan (pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat.
- Meningkatnya kualitas tata kelola universitas dan proses penyelenggaraan pendidikan tinggi sesuai dengan prinsip good university governance dan tradisi baik UNPAR. [3]
Lambang dan Makna
Dikutip dari situs resminya, lambang Universitas Katolik Parahyangan berbentuk sebuah padma yang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan bagian-bagian serta arti sebagai berikut:
- Warna dasar kuning
- Dasar berupa lima helai daun bunga berwarna kuning
- Gambar empat puluh lima helai bulu sayap berwarna hijau
- Tanda segitiga melingkar
- Sesanti dalam segitiga Bakuning Hyang Mrih Guna santyaya Bhakti,
- Gambar delapan buah jejari berwarna hitam
- Gambar tujuh belas gerigi berwarna putih
- Tanda salib berwarna merah dan putih
Melambangkan Keuskupan Bandung, Keuskupan Bogor, dan Ordo Salib Suci selaku pendiri dan pembina Universitas. [4]
Pimpinan Universitas
Berikut adalah pimpinan rektorat Universitas Katolik Parahyangan:
- Wakil Rektor Bidang Akademik: Tri Basuki Joewono, Ph.D
- Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni: C. Harimanto Suryanugraha, OSC, Drs., SLL. [5]
Fakultas dan Program Studi
- Fakultas Ekonomi
- Diploma III Manajemen Perusahaan
- Program Studi Ekonomi Pembangunan
- Program Studi Manajemen
- Program Studi Akuntansi
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Ilmu Administrasi Publik
- Ilmu Administrasi Bisnis
- Ilmu Hubungan Internasional
- Fakultas Teknologi Informasi dan Sains
- Fisika
- Matematika
- Informatika
- Fakultas Filsafat
- Ilmu Filsafat
- Fakultas Teknologi Industri
- Teknik Elektro
- Teknik Kimia
- Teknik Industri
- Fakultas Teknik
- Teknik Sipil
- Arsitektur
- Program Pascasarjana
Program Magister
- Magister Manajemen
- Magister Ilmu Hukum
- Magister Teknik Sipil
- Magister Arsitektur
- Magister Hubungan Internasional
- Magister Ilmu Sosial
- Magister Ilmu Teologi
- Magister Teknik Kimia
- Magister Teknik Industri
- Magister Administrasi Bisnis
- Program Doktor
- Doktor Ilmu Ekonomi
- Doktor Ilmu Hukum
- Doktor Ilmu Teknik Sipil
- Doktor Arsitektur [6]