Museum Dayu

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Fathul Amanah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Museum Dayu


Daftar Isi


  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Museum Dayu atau klaster Dayu terletak di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, merupakan bagian dari Museum Manusia Purba Sangiran.

Berjarak sekitar empat kilometer dari Pasar Tuban, Gondangrejo yang berada di Jalan Solo-Purwodadi.

Museum Dayu merupakan satu-satunya klaster dari Museum Sangiran yang terletak di Karanganyar, sementara situs purbakala Sangiran lainnya terletak di Kabupaten Sragen.

Museum Dayu berdiri di atas lahan yang khusus dipilih dan dirancang sebagai sajian contoh lapisan tanah dari empat zaman pada masa 100 hingga 1,8 juta tahun lalu.

Museum Dayu merupakan bagian dari Museum Sangiran tapi memiliki tema yang berbeda, yaitu lebih fokus kepada tema lapisan tanah purba.

Museum Dayu tampak dari depan (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Museum Dayu dulunya merupakan tempat yang berfungsi untuk menampung hasil penelitian lapangan di kawasan Sangiran yang dimulai pada 1977.

Pada awal tahun 2000 diadakan penggalian dan ditemukanlah alat serpih yang usianya 1, 2 juta yang lalu sejumlah 220.

Adanya pembangunan museum di Desa Krikilan, membuat hasil-hasil penemuan diangkut ke museum tersebut.

Di tahun 2012 ketika Museum Sangiran sedang melakukan pengembangan maka dibentuklah salah satunya adalah Museum Dayu.

Museum Dayu kemudian diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Boediono pada Oktober 2014.

  • Gambaran


Bangunan Museum dayu dibangun mengikuti kontur tanah yang berbukit-bukit dan memanjang ke belakang.

Memasuki lobby Museum Dayu, pengunjung akan disambut dengan koleksi-koleksi fosil seperti tengkorak Homo erectus dari 800 ribu tahun yang lalu.

Ada juga penjelasan singkat mengenai Museum Dayu serta awal mula ditemukannya tengkorak Homo erectus yang lengkap yang kemudian dinamakan Sangiran 17 (S 17).

Ruangan lainnya seperti anjungan, ruangan diorama hingga ruang pameran berada lokasi berbeda dengan pintu masuk utama Museum Dayu.

Tengkorak Homo erectus (kiri) dan informasi singkat tentang perjalanan Museum Dayu (kanan) (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Setiap anjungan dinamakan berdasarkan pada lapisan tanah tempat anjungan tersebut dibangun, yaitu Notopuro, Kabuh, dan Grenzbank.

Untuk mencapai ruangan-ruangan tersebut, pengunjung harus berjalan menuruni anak tangga hingga lokasi yang paling bawah.

Anjungan Notopuro

Anjungan Notopuro merupakan ruangan pertama setelah pintu masuk atau lobby Museum Dayu.

Di dalam anjungan Notopuro, terdapat penjelasan singkat terkait keadaan lingkungan Sangiran pada periode tertentu.

Di dalam anjungan Notopuro juga terdapat fosil tulang paha gajah purba.

Koleksi di dalam anjungan Notopuro (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Setiap anjungan di Museum dayu dilengkapi dengan teknologi terkini, seperti video yang akan memberikan informasi tentang masa purba.

Dalam perjalanan menuju anjungan Kabuh, terdapat prasasti bertuliskan tentang informasi lapisan tanah yang sedang dilewati.

Prasasti tentang informasi lapisan tanah (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Anjungan Kabuh

Dari anjungan Notopuro ke anjungan Kabuh pengunjung kembali harus menuruni anak tangga.

Sama seperti di anjungan Notopuro, di dalam anjungan juga terdapat informasi singkat tentang kabuh yang merupakan keadaan lingkungan si Sangiran sebelum Notopuro.

Lapisan Kabuh tidak hanya terdapat di Sangiran, melainkan juga ditemukan di desa Kabuh, Mojokerto.

Di Sangiran, lapisan Kabuh diperkirakan berada di lapisan tanah yang terbentuk pada 730 ribu tahun yang lalu.

Di dalam anjungan kabuh, terdapat fosil tengkorak dari banteng purba yang diperkirakan hidup pada masa itu.

Tengkorak banteng purba (cranium) (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Anjungan Grenzbank

Berdiri di atas lapisan tanah yang terbentuk pada 900-730 ribu tahun yang lalu dan merupakan lapisan transisi antara Kabuh dan fase sebelumnya.

Grenzbank diambil dari Bahasa Jerman yang berarti ‘zona batas’.

Di dalam anjungan Grenzbank, terdapat fosil fragmen gading gajah purba yang ditemukan di Glagahombo, Ngebung.

ragmen gading gajah purba yang terdapat di anjungan Grenzbank Museum Dayu (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Ruang Diorama

Di dalam ruang diorama, pengunjung akan disajikan gambaran tentang kehidupan Homo Erectus jenis arkaik serta keadaan lingkungan yang terjadi pada saat itu.

Gambaran kehidupan Homo erectus yang terdapat di dalam Ruang Diorama Museum Dayu (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Di samping ruang diorama, tepatnya di bawah jembatan menuju ruang diorama terdapat beberapa rusa.

Ruang Pamer 1

Di dalam ruang pamer 1 pengunjung akan mendapat informasi tentang keadaan pada masa 1,8 juta tahun lalu yang terjadi di atas lapisan Pucangan.

Di dalam Ruang Pamer 1 terdapat rangka banteng purba, serta fosil-fosil tulang dari hewan purba.

Koleksi di dalam Ruang Pamer 1 Museum Dayu (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Di bagian paling kanan dari ruang pamer 1 terdapat profil dari para peneliti yang melakukan penggalian di situs Dayu maupun Sangiran secara umum.

Dari Ruang Pamer 1 terdapat tangga yang mengarah ke ruang bawah yang menyajikan gambaran tentang proses ekskavasi yang dilakukan oleh para peneliti.

  • Operasional dan Fasilitas


Museum Dayu buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB.

Pengunjung Museum Dayu diharuskan membeli tiket masuk seharga Rp 5000 per orang yang bisa dibeli di depan Museum Dayu.

Loket tiket masuk Museum Dayu (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Selain menyajikan informasi tentang masa purba, Museum Dayu juga dilengkapi beberapa fasilitas untuk pengunjung.

Arena bermain anak di Museum Dayu (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)

Seperti, wahana bermain untuk anak, musala, toilet dan beberapa gazebo yang bisa digunakan pengunjung untuk beristirahat ketika lelah melalui anak tangga.

Terdapat juga kantin yang terletak di samping ruang diorama.

Artikel ini ditulis berdasarkan hasil liputan lapangan dan dokumen yang ada di Museum Dayu.

  • Lokasi


Museum Dayu terletak sekitar empat kilometer dari Pasar Tuban, Gondangrejo, tepatnya di Desa Dayu, Kec Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

  

(TRIBUNNEWSWIKI/Ami Heppy)

Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki



Nama Museum Manusia Purba Klaster Dayu


Nickname Museum Dayu


Alamat Dayu, 57773, Dayu, Kec. Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah


Lokasi (Google Maps) https://goo.gl/maps/nadcGGLvHpTzn2tH9


Sumber :




Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Fathul Amanah
BERITA TERKAIT

Berita Populer