Basil (Selasih)

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tanaman Basil yang memiliki kemiripan secara fisik dengan tanaman Kemangi


Daftar Isi


  • Klasifikasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Basil atau lebih dikenal di Indonesia sebagai Selasih adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai rempah-rempah serta penyegar (tonikum).

Pemanfaatan tersebut meliputi bagian daun, bunga, dan biji tanaman Basil.

Sulawesi mengenal tanaman Basil dengan nama Amping.

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Bangsa : Amaranthaceae

Suku : Lamiaciae (Labiatae)

Marga : Ocimum (1)

Baca: Kakao

Baca: Teh (Camellia sinensis L.)

  • Morfologi


Batang

Tanaman Basil dapat ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia terutama Sumbawa.

Tanaman Basil juga dapat ditemukan di Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

Tanaman Basil dapat ditemukan di tempat lembab dan teduh di dataran rendah hinggai ketingian 450 m.

Basil merupakan tanaman yang tumbuh tegak, mengeluarkan harum, dengan tinggi tanaman sekitar 0,6-1,6 meter.

Batang tanaman basil berwarna cokelat, dan berbentuk segi empat. (2)

Daun

Daun tanaman Basil memiliki citarasa kuat, manis, dan pedas tajam sehingga sering digunakan sebagai rempah.

Warna daun Basil beragam dari hijau tua hingga keunguan.

Daun Basil memiliki bulu halus, tepi bergerigi, bertangkai dan tumbuh secara tunggal berhadapan.

Daun Basil berbentuk bulat telur dengan ujung dan pangkal sedikit meruncing.

Tulang daun tanaman Basil menyirip dengan panjang daun 3,5-7,5 cm dan lebar 1,5-2,5 cm.

Bunga

Bunga tanaman Basil berwarna putih, kekuningan atau keunguan dan majemuk.

Mahkota bunga tubular dua lapis dengan panjang sekitar 5-8 mm dan berbulu di bagian luar.

Buah

Buah tanaman Basil terdiri dari 4 nbuah kecil yang memiliki cangkang.

Satu buah biji yang berbeda tertutup dalam tabung kelopak.

Buah kecil berbentuk  bulat telur berukuran 1-2 mm dan lebar 1 mm.

Buah dan biji Basil berwarna kehitaman dan bila dimasukkan dalam air akan mengembang.

Biji yang mengembang ini kemudian sering disebut sebagai biji selasih.

  • Manfaat


Kandungan utama tanaman Basil adalah:

  • Protein
  • Karbohidrat
  • Lipid
  • Serat

Mineral:

  • Kalsium
  • Zat besi
  • Magnesium
  • Fosfor
  • Kalium
  • Natrium
  • Zinc

Vitamin:

  • Vitamin C (asam askorbat)
  • Thiamin
  • Riboflavin
  • Niasin
  • Vitamin B6
  • Folat
  • Vitamin A
  • Vitamin E
  • Vitamin K

Selain kandungan  tersebut, tanaman Basil juga memiliki kandungan flavonoid dan minyak esensial berupa eugenol dan metil eugenol, caryophyllene, carvacrol, linalool, germacrene, dan cinnamyl asetat.

Manfaat

  • Melindungi hati

Daun Basil memiliki kandungan flavonoid yang memiliki fungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi hati.

  • Anti bakteri

Daun Basil memiliki kandungan minyak atsiri, atau sitronelol, citral, eugenol, linalool, terpinol dan limonene.

Zat tersebut memiliki fungsi melawan bakteri yang masuk kedalam tubuh sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi bakteri.

  • Menjaga DNA

Kandungan flavonoid juga memiliki manfaat untuk menjaga DNA agar tidak mudah rusak.

  • Melindungi mata

Kandungan Vitamin A, betakaroten, cryptoxhantin, zeaxhantin dan lutein pada daun Basil bagus untuk melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet.

  • Membantu pembekuan darah

Kandungan vitamin K daun Basil bermanfaat dalam mempercepat proses pembekuan darah.

  • Daya tahan tubuh

Tanaman Basil memiliki kandungan vitamin C yang berfungsi dalam menjaga daya tahan tubuh.

  • Melindungi jantung

Kandungan kalium dari Basil memiliki fungsi menjaga irama detak jantung, termasuk komponen cairan darah yang membutuhkan fungsi dari kandungan magnesium, mangan dan tembaga.

  • Mengurangi nyeri sendi

Kandungan Eugenol pada tanaman Basil dapat mengurangi nyeri sendi akibat  rematik dan osteoartritis.

  • Anti radang

Selain sebagai antinyeri Basil memiliki manfaat anti radang pada permukaan kulit, mulut, tenggorokan, saluran cerna dan saluran napas. (3)

  • Budidaya


Cara menanam atau membudidayakan tanaman Basil :

Budidaya tanaman Basil (faunadanflora.com)

Siapkan bibit

Cara memperbanyak bibit Basil melalui biji dapat dilakukan dengan mengecambahkan  biji pada kapas/tisu/handuk basah atau lembab.

Biji tersebut dapat langsung ditanam ke media tanam tanpa perlu penyemaian.

Penanaman
Pertama siapkan terlebih dahulu media tanam berupa campuran tanah, sekam dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1:1 lalu beri air hingga lembab.

Selanjutnya masukkan media tanam ke dalam pot atua polybag.

Semai dan letakkan biji benih Basil dan timbun kembali dengan media tanam.

Tutup media semai tersebut atau letakkan di tempat yang gelap atua sejuk.

Jaga kelembaban media tanam dengan melakukan penyiraman dengan air secukupnya.

Setelah 1-3 minggu, biji Basil sudah mulai berkecambah.

Berikan sinar matahari kurang lebih sekitar 1 jam pada pagi hari secara rutin hingga tanaman tumbuh setinggi 10 cm dan dapat dipindahkan ke media tanam sebenarnya.

Lakukan pemindahan dengan hati-hati dan jangan sampai merusak tanaman tersebut.

Cara Merawat

Agar tanaman Basil tumbuh dengan baik, lakukan penyiraman dan pemberian sinar matahari secara rutin.

Selain berikan pupuk cair dengan takaran standar 1:1 dengan air.

Jika tanaman sudah setinggi 25 cm, Basil dapat segera dipanen.

Pilih daun yang sudah besar untuk dipetik di bagian ujung tangkai.

Setelah masa panen, tetap lakukan perawatan agar tanaman bisa bertahan dan pucuk daun terus tumbuh. (4)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)



Nama Basil/Selasih (Indonesia)


Kingdom Plantae


Divisi Magnoliophyta


Kelas Magnoliopsida


Ordo Lamiales


Famili Lamiaceae


Sumber :


1. ccrc.farmasi.ugm.ac.id
2. www.modulbiologi.com/klasifikasi-dan-ciri-ciri-morfologi-selasih/#
3. bibitbunga.com
4. www.faunadanflora.com/panduan-lengkap-cara-menanam-tanaman-basil-atau-selasih-dari-biji-bagi-pemula/


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer