Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk memperingati hari kemerdekaan RI.
Mulai dari upacara bendera hingga perlombaan 17 Agustusan yang meriah.
Berikut ini beberapa cara unik untuk merayakan HUT RI ke-74 yang dihimpun Tribunnewswiki.com dari berbagai sumber:
Baca: LENGKAP Kata Mutiara 17 Agustus Kemerdekaan Ke-74 dari Seluruh Presiden RI: Bung Karno hingga Jokowi
Perayaan 17 Agustus selalu identik dengan upacara bendera sebagai agenda wajib.
Sejak memasuki bangku sekolah, masyarakat diwajibkan untuk mengikuti upacara bendera.
Upacara bendera peringatan HUT RI ke-74 dilakukan mulai dari Istana Merdeka, kantor-kantor pemerintahan, sekolah, hingga inisiatif kelompok masyarakat tertentu.
Meski biasanya upacara bendera dilakukan dengan khidmat, tetapi ada sisi-sisi unik yang dilakukan peserta upacara.
Dikutip dari Kompas.com, saat upacara bendera tahun lalu di Istana Merdeka ada lelaki berusia 48 tahun yang tidak mengenakan alas kaki alias nyeker saat menghadiri upacara HUT RI.
Bukan karena tidak memiliki alas kaki, melainkan karena mengenakan baju adat Baduy yang memang tidak memakai alas kaki.
Selanjutnya, ada seorang Paskibra yang sepatunya copot seusai upacara pengibaran bendera.
Tepatnya setelah pembentukan formasi barisan dan hendak bergerak menuju inspektur upacara setelah mengibarkan bendera.
Selain itu ada pula sekelompok pegiat lingkungan hidup di Kota Solo yang mengadakan upacara bendera di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosari, Solo pada 17 Agustus 2017.
Proses upacara bendera sama seperti upacara bendera pada umumnya, hanya saja peralatan yang digunakan cenderung lehih sederhana.
Baca: Septian, Anak Penjual Kopi Jadi Paskibraka 17 Agustus: Biasa Makan Makanan Sisa
Perayaan HUT Kemerdekaan RI juga tidak dapat dipisahkan dari lomba-lomba 17 Agustusan.
Perlombaan dilakukan mulai dari tingkat rukun warga, kelurahan, kota, provinsi, institusi, dan beragam kelompok masyrakat lainnya.
Meski zaman sudah modern, beberapa perlombaan tradisional zaman dahulu masih tetap dilestarikan.
Baca: Panjat Pinang
Baca: Balap Karung
Beberapa di antaranya adalah lomba panjat pinang, lomba tarik tambang, makan kerupuk, serta lomba balap karung.
Tak lupa lomba gebuk bantal atau pukul bantal, yang masih dilakukan di daerah-daerah di Indonesia.
Lomba-lomba tersebut, mengandung makna dan sejarah tersendiri.
Baca: Tarik Tambang
Baca: 17 AGUSTUS - Tradisi Gebuk Bantal
Jelang perayaan 17 Agustus, jalan-jalan dihiasi bendera dan umbul-umbul.
Pun begitu dengan rumah.
Selain wajib memasang bendera Merah Putih, rumah-rumah warga juga dihiasi lampu warna-warni.
Menghias rumah dengan pernak-pernik bernuansa merah putih juga bisa menjadi pilihan bagi kamu yang tidak punya rencana keluar rumah dan ingin menikmati momentum tersebut di rumah.
Baca: 4 Lagu Indonesia Bertema Kemerdekaan untuk Perayaan 17 Agustus Besok, Lengkap Beserta Lirik
Setelah dirayakan dengan prosesi-prosesi resmi, biasanya banyak keluarga yang memanfaatkan waktu untuk berwisata bersama.
Tidak heran, sebab Hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus merupakan hari libur nasional.
Bagi sebagian pegawai dan anak-anak sekolah, ini menjadi kesempatan untuk berpergian.
Tempat-tempat wisata yang memiliki nilai sejarah dan nasionalisme, menjadi tempat yang banyak dikunjungi wisatawan.
Dikutip dari Kompas.com, beberapa lokasi wisata yang dapat dikunjungi di Jakarta di antaranya Monumen Nasional (Monas), PBB Setu Babakan, Museum Wayang, dan Kota Tua.
Tidak ada salahnya untuk berwisata sekaligus mengingat sejarah di masa lalu atau sekadar melepas penat.
Jangan lupa subscribe Youtube channel TRIBUNNEWSWIKI di TribunnewsWIKI Official