Jokowi Buka-bukaan Soal Kabinet Kerja Jilid II, Mulai dari Kementerian Baru sampai Menteri Muda

Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo melakukan sesi wawancara bersama Tribunnews.com di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi memaparkan mengenai visi pemerintahannya dalam 5 tahun ke depan kepada tim Tribunnews.com.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin baru akan dilantik pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Kendati demikian, Jokowi sudah mulai memberikan sejumlah bocoran terkait Kabinet Kerja Jilid II.

Dikutip dari Kompas.com, bocoran tersebut disampaikan Jokowi saat acara makan siang dengan sejumlah pimpinan redaksi media massa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Bocoran pertama yang disampaikan Presiden Jokowi adalah adanya dua kementerian baru yang akan dia bentuk di dalam kabinet baru nanti.

Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019). (Tribunnews)

Kementerian baru itu di antaranya adalah Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Investasi.

“Kita melihat perkembangan dunia yang begitu cepat dan pemerintah ingin merespons itu secara cepat sehingga ada kementerian-kementerian baru,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa presiden memiliki kewenangan untuk membnetuk kabinet dan kementerian kecuali yang sudah diatur di dalam undang-udang.

Kementerian yang sudah diatur di dalam undang-undang dan tidak bisa dihilangkan di antaranya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Selain tiga kementerian itu, menurut Jokowi bisa diatur menggunakan peraturan presiden (Perpres).

Selain membentuk dua kementerian baru, Jokowi juga menyebut akan ada kementerian yang dilebur menjadi satu.

Meski begitu, Jokowi masih enggan mengatakan soal kementerian mana yang akan dilebur itu.

Ia meminta agar public sabar menunggu dan tidak berspekulasi lebih jauh.

“Nanti kalau sudah waktunya tahu semua. Jangan nebak-nebak,” ujar Jokowi.

Baca: Soal Kabinet Baru 2019-2024, Jokowi Beri Sejumlah Bocoran : Ada Kementerian Baru

Baca: Demokrat Merapat ke Jokowi, Pengamat Nilai Koalisi Khawatir Jalan AHY Makin Mulus di 2024

Jokowi juga memberikan bocoran terkait komposisi yang akan mengisi kabinet barunya nanti.

Ia mengatakan Kabinet Kerja Jilid II nanti akan diwarnai gabungan menteri dari professional dan unsur partai politik.

Jokowi mengatakan bahwa komposisi dari partai politik akan lebih sedikit ketimbang dari kalangan professional.

“Partai politik bisa mengusulkan, tetapi keputusan tetap di saya. Komposisinya 45 persen,” kata Jokowi.

Dengan begitu, perbandingan antara menteri dari kalangan profesional dengan unsur partai politik adalah 55 persen dibandung 45 persen.

Khusus untuk Jaksa Agung, Jokowi menegaskan bahwa posisi itu akan diisi dari kalangan profesional.

Yang menarik, Jokowi juga mengatakan ada beberapa calon menteri yang usianya masih di bawah 35 tahun, bahkan di bawah 30 tahun.

“Mereka berasal dari profesional, bukan partai. Punya pengalaman manajerial yang kuat,” ujar Jokowi.

Terkait dengan usia muda ini, ketika ditanya apakah mereka berasal dari start up, Jokowi hanya tersenyum.

Ia tidak mengiyakan, tidak juga menampiknya. Jokowi pun menceritakan, ketika menyaring calon-calon menteri usia muda ini, banyak sekali nama yang masuk.

Jokowi mengatakan bahwa menteri muda itu akan duduk di kementerian yang lama, bukan yang baru akan dibentuk.

Dengan begitu, ia mengatakan bahwa calon menteri tersebut memiliki kemampuan manajerial yang kuat.

Jokowi melanjutkan, bahwa penyusunan nama-nama menteri untuk Kabinet Kerja Jilid II sudah selesai.

Ia juga mengatakan bahwa nama-nama itu akan diumumkan secepatnya.

“Bisa Agustus atau bisa juga Oktober saat pelantikan,” kata dia.

Kendati demikian, dia belum bisa memastika waktu pengumuman karena masih harus melihat dan menunggu momentum yang tepat.

Ia juga menyadari bahwa masyarakat umum sudah tidak sabar menunggu nama-nama yang mengisi kabinet baru tersebut.

“Kalau kita lihat masyarakat menunggu, pasar juga menanti, sehingga sebetulnya, sebetulnya semakin cepat diumumkan semakin baik. Tetapi ini tetep masih kita hitung,” kata dia.

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official



Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer