Dipelopori oleh Bangsawan Inggris, Berikut 4 Fakta Menarik Pramuka yang Jarang Diketahui

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Fathul Amanah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemain film bertema Pramuka, 5 Elang dari kiri ke kanan Christoffer Nelwan, Bastian Bintang Simbolon, Teuku Rizky Muhammad dan Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan

TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Tepat pada hari ini, Rabu 14 Agustus 2019 Indonesia merayakan Hari Pramuka.

Peringatan Hari Pramuka disahkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 448 Tahun 1961 tentang penganugerahan Panji Kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana (Pramuka).

Sri Sultan Hamengku Buwno IX juga ditetapkan menjadi Bapak Pramuka Indonesia.

Dikutip Tribunewsiki.com dari Popularmechanics.com berikut empat fakta Pramuka yang jarang diketahui :

Baca: World Organization of the Scout Movement

1. Pelopor Pramuka adalah seorang bangsawan Kerajaan Inggris

Pelopor Pramuka Dunia adalah Robert Stephenson Smyth Baden Powell, atau dikenal dengan Baden Powell.

Baden Powel memiliki gelar Baron, sehingga sering dijumpai beberapa tulisan yang menuliskan namanya sebagai Baron Baden Powell.

Bapak Pramuka Dunia, Robert Stephenson Smyth Baden Powell (hearstapps.com)

Baron merupakan sebuah gelar bangsawan dari Kerajaan Inggris untuk prajurit kerajaan.

Boden Powell merupakan seorang kolonel pasukan Inggris dalam Perang Boer II pada 1899.

Ketika dikepung oleh pasukan Belanda, Boden Powell dan pasukannya merekrut kader lokal yang berusia 12-15 tahun untuk membantu.

Kader tersebut membantu sebagai penyampai pesan, penjaga sekaligus pengintai sehingga pasukan Boden Powell dapat menyerang Belanda.

Pada 1908, Boden Powell menerbitkan 'Scouting for Boys' atau kepanduan untuk anak-anak (laki-laki) yang isinya berfokus pada keterampilan umum.

Pasukan kepanduan atau Pramuka kemudian berkembang di Britania Raya.

Pramuka versi Amerika Serikat secara resmi didirikan pada 8 Februari 1910, yang kemudian ditetapkan menjadi Hari Pramuka Internasional.

Baca: HUT Pramuka ke-58: Ucapan Selamat Hari Pramuka Jadi Trending Topik Pertama di Twitter

Baca: Hari Pramuka: Ternyata Ini Makna di Balik Tepuk Pramuka

2. Negara tanpa Pramuka

Seluruh negara di dunia memiliki gerakan kepanduan yang disesuaikan masing-masing.

Misalnya di Indonesia disebut dengan Gerakan Pramuka Indonesia yang memiliki  lebih dari 21 juta anggota dan menjadi gerakan kepanduan terbesar di dunia.

Anggota Gerakan Pramuka Indonesia (kompas.com)

Disusul oleh gerakan kepanduan Amerika Serikat yang dinamakan Boy Scouts of America (BSA) menempati urutan kedua.

Namun ternyata terdapat empat negara yang tidak memiliki gerakan kepanduan yaitu Kuba, Laos, Korea Utara dan Andorra.

3. Presiden Amerika Serikat yang pernah menjadi anggota Pramuka

Daftar Presiden Amerika Serikat yang pernah menjadi anggota Pramuka adalah John F. Kennedy, Gerald Ford, George W. Bush, Bill Clinton, dan Barack Obama.

Jimmy Carter, Presiden Ameika Serikat ke-39 sekaligus penerima nobel perdamaian pada 2002 juga pernah bergabung dalam gerakan Pramuka.

Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter menerima laporan tahunan Boy Scouts of America (BSA) (https://blog.scoutingmagazine.org)

Jimmy Carter bahkan memiliki gelar sebagai Scoutmaster atau ahli kepanduan.

4. 11 dari 12 astronot yang pernah mendarat di Bulan adalah anggota Pramuka

Satu-satunya astronot yang pernah menapakkan kaki ke Bulan namun sama sekali belum pernah bergabung dengan Pramuka adalah James Irwin (Apollo 15).

Neil Armstrong bahkan pernah berpesan pada peserta Jambore Nasional Amerika Serikat.

Astronot dalam misi Apollo 11, dari kiri ke kanan: Neil Armstrong, Michael Collins, dan Edwin Aldrin (nasa.gov)

"Hello to all my fellow Scouts at Farragut State Park in Idaho... Apollo 11 would like to send them best wishes," (Halo semua anggota kepanduan (Pramuka) yang berada di Farragut Sate Park, Idaho... Salam sukses selalu dari Apollo 11 ), kata Neil Armstrong ketika melakukan perjalanan ke Bulan pada 1969.

Selamat Hari Pramuka Nasional Tribunners, Salam Pramuka!

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Fathul Amanah
BERITA TERKAIT

Berita Populer