Kisah Pablo Escobar, Pernah Bakar Uang 20 Miliar Demi Hangatkan Putrinya yang Hipotermia

Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gembong Narkoba Terkenal di dunia Pablo Escobar

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Meski namanya sudah menghilang sejak puluhan tahun silam, namun kisah kegilaan Pablo Emilio Escobar Gaviria masih menarik untuk diceritakan.

Salah satu kegilaan Pablo Escobar, sang bandar kokain paling tersohor di dunia itu adalah ketika ia membakar uang sebanyak Rp 20 miliar.

Dikutip dari Intisari Online pada Senin (12/8/2019), saat itu, Pablo Escobar sedang dalam keadaan darurat.

Dia dan keluarganya sedang bersembunyi dari pihak berwenang di sebuah gunung.

Di tengah persembunyiannya, putrinya, Manuela mengalami hipotermia.

Melihat sang putri mengalami hipotermia, Pablo Escobar tidak ragu untuk membakar tumpukan uang sebanyak Rp 20 miliar supaya Manuela tetap hangat.

Raja narkoba dari Kolombia yang tumbuh di tengah kemewahan itu juga menggunakan api tersebut untuk memasak.

Baca: Jarang Terekspos, Inilah Sosok Ibunda Felicia Tissue Calon Mertua Kaesang, Dipuji Cantik Awet Muda

Baca: Jelang Perayaan 17 Agustus, Ini 5 Perang Terbesar dalam Sejarah Penjajahan Belanda di Indonesia

Kartel milik Pablo Escobar memasok 80% dari kokain dunia dan menghasilkan sekitar Rp 5.000 trilian tiap minggunya.

Pablo Escobar pernah dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih mencapai 30 miliar US Dollar atau setara Rp 433 triliun.

Pablo Escobar sangat dihormati oleh banyak orang di kota asalnya, Medellin, terutama oleh orang-orang miskin.

Hubungannya dengan masyarakat begitu alami dan bekerja untuk menciptakan niat baik di antara orang-orang miskin di Kolombia.

Pablo Escobar juga banyak membangun lapangan sepak bola, lapangan multi-olahraga, juga membangun tempat-tempat ibadah.

Pada 2 Desember 1993, pasukan keamanan Kolombia berhasil menemukan Pablo Escobar yang tengah bersembunyi di sebuah rumah di bagian kelas menengah Medellin.

Namun ketika hendak ditangkap, Escobar melawan hingga terjadi baku tembak.

Ia kemudian ditembak mati ketika hendak melarikan diri di atap.

Sekitar 25.000 orang hadir dalam upacara pemakamannya.

Di tengah kaum miskin Medellin, ia dikenal sebagai seorang pria yang dermawan.

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official



Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer