Sebagai negara dengan pemeluk muslim terbesar di dunia, Indonesia ternyata punya cara unik untuk merayakan momen spesial tersebut.
Seperti mudik jelang Idul Fitri, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi unik untuk merayakan Idul Adha.
Mulai dari mendandani sapi yang akan dikurbankan hingga menjemur kasur.
Penasaran seperti apa serunya tradisi tersebut?
Berikut rangkumannya yang dihimpun Tribunnewswiki.com dari berbagai sumber:
Baca: Kisah Nabi Ibrahim yang Menginspirasi Prosesi Ibadah Haji dan Kurban Saat Idul Adha
1. Apitan
Dimulai dari ibu kota Jawa Tengah, Semarang.
Warga Kota Atlas ini memiliki tradisi unik Idul Adha bernama Apitan.
Yaitu tradisi sedekah bumi dengan cara mengarak tumpeng dan hasil bumi di jalan raya.
Tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun ini merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
Setelah didoakan, warga akan berebut gunungan yang berisi hasil bumi tersebut.
2. Grebeg Gunungan
Dari Semarang kita menuju Daerah Istimewa Yogyakarta.
Daerah yang menjadi pusat kebudayaan Jawa ini ternyata punya tradisi unik jelang Idul Adha.
Yaitu tradisi grebeg gunungan.
Jika saat Idul Fitri ada gunungan Syawal, maka jelang Idul Adha pihak Keraton Yogyakarta akan mengadakan grebeg gunungan.
Ada tiga buah gunungan berisi berbagai makanan dan hasil bumi yang diarak dari keraton menuju masjid untuk upacara pembacaan doa.
Gunungan-gunungan tersebut dikawal beberapa prajurit berserta dua ekor kuda.
Setelah dibacakan doa, tiga buah gunungan grebeg yang terdiri dari gunungan lanang, dan dua gunungan putri akan diperebutkan warga yang hadir.
Baca: 25 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, Cocok Dibagikan di Sosmed
3. Kaul Negeri dan Abda'u
Dari Pulau Jawa kita melanglang ke Maluku tengah.
Masyarakat Negeri Tulehu di Maluku Tengah punya tradisi unik bernama Kaul Negeri dan Abda'u.
Tradisi ini dilakukan setelah Salat Idul Adha dengan menggendong tiga kambing menggunakan kain layaknya menggendong anak kecil oleh para pemuka adat dan agama.
Kambing yang digendong tersebut lantas diarak keliling desa menuju masjid sambil diiringi alunan takbir dan selawat.
Nantinya, ketiga kambing tersebut akan dijadikan hewan kurban lalu dagingnya dibagikan pada fakir miskin.
Sedangkan tradisi Abda'u merupakan tradisi merebut bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh para pemuda setempat.
Tradisi ini merupakan simbol ketulusan menerima Islam sebagai agama yang harus dijaga dan kerukunan antar warga.
4. Manten Sapi
Jawa Timur khususnya Kota Pasuruan juga punya tradisi unik saat Idul Adha yaitu manten sapi atau pengantin sapi.
Jelang Idul Adha, warga akan merias sapi kurban secantik mungkin layaknya seorang pengantin.
Usai dirias, sapi-sapi tersebut diarak warga menuju masjid untuk diserahkan ke panitia kurban.
Tradisi manten sapi ini merupakan simbol penghormatan warga setempat pada hewan kurban.
5. Mepe Kasur
Terakhir datang dari Kota Banyuwangi, Jawa Timur.
Warga Desa Adat Using Kemiren di Banyuwangi ternyata punya tradisi unik jelang Idul Adha.
Bukan mengarak hasil bumi melainkan menjemur kasur atau yang mereka sebut dengan 'mepe kasur'.
Tradisi ini diawali dengan tarian Gandrung dan kemudian dilanjutkan dengan menjemur kasur gembil.
Yaitu kasur berwarna hitam dan merah yang merupakan simbol dari hubungan langgeng.
Masyarakat setempat percaya jika tradisi 'mepe kasur' ini bisa menolak bala dan menjaga keharmonisan rumah tangga.