Definisi
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) adalah pesekutuan dagang Belanda yang beroperasi di wilayah Hindia Timur atau Asia Tenggara.
Sedangkan di wilayah Hindia Barat atau Atlantik Utara terdapat perusahaan sejenis bernama Geoctroyeerde Westindische Compagnie.
VOC didirikan pada 20 Maret 1602 dan memiliki kewenangan untuk melakukan monopoli aktivitas perdagangan di Asia.
VOC memiliki pos kekuasaan di Tanjung Harapan, Persia, Benggala, Ceylon, Malaka, Siam, Cina daratan, Formosa, selatan India, dan Indonesia.
VOC didirikan oleh gabungan empat perusahaan dagang yaitu Brabantsche Compagnie, Compagnie van Verre, Compagnie can De Moucheron, dan Veerse Compagnie.
Oleh karena itu VOC menjadi perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus merupakan perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham.
VOC memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh persekutuan dagang lainnya, karena memiliki kewenangan penuh seperti sebuah negara.
Di kalangan orang Indonesia VOC disebut sebagai kompeni atau kumpeni, diambil dari kata compagnie. (1)
Baca: 17 AGUSTUS - Sarekat Islam
Baca: 17 AGUSTUS - Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)
Sejarah
Pada 1497-1498 Vasco da Gama berhasil menemukan jalur laut dari Eropa menuju India melalui Cape of Good Hope atau tanjung Harapan di ujung seltan Afrika.
Penemuan jalur tersebut membuat bangsa Eropa memiliki jalur akses ke Asia Timur yang lebih mudah daripada Jalur Sutra yang mahal dan berbahaya.
Meskipun tujuan awal bangsa eropa ke Asia Timur adalah untuk melakukan pedagangan, akhirnya misi tersebut dilanjutkan dengan politik permukiman atau kolonisasi.
Selama abad ke-16 perdagangan rempah-rempah didominasi oleh Portugis dan kota Antwerp, Belgia merupakan distributor utama di Eropa Utara.
Namun setelah 1591, Portugis melakukan kerja sama dengan Jerman, Spanyol dan Italia sehingga kota Hamburg, Jerman ditetapkan sebagai pelabuhan utama distribusi barang dagang dari Asia.
Pemindahan tersebut membuat Belanda tidak dilewati sebagai jalur pedagangan Portugis.
Keadaan tersebut diperparah dengan krisis karena terjadi kesenjangan permintaan dan suplay Portugis, terutama produk lada sehingga harga lada menjadi sangat tinggi.
Belanda juga merasa terancam dengan unifikasi Portugis dengan Spanyol pada 1580.
Hal tersebut dikarenakan Belanda dengan Spanyol sedang dalam keadaan berperang.
Akhirnya Belanda membuka sendiri perdagangan rempah-rempah antarbenua.
Akhirnya Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman, penjelajah asal Belanda menemukan 'jalur rahasia' pelayaran Portugis.
Hingga pada 1596, empat kapal ekspedisi pimpinan Cornelis de Houtman berlayar menuju Banten.
Kedatangan kapal Belanda tersebut menimbulkan perseteruan dengan Portugis dan penduduk lokal.
Cornelis de Houtman kemudian melanjutkan pelayaran ke arah timur melalui pantai utara Jawa dan mendapat serangan oleh penduduk lokal di Sedayu.
Serangan tersebut mengakibatkan Cornelis de Houtman kehilangan 12 orang awak.
Selain itu Cornelis de Houtman juga terlibat perseteruan dengan penduduk lokal di Madura.
Meskipun telah kehilangan separuh awak, tahun berikutnya Cornelis de Houtman memutuskan kembali ke Belanda dengan membawa rempah-rempah yang cukup menguntungkan.
Pada 31 Desember 1600, Inggris memulai mendirikan perusahaan dagang di Asia yang dinamakan The British East India Company , berkantor pusat di Kalkuta.
Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC).
Pada masa tersebut terjadi persaingan antara Portugis, Spanyol, Inggris, Prancis dan Belanda, memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia Timur.
Untuk menghadapai masalah tersebut VOC diberi kewenangan memiliki tentara oleh Staaten Generaal atau Parlemen Belanda.
Namun pembiayaan tentara tersebut dilakukan oleh VOC tanpa bantuan dari pemerintah Belanda.
Selain itu, VOC juga mempunyai hak membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara atas nama pemerintah Belanda.
Di Hindia Belanda atau Indonesia, VOC mendirikan markas di Batavia atau Jakarta, Maluku dan Kepulauan Banda.
Metode yang digunakan untuk mempertahankan monompoli termasuk kekerasan terhadap populasi lokal, dan juga pemerasan dan pembunuhan massal.
Pada 1603 VOC akhirnya memperoleh izin di Banten untuk mendirikan kantor perwakilan.
Gubernur Jenderal VOC pertama adalah Pieter Both (1610-1614) yang berbasis di wilayah Jayakarta. (2)
Tujuan
Tujuan umum dibentuknya VOC adalah memperkuat hegemoni Belanda di mata dunia.
Terutama ketika unifikasi Portugis dan Spanyol pada Juni 1580-Desember 1640 setelah merebut dominasi perdagangan di Asia.
VOC dibentuk untuk menaungi para pedagang Belanda, sehingga persaingan antarpedagang Belanda dapat dihindari.
VOC juga dibentuk untuk melakukan monopoli perdagangan terutama di wilayah Hindia Timur termasuk Indonesia.
Monopoli perdagangan berlaku baik impor maupun ekspor sehingga menghasilkan keuntungan ekonomi penuh bagi Belanda.
Keuntungan tersebut dapat digunakan untuk membantu dana pemerintahan Belanda yang sedang berkonflik dengan Spanyol dan negara lainnya.
Selain itu karena melakukan monopoli perdagangan, VOC juga dapat menguasai aset-aset penting seperti kerajaan dan pelabuhan. (3)
Kewenangan
Hak-hak istimewa VOC yang tercantum dalam Hak Oktrooi atau hak Istimewa 20 Maret 1602 adalah sebagai berikut:
- Hak monopoli perdagangan dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens
- Hak soevereiniteit atau kedaulatan sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:
- Memiliki angkatan perang atau angkatan bersenjata
- Mengeluarkan pernyataan perang dan perdamaian
- Merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Belanda dan memerintah daerah tersebut
- Menetapkan atau mengeluarkan mata-uang sendiri, dan
- Memungut pajak (2)
Dibubarkan
Pada pertengahan abad ke-18 VOC mengalami kemunduran atau bangkrut dan kemudian dibubarkan pada 31 Desember 1799 dengan jumlah hutang sebanyak 136,7 juta gulden.
Kekayaan yang ditinggalkan di Indonesia berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal yang kemudian dialihkan kepada pemerintahan Belanda.
Alasan pembubaran VOC adalah sebagai berikut:
- Banyak pegawai VOC yang melakukan kecurangan dan korupsi
- Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan
- Pengeluaran gaji terlalu banyak karena VOC memiliki wilayah kekuasaan yang luas dan membutuhkan pegawai yang banyak
- Karena mengalami kekurangan pemasukan, pembayaran dividen bagi pemegang saham VOC menjadi sulit dilakukan
- Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Prancis
- Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Batavia pada 1795 yang demokratis dan liberal sehingga terdapat anjuran melakukan perdagangan bebas (4)