Pidato di Kongres PDI Perjuangan, Megawati Terang-Terangan Minta Jatah Menteri Terbanyak pada Jokowi

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pidato pembukaan Kongres V PIDP oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Umum Partai PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato pada pembukaan Kongres PDIP di Bali, Kamis (8/8/2019).

Pada kesempatan itu, Megawati Soekarnoputri terang-terangan meminta jatah menteri yang paling banyak di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Menurutnya hal tersebut pantas didapatkan PDIP lantaran telah membawa kemenangan untuk yang kedua kalinya.

Pada awalnya, Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa PDIP telah menghadapi berbagai kesulitan.

Ia juga pernah menolak kursi menteri yang ditawarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semasa terpilih menjadi presiden.

Meski demikian, partai berlambang banteng ini tetap berhasil eksis.

"Ditawari delapan opo piro (atau berapa). Menteri loh. Sepuluh tahun. Hidup juga kok (meski menolak tawaran menteri)," kata Megawati.

Putri dari Proklamator ini juga mengatakan kader partai PDIP sempat menggerutu dengan keputusan ini.

Akan tetapi Megawati menegaskan tidak menerima tawaran menteri kala itu.

"Kalau elu, pengen jadi menteri (dengan cara seperti itu), keluar dari PDI Perjuangan," lanjut Megawati Soekarnoputri disambut tepuk tangan peserta kongres.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, PDIP harus mendapatkan jatah menteri yang banyak.

"Tapi kalau Pak Jokowi, mesti ada menterinya, mesti banyak, iya tidak?" kata Megawati.

Sontak ungkapan tersebut disambut riuh tepuk tangan peserta Kongres PDIP.

Megawati Soekarnoputri melanjutkan pidato dan meminta kepada Presiden Jokowi agar PDIP masuk kabinet dengan jumlah menteri yang terbanyak.

"Saya meminta dengan hormat bahwa PDI Perjuangan akan masuk ke dalam kabinet dengan jumlah menteri yang harus terbanyak, sip" kata Megawati sembari mengacungkan kedua jempolnya.

Dalam Kongres PDIP tersebut turut hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta pasangan presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Selain itu, para pimpinan partai pendukung pemerintahan juga hadir.

Prabowo Subianto, Ketua Umum Parta Gerindra, menjadi satu-satunya ketua partai oposisi yang diundang PDIP.

Bahkan, ia diundang khusus oleh Megawati Soekarnoputri saat bertemu beberapa waktu lalu.

Mengacu pada berakhirnya masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, Kongres PDIP harusnya dilaksanakan pada tahun 2020.

Meski demikian, dikutip dari Kompas.com, Puan Maharani selaku Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDIP nonaktif, mengatakan PDIP sengaja mempercepat diselenggarakannya Kongres V.

Ia menyebut hal itu bertujuan untuk melakukan sinergi program PDIP dengan program Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer