Bebasnya Mandala Shoji membuat sang istri, Deanova Safriana tak kuasa menahan haru.
Istri Mandala Shoji mengungkapkan rasa syukurnya karena sang suami bisa bebas.
Diungkapkan Deanove, selama ini ia kewalahan karena harus mengurus anaknya seorang diri lantaran Mandala mendekam di penjara.
Setelah sang suami bebas, kini bebannya menjadi berkurang.
“Insya Allah sebentar lagi ada yang bantuin aku, jadi enggak semua beban ke aku lagi. Kita bisa bareng-bareng urus anak,” kata Maridha ditemui di Rutan Salemba, Rabu (7/8/2019) siang, dikutip dari Tribunnews.
Mengenai penahanan sang suami, Maridha menilai Mandala adalah sosok yang baik.
Ia tidak pantas disejajarkan dengan penjahat tindak kriminal.
Baca: Cosmas Batubara Menteri Era Soeharto Meninggal Dunia, Sempat Beredar Kabar Hoaks
Baca: Viral Bocah Kembalikan Dompet Jatuh Berisi Rp 900 Ribu, Pemilik Menangis, Ternyata Uang Titipan
Baca: PROFIL PEMAIN PERSIB - I Made Wirawan
Baginya, sang suami adalah sosok yang tidak akan menyentuh tindak kejahatan.
Dikatakannya, Mandala juga tidak merugikan negara.
“Dia bukan penjahat, narkoba juga enggak. Merugikan negara satu sen pun enggak, maling enggak, ngebunuh enggak. Nyakitin orang juga enggak,” katanya.
Mandala akhirnya bebas setelah sebelumnya terjerat kasus kampanye gelap yang dilakukannya pada Oktober 2018 lalu.
Mandala Shoji sebelumnya divonis hukuman 3 bulan penjara dan denda Rp 5 juta, subsider satu bulan penjara.
Mandala Shoji harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat.
Pada sidang yang digelar 18 Desember 2018 lalu, ia terbukti bersalah karena melanggar aturan pemilu.
Ia melakukan kampanye gelap yakni dengan membagi-bagikan kupon umrah saat maju sebagai calon legislatif DPR RI dari PAN.
Sebelumnya, Mandala sempat mengajukan proses banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
Namun, upaya banding yang diajukannya tidak membuahkan hasil dan ia tetap menjalani masa hukuman.
Perkara banding kasus Mandala Shoji itu diputuskan medio Desember 2018.
Saat divonis bersalah, Mandala justru sempat menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.
Mandala kemudian memutuskan untuk menyerahkan diri ke Kejari Jakarta Pusat, ditemani istri, anak, dan kuasa hukumnya pada 8 Februari 2019.