Kongres PDIP V, Pidato Megawati: Saya Minta Sebuah Badan, 'Badan Riset Nasional'

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum PDI Perjuangan, Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kongres PDIP V yang dilaksanakan di Bali dibuka dengan tari-tarian lalu dilanjutkan dengan pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekaroputri.

Setelah dibuka dengan lagu mars PDIP, dan dilanjutkan dengan laporan ketua panitia Kongres V PDIP Perjuangan, kini giliran Ketua Umum PDIP, Megawati Soekernoputri menyampaikan pidatonya.

Pada pidato pembukaannya Megawati mengatakan sudah saatnya Pancasila dijalankan dalam kebijakan pembangunan nasional dalam segala bidang kehidupan, baik itu dalam bidang politik, sosial budaya mental spiritual, maupun dalam bidang lingkungan hidup.

Baca: 6 Fakta Menarik Film NKCTHI yang Diangkat dari Buku Best Seller Karya Marchella FP

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Pahlawan Nasional: Teuku Muhammad Hasan

Menurut Ketua Umum PDIP tersebut, sebuah kebijakan kebijakan pembangunan tersebut harus berdasarkan kebutuhan riil rakyat, dan dijalankan dengan memanfaatkan selutuh kekuatan dan potensi bangsa, melalui riset yang terarah dan terukur.

Dilansir dari KompasTV LIve, Megawati malanjutkan dengan mengatakan bahwa negara besar ini aneh terkait dengan masalah riset dan impor.

 “Saya memang sedang, secara internal diskusi terus menerus mengenai masalah penelitian kita, research kita. Kita negara besar ini aneh, kalau bicara riset terus banyak sekali yang bicara tetapi nggak ada tujuan akhirnya,” ujar Megawati saat memberikan pidato pembukaanya dalam Kongres PDIP V, Kamis (8/8/2019) di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali.

Pidato pembukaan Kongres V PIDP oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Baca: Rilis Album Digital, Lagu HIT Milik SEVENTEEN Trending di YouTube, Ini Lirik dan Terjemahannya

Baca: Fakta Mandala Shoji yang Akhirnya Bebas Setelah Sempat Dibui karena Kasus Kampanye Gelap

Megawati pernah meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk membentuk sebuah Badan Riset Nasional.

“Mbok ya, kalau kita ini mau jadi negara besar, saya minta sebuah badan, Badan Riset Nasional jadi jelas tujuannya mau apa,” kata Ketua Umum PDIP tersebut.

Megawati juga mengumpamakan jika ada seseorang dari pada mencetak sawah, lebih baik untuk mengubah sebutir padi menjadi sebasar telur ayam.

“Jadi nanti makan nasi tiga telur ayam, kenyang sudah. Begitu dong tujuan kedepan itu, mulek aja,” ujar Megawati diikuti dengan tawa dari tamu-tamu undangan yang hadir.

Dalam pidatonya tersebut Megawati menggunakan Bahasa Indonesia yang bercampur dengan Bahasa daerah seperti Bahasa Jawa dan Bahasa Betawi.

Baca: Samsung Galaxy Note 10

Baca: Ini Penyesalan Terbesar Hotman Paris, Sampai Nangis Ungkap Sering Bayar Orang untuk Temani Ibu

“Tau nggak mulek? itu lho ketika kita menguleg sambel, muter terus tapi enak, nah ini nggak ada hasilnya,” kata Megawati mengumpamakan persoalan riset.

Ketua umum PDIP tersebut juga menyinggung mengenai pasokan beras yang saat ini masih impor dari negara lain, supaya tidak terus menerus melakukan impor dari negara lain.

Ia juga mengajak untuk berpikir panjang, jika nanti negara yang mengekspor beras ke Indonesia tidak dapat lagi memenuhi impor beras tersebut.

Kongres PDIP V diselenggarakan Kamis-Minggu, 8-11 Agustus 2019.

Beberapa tokoh politik ikut serta dalam Kongres PDIP V tersebut, seperti terlihat Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh, Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Presiden Terpilih Ma’aruf Amin, serta masih banyak lagi.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)

Jangan lupa subscribe Youtube channel TRIBUNNEWSWIKI di TribunnewsWIKI Official



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer