Hadiri Kongres PDI-P di Bali, Jokowi : Jatah Menteri untuk PDI-P Terbanyak, Itu Jaminan Saya

Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pidato Jokowi dalam Kongres PDIP V di Bali. Jokowi menjanjikan PDI-P jatah kursi terbanyak.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Presiden terpilih Joko Widodo dalam Kongres PDI Perjuangan di Bali menegaskan partai bergambar banteng itu akan mendapat jatah menteri terbanyak dalam Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024.

Dikutip dari Kompas, pernyataan itu disampaikan Jokowi ketika berkesempatan untuk berpidato di acara Kongres PDI Perjuangan kelima di Hotel Grand Inna Bali Beach, Kamis (8/8/2019).

“Yang jelas (kursi menteri untuk PDI-P) pasti yang terbanyak. Itu jaminan saya,” ujar Jokowi.

Pernyataan Jokowi itu pun langsung disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan para peserta kongres.

Meski demikian, Jokowi tidak mengatakan secara rinci berapa jatah kursi menteri yang akan diberikan kepada PDI-P.

Setelah mengatakan hal itu, Jokowi kemudian berseloroh bahwa yang dimaksud mendapatkan kursi terbanyak itu juga bisa didasarkan pada jatah kursi menteri kepada partai politik pengusungnya.

Artinya, jika parpol pengusung lainnya mendapatkan jatah dua kursi, maka jatah untuk PDI-P bisa jadi hanya empat kursi.

“Tadi Bu Mega kan menyampaikan ya, jangan empat (orang menteri) dong. Tapi kalau (partai) yang lain dua dan PDI-P empat kan sudah dua kali (lipat) juga,” ujar Jokowi sembari tertawa.

Peserta kongres pun ikut tertawa sambil bertepuk tangan mendengar kelakar Jokowi itu.

Pernyataan Jokowi itu merupakan respons atas pidato Ketua Umum Megawati sebelumnya.

Baca: Pidato di Kongres PDI Perjuangan, Megawati Terang-Terangan Minta Jatah Menteri Terbanyak pada Jokowi

Baca: Kongres V PDIP, Pidato Jokowi Katakan Saya Sekarang Ganteng hingga Soal Kebijakan Tidak Populer

Megawati menegaskan bahwa jatah menteri untuk kadernya pada Kabinet Kerja Jilid II Joko Widodo-Ma’ruf Amin harus banyak.

Awalnya, Megawati bercerita tentang kekalahannya pada Pemilu 2009.

Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden terpilih saat itu menawarkan sekitar delapan jatah menteri untuk PDI Perjuangan, namun Megawati dengan tegas menolaknya.

Namun saat ini kondisi berbeda, PDI Perjuangan sejak Pemilu 2014 sampai Pemilu 2019 berjaya, bahkan kadernya dua kali terpilih menjadi presiden.

“Kalau nanti (pemerintahan baru) Pak Jokowi, mesti ada menteri (untuk kader PDI-P). Mesti banyak,” ujar Megawati dengan suara lantang.

Pernyataan Megawati itu disambut sorak sorai kader PDI-P yang hadir.

“Orang kita ini pemenang Pemilu dua kali. Betul tidak?" tanya Megawati.

Megawati menegaskan, bakal menolak apabila Jokowi hanya memberikan sedikit jatah kursi menterinya untuk diisi kader PDI-P.

“Jangan nanti (Jokowi mengatakan), Ibu Mega, saya kira karena PDI-P sudah banyak kemenangan, sudah di DPR, saya kasih (kursi menteri) empat. Emoh, tidak mau, tidak mau, tidak mau,” ujar Megawati.

Pernyataan itu pun semakin membangkitkan sorak sorai para kader.

Mereka juga berteriak “tidak mau, tidak mau!”

Megawati kemudian berkelakar, “memang begitu dong. Orang yang enggak dapat saja minta”.

“Ini di dalam kongres partai Pak Presiden, saya minta, dengan hormat PDI-P akan masuk ke dalam kabinet dengan jumlah menteri terbanyak. Sip,” lanjut Megawati yang kembali disambut sorak sorai kader.

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official



Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer