Bahkan hastag #dingin di Twitter sempat menjadi trending topic pada Selasa (6/8/2019).
Dikutip dari Kompas, Rabu (7/8/2019), Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra mengatakan suhu dingin tersebut akan berlangsung hingga September mendatang.
Hal itu diprediksikan karena pada September Indonesia akan mengalami peralihan musim pada Oktober dan November 2019.
Adapun penyebab dinginnya suhu di Pulau Jawa itu adalah dry intrusion atau intrusi udara kering dan dingin yang melanda Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Udara kering tersebut datang dari Australia yang saat ini tengah mengalami musim dingin.
Lantas, angin mendorong udara dari barat ke timur, sehingga udara dingin dari Australia tadi terdorong ke beberapa daerah di Indonesia.
Baca: Viral Bocah Kembalikan Dompet Jatuh Berisi Rp 900 Ribu, Pemilik Menangis, Ternyata Uang Titipan
Baca: BKKBN Berencana Masukkan Pendidikan Kesehatan Reproduksi ke Kurikulum SD hingga SMA
Meski demikian, menurut Agie juga tidak menutup kemungkinan suhu akan menjadi hangat kembali bila dry intrusion hilang.
“Variasi dinginnya tergantung kondisi lingkungan. Dataran tinggi cenderung akan bisa bertahan dinginnya, meski tetap secara umum normal,” ujar Agie seperti dimuat Kompas, Selasa (6/8/2019).
Pada daerah yang berada di dataran tinggi, menurut Agie suhu udara bisa menyentuh 14-18 derajat celcius, sedangkan daerah yang berada pada dataran rendah suhu udara bisa menyentuh angka 22-34 derajat celcius.
Keadaan suhu udara yang dingin biasanya terjadi pada dini hari menjelang pagi, yakni sekitar pukul 02.00 dini hari hingga pukul 07.00 pagi.
Puncaknya terjadi pada pukul 03.00 sampai 05.00 dini hari.
Sementara itu, pada siang hari suhu akan tetap panas.
Adapun daerah di Indonesia yang bersuhu paling dingin adalah daerah Tretes, Malang dengan suhu dingin mencapai 12,2 derajat celcius.
Lalu, beberapa daerah lainnya seperti Bandung bersuhu paling rendah 17,4 derajat celcius, daerah Puncak 17,2 derajat celcius, dan Yogyakarta dengan suhu 19,4 derajat celcius.
Untuk saat ini, pengamatan BMKG menunjukkan bahwa dry intrusion telah memasuki daerah Indonesia yang berada di bawah selatan khatulistiwa dari Australia.
Jika dry intrusion ini telah sepenuhnya melewati Indonesia, maka suhu akan kembali normal.
Selain dry intrusion, faktor lain yang menyebabkan dinginnya udara di Pulau Jawa adalah tidak adanya awan karena tidak ada hujan.
Dalam kondisi tidak ada awan, maka radiasi panas dari matahari akan mudah terlepas kembali ke atmosfer.