Profil
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sultan Mahmud Riayat Syah adalah Sultan Johor-Pahang-Riau-Lingga yang diberikan gelar Pahlawan Nasional Indonesia karena telah berjuang melawan penjajah Belanda.
Sultan Mahmud Riayat Syah terkenal dengan kegigihannya melawan Belanda.
Dari tahun 1787 sampai 1811, Sultan Mahmud Riayat Syah hijrah ke Lingga.
Berkat strategi perang gerilya laut, kedaulatan Sultan Mahmud Riayat Syah diakui oleh Belanda sebagai penguasa terbesar kesultanan Lingga-Riau-Johor-Pahang. (1)
Penganugerahan gelar pahlawan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 115 TK Tahun 2017 diberikan oleh Presiden Joko Widodo.
Masa Muda
Sultan Mahmud Riayat Syah lahir pada 24 Maret 1756.
Sultan Mahmud Riayat Syah juga biasa dikenal dengan nama Mahmud Syah III.
Sang ayah, Abdul Jalil Muazzam Syah adalah sultan Johor ke-13.
Sang ibu bernama Tengku Puteh binti Daeng Chelak.
Meskipun anak bungsu, Sultan Mahmud Riayat Syah sudah menjadi sultan sejak belia, saat berusia 14 tahun. (2)
Saat berkuasa menjadi Sultan, Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki empat orang Yang di-Pertuan Muda (YDM).
Mereka adalah YDM Daeng Kemboja, YDM Raja Haji Fisabilillah, YDM Raja Ali, dan YDM Raja Jaafar.
Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Raja Haji Fisabilillah
Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Raja Ali Haji
Pada saat pelantikan, Sultan Mahmud Riayat Syah diakui oleh pihak Bugis dan Melayu sebagai Raja Johor-Riau-Lingga yang berwibawa.
Melawan Penjajah
Belanda mulai mengerang Kerajaan Johor di Hulu Riau pada 1784.
Pihak belanda mengirim kapal Utrecht dan 6 buah kapal perang di bawah komando Jacob Pieter van Braam.
Perang pecah antara Johor dan Belanda, yang kemudian dimenangkan oleh Belanda.
Sultan Mahmud Riayat Syah akhirnya menandatangani perjanjian dengan VOC pada 10 November 1784.
Perjanjian tersebut menyatakan bahwa pelabuhan Riau menjadi milik Belanda, monopoli Bugis di atas kantor Yamtuan Muda harus berakhir, dan larangan untuk orang Bugis memegang jabatan di pemerintahan Johor.
Pada Juni 1785, Belanda datang kembali di Hulu Riau mengundang rasa tidak senang Sultan Mahmud Riayat Syah.
Menghimpun kekuatan dengan Raja Tempasuk dan Raja Ismail asal Johor untuk bersama menumpas Belanda di Riau-Lingga.
Pertempuran dimulai pada 13 Mei 1787 dengan pasukan Sultan Mahmud Riayat Syah yang bergerilya.
Belanda terpukul mundur dari Riau-Lingga pada Mei 1787.
Strategi gerilya laut Sultan Mahmud Riayat Syah berhasil mengalahkan Belanda.
Sultan Mahmud Riayat Syah memimpin kerajaan Johor-Pahang-Riau-Lingga dengan tiga negara di bawah taklukannya yaitu Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Pahlawan Nasional
Sultan Mahmud Riayat Syah dimakamkan di belakang Majis Sultan, Daik Lingga.
Untuk mengenang jasanya, namanya juga diabadikan menjadi nama lapangan sepakbola di Daik Lingga dan nama masjid besar di Sagulung, Kota Batam.
Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. (3)