Efek Negatif dan Positif Membagikan Foto Selfie di Media Sosial, Ini Penjelasan Psikolog

Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Selfie

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Selfie atau disebut juga swafoto sudah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini yang dilakukan oleh remaja hingga orang dewasa.

Selfie sudah dilakukan dengan banyak orang, bukan hanya masyarakat biasa, namun presiden, pejabat, dan juga selebriti.

Dikutip dari Kompas.com bahwa membagikan foto selfie di media sosial sudah dilakukan oleh 54% pengguna internet.

Menurut psikolog dan direktur Media Psychology Research Center, Dr Pamela Rutledge bahwa keinginan seseorang untuk memotret dan ingin mendapatkan pujian dari orang lain merupakan hal yang wajar.

Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Pakubuwana X

Baca: FILM - Resident Evil: Retribution (2012)

“Keinginan ini dipengaruhi rasa kita pada hubungan sosial. Hal ini sebetulnya sama dengan saat orang mengatakan betapa bagus baju yang kita kenakan. Secara biologis, pengakuan sosial merupakan kebutuhan, bahkan ada area pada otak yang dikhususkan untuk aktivitas sosial,” kata Rutledge.

Selfie sudah dilakukan sejak 1800-an.

Mungkin pada saat itu selfie pertama menggunakan cermin.

Ilustrasi Selfie

Efek Selfie

Beberapa ahli mengatakan jika selfie memiliki dampak yang positif dan juga negatif.

“Peneliti kami menemukan, seseorang yang secara berkala mem-posting foto miliknya di media sosial berisiko membahayakan hubungannya di kehidupan nyata,” kata pimpinan riset Dr David Houghton.

Hal ini terjadi karena menurut Houghton tidak semua orang yang berada di sosial media memiliki hubungan baik dengan orang yang memposting foto tersebut.

Namun selfie juga dapat menyebabkan efek positif.

Baca: Berbagai Macam Manfaat Apel, Untuk Perawatan Kulit hingga Cegah Risiko Kanker

Menurut Rutledge bahwa Selfie dengan cara yang benar dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri.

“Saya percaya selfie bisa memberi dukungan pada orang dengan cara berbeda. Pada wanita misalnya, ketika dia merasa terpuruk, selfie membantu mereka melihat keadaan tersebut sebagai sesuatu yang normal, sama halnya pada pria,” ungkap Rutledge.

Menurut Rutledge, selfie dapat menciptakan keseimbangan dan membuka pikiran seseorang.

Jika seseorang dapat merasa lebih baik dengan selfie, maka itu tidak masalah karena dapat memperbaiki kondisi psikologis seseorang.

(TribunnewsWiki/Sekar)

Jangan lupa Subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!



Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer