Pulau Morotai

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Fathul Amanah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Citra Satelit Pulau Morotai


Daftar Isi


  • Sejarah


TRIBUNNEWS.COM - Kabupaten Pulau Morotai atau Pulau Morotai adalah nama sebuah pulau sekaligus kabupaten definitif baru yang terletak di kepulauan Halmahera, Kepulauan Maluku.

Pulau Morotai diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara.

Sebagai bagian dari Provinsi Maluku Utara, Pulau Morotai merupakan salah satu pulau paling utara di Indonesia.

Selama abad ke-15 dan 16, Pulau Morotai berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate.

Pada pertengahan abad ke-16, Pulau Morotai menjadi tempat misi Yesuit (serikat Yesus pada Gereja Katolik Roma ) Portugis.

Pada 1571 Portugis meninggalkan Pulai Morotai karena ditentang oleh masyarakat setempat.

Pada abad ke-17, Ternate menggunakan kekuasaannya dengan memerintahkan penduduk Pulai Morotai agar pindah ke Dodinga, sebuah kota kecil di titik strategis pesisir barat Halmahera.

Lalu pada 1627 dan 1628, Sultan Hamzah dari Ternate memerintahkan penduduk Kristen pindah ke Malayu, Ternate, agar lebih mudah dikendalikan.

Pulau Morotai menjadi lapangan terbang bagi Jepang selama masa Perang Dunia II.

Pulau Morotai kemudian diambil alih oleh angkatan udara Amerika Serikat pada September 1944 dan digunakan sebagai landasan serangan Sekutu ke Filipina pada awal 1945 serta ke Borneo timur pada Mei dan Juni 1945.

Selain itu Pulau Morotai juga merupakan basis militer untuk serangan ke Jawa pada Oktober 1945.

Sebagian besar ekosistem Pulau Morotai berupa hutan namun dan sangat strategis sebagai jalur perdagangan di timur Indonesia.

Menurut penduduk setempat, Morotai berasal dari kata Morotia yang artinya tempat tinggal orang-orang moro.

Orang moro adalah manusia misterius atau orang hilang (Jawa - Moksa) yang sulit dilihat dengan mata biasa, namun memiliki kebudayaan sebagai kelompok manusia biasa.

Satu dari ciri Masyarakat Kabupaten Pulau Morotai adalah dapat hidup rukun meskipun memiliki perbedaan keyakinan.

Sebagai pulau yang terlepas dari Halmahera, Pulau Morotai tidak memiliki penduduk asli.

Penduduk yang menetap di Pulau Morotai didominasi dari Suku Tobelo dan Suku Galela, Kabupaten Halmahera Utara.

Kelompok etnis lain yang mendiami Pulau Morotai diantaranya berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Jawa, Sumatera, Cina Maluku, dan lain-lain.

Mayoritas penduduk Pulau Morotai beragama Islam dan Kristen, sebagian kecil lainnya pemeluk agama Konghucu, Hindu, dan Budha. (1)

  • Geografis


Pulau Morotai memiliki posisi yang strategis karena berada di bibir jalur perdagangan Asia Pasifik.

Perbatasan Geografis Pulau Morotai adalah sebagai berikut:

Utara: Samudera Pasifik, Filiphina

Barat: Laut Sulawesi

Timur: Laut Halmahera

Selatan: Selat Morotai

Kabupaten Pulau Morotai mempunyai luas wilayah 4.301,53 km persegi dengan luas daratan seluas 2.330,60 km persegi.

Luas wilayah laut 1.970,93 km persegi dan panjang garis pantai 311.217 km.

Jumlah pulau-pulau kecil yang terdapat di Kabupaten Pulau Morotai berjumlah 33 pulau, dengan 7 pulau berpenghuni  26 pulau tidak berpenghuni.

Pulau Morotai memiliki 5 kecamatan yaitu Morotai Jaya, Morotai Selatan, Morotai Selatan Barat, Morotai Timur, dan Morotai Utara. (2

  • Obyek Wisata


Wisata Sejarah Perang Dunia II 

Pulau Morotai memiliki sejarah yang mengisahkan Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik.

Pulau Morotai dijadikan sebagai tempat konsolidasi pasukan Divisi VII Angkatan Perang Amerika Serikat untuk menaklukkan Jepang melalui Filipina oleh Panglima Perang Pasifik Amerika Serikat, Jenderal Douglas McArthur.

Di Pulau Morotai terdapat Landasan Pitu Strep, di Desa Wawama, di Kecamatan Morotai Selatan yang merupakan peninggalan Perang Dunia II.

Tidak jauh dari Landasan Pitu Strep terdapat goa air kaca yang memilii sumber mata air.

Mata air tersebut dulu kerap di gunakan Jendral Douglas McArthur sebagai tempat pemandian pribadi.

Di Gugusan Kepulauan Morotai juga terdapat Pulau Zum Zum dan Pulau Dodola yang juga merupakan saksi bisu Perang Dunia II.

Pulau Zum Zum pada zaman dahulu digunakan sebagai Pusat Komando dan Pusat Pertahanan Tentara Amerika Serikat.

Pulau Zum Zum dapat ditempuh dengan perahu selama 15 menit dari Kota Kecamatan Daruba.

Selama di perjalanan, wisatawan akan bertemu dengan bangkai kapal selam yang karam milik tentara Jepang.

Di pulau Zum Zum juga terdapat bungker pertahanan tentara Amerika Serikat dan gua yang pernah dijadikan sebagai tempat pertahanan tentara Jepang. (3)

Pulau Dodola

Pulau Dodola terletak di sebelah barat Pulau Morotai dan dapat dicapai dengan menggunakan speedboat sekitar 20 menit.

Pulau Dodola terbagi menjadi dua yaitu Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil.

Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil dikelilingi oleh pantai berpasir putih yang jika dalam keadaan surut akan terbentuk jalan pasir yang saling menghubungkan kedua pulau tersebut.

Pulau Dodola 13 titik penyelaman yang menjadi tempat favorit snorkling dan diving.

Bahkan beberapa titik penyelaman terdapat beberapa kapal dan pesawat perang yang karam sisa peperangan antara Jepang dengan sekutu pada Perang Dunia II. (4)

Air Terjun Wayabula

Pulau Morotai juga memiliki air terjun yang indah bernama Air Terjun Wayabula.

Air terjun tersebut memiliki struktur bebatuan yang artistik dan ketinggian air terjun mencapai 50 meter.

Namun untuk mencapai air terjun medan yang dilalui cukup sulit karena belum memiliki akses jalan yang permanen. (5)

  • Potensi Wilayah


Pulau Morotai merupakan salah satu pulau terbesar di Maluku Utara yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah.

Sumber daya alam tersebut meliputi sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, pertambangan maupun potensi pariwisata sejarah peninggalan Perang Dunia II.

Pulau Morotai memiliki kekayaan alam seperti emas, bijih besi, serta potensi wisata bahari. (1)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Magi)



Google Map https://goo.gl/maps/DGWMkpqvG4CWdv6h6


Sumber :


1. www.pulaumorotaikab.go.id/profile/read/1/sejarah-pulau-morotai.html
2. www.pulaumorotaikab.go.id/profile/read/2/letak-geografis-pulau-morotai.html
3. www.pulaumorotaikab.go.id/wisata/read/2/wisata-sejarah-perang-dunia-ii.html
4. www.pulaumorotaikab.go.id/wisata/read/3/pulau-dodola-pulau-surganya-dari-morotai.html


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Fathul Amanah
BERITA TERKAIT

Berita Populer