Meteor

Penulis: Indah Puspitawati
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Meteor


Daftar Isi


  • Tentang


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Meteor adalah potongan meteoroid atau partikel dari asteroid atau komet yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

Asteroid adalah batu kecil yang mengorbit Matahari.

Terkadang satu asteroid dapat menabrak asteroid lainnya.

Hal ini dapat menyebabkan asteroid terpecah menjadi bagian kecil yang disebut meteoroid.

Meteoroid adalah pecahan kecil dari Asteroid (spaceplace.nasa.gov)

Jika sebuah meteoroid mendekati Bumi dan tertarik oleh gravitasi Bumi, meteoroid akan memasuki atmosfer dan berubah menjadi meteor.

Saat memasuki atmosfer, meteor bergesekan dengan udara di lapisan ionosfer.

Meteor menjadi panas dan terbakar sehingga menimbulkan cahaya terang dan disebut bintang jatuh.

Meteor yang tidak habis terbakar mendarat sebagai batu di permukaan Bumi dan disebut meteorit. (1)

Seorang ilmuwan menyelidiki sebuah meteorit yang mendarat di Gurun Nubian Sudan pada tahun 2008. (NASA)

  • Bahan Penyusun


Meteor atau meteoroid terdiri atas berbagai macam bahan penyusun, mulai dari logam, nonlogam hingga es dan gas es yang terperangkap di dalamnya.

Bahan penyusun lain bisa berupa tembaga, besi, timbel, kuningan, nikel, titanium, dan sebagainya.

Meteorit dapat berupa batu, besi atau batu-besi, kombinasi keduanya.

Meteorit batuan disebut aerolites, terdiri atas mineral yang kaya akan oksigen dan silikon.

Meteorit besi dinamakan siderolites, tersusun dari besi dan nikel.

Meteorit batu-besi dinamakan siderites, sangat langka dan jarang ditemukan. (2)

Meteorit besi di Mars (NASA)

  • Hujan Meteor


Hujan meteor adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika sejumlah meteor terlihat bersinar pada langit malam.

Jutaan meteor memasuki atmosfer bumi setiap hari.

Tetapi pada waktu-waktu tertentu setiap tahun kelompok meteoroid akan tiba sekaligus ketika Bumi melewati sabuk asteroid saat mengorbit Matahari.

Jika meteor yang jatuh ini lebih dari satu atau dengan kata lain adalah dalam jumlah banyak, maka peristiwa meteor yang jatuh ini dinamakan hujan meteor.

Hujan Meteor Orionids di Gunung Bromo (Zexsen Xie/Flickr)
  • Hujan Meteor Orionid

Hujan meteor Orionid terjadi setiap tahun dan puncaknya adalah pada bulan Oktober.

Warna meteor yang melintas adalah hijau atau kuning.

Nama Orionid diambil dari tempat bercahaya sebagai titik meteor yang melintas, terletak di konstelasi Orion.

Hujan meteor ini berasal dari puing-puing komet Halley.

  • Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor Perseid terjadi setiap tahun dan puncaknya adalah pada pertengahan Juli sampai Agustus.

Hujan Meteor Perseid adalah hujan meteor yang pusatnya berada di rasi Perseus.

Meteor perseid bisa terlihat dengan jelas di belahan bumi bagian utara saat malam hari di musim panas.

  • Hujan Meteor Geminids

Hujan meteor Geminids terjadi setiap tahun dan puncaknya adalah pada bulan Desember.

Hujan meteor ini disebabkan oleh meteor yang berasal dari sebuah asteroid yang disebut 3200 Phaethon

  • Hujan Meteor Quandrantid

Hujan meteor Geminids biasanya terjadi pada bulan Januari.

Pengamatan dari hujan meteor ini lebih sulit dari beberapa hujan meteor lain karena fenomena puncaknya berlangsung sangat singkat (hanya dalam hitungan jam). (3)

Hujan meteor ini berasal dari konstelasi Bootes.

Meteor tertangkap kamera di atas Gunung Bromo saat hujan meteor Eta Aquarids 2013 (Justin Ng)

Hujan meteor lain yang bisa diamati adalah:

  • April Lyrids (Bulan April)
  • Eta Aquarids (Bulan Mei)
  • June Lyrids (Bulan Juni)
  • Ophiuchids (Bulan Juni)
  • Capricornids (Bulan Juli-Agustus)
  • Delta Aquarids (Bulan Juli-Agustus)
  • Pisces Australids (Bulan Juli-Agustus)
  • Alpha Capricornids (Bulan Juli-Agustus)
  • Iota Aquarids (Bulan Juli-Agustus)
  • Taurids (Bulan Oktober-November)
  • Cepheids (Bulan November)
  • Leonids (Bulan November)
  • Ursids (Bulan Desember) (4)

(TribunnewsWiki/Indah)



Nama Meteor


Sumber :


1. spaceplace.nasa.gov
2. www.awalilmu.com/2016/09/bahan-bahan-penyusun-meteor-dan-meteorit.html
3. forum.teropong.id
4. www.electronics-notes.com/articles/antennas-propagation/meteor-scatter-burst-communications/meteors-showers-types.php


Penulis: Indah Puspitawati
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer