Dari Hujan Meteor sampai Gerhana Matahari Cincin, Ini 4 Fenomena Langit di Akhir Tahun 2019

Penulis: Indah Puspitawati
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Gerhana Matahari

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Di akhir tahun 2019, akan ada beberapa peristiwa langit yang akan terjadi.

Di bulan Agustus, Oktober dan Desember, akan ada hujan meteor.

Sementara di bulan Desember, Indonesia termausk negara yang akan mengalami fenomena gerhana matahari cincin.

  • Hujan meteor Perseid

Dilansir dari earthsky.org, Hujan meteor Perseid telah dimulai lambat laun dan sedang menuju puncaknya.

Hujan meteor Perseid tahunan ini adalah salah satu hujan meteor yang paling populer.

Indonesia berkesempatan melihat fenomena menarik ini pada 13 Agustus 2019.

Setidaknya, ada 50 sampai 100 meteor yang akan melintas di langit malam.

Baca: Meteor

Hujan Meteor Perseid 2016 (Jeremy Perez)
  • Hujan meteor Orionid

Hujan meteor Orinoid berasal dari puing-puing Komet Halley yang terkenal dan melewati Bumi setiap 75 atau 76 sekali.

Hujan meteor ini terletak di rasi bintang Orion.

Akan ada 20 sampai 30 meteor setiap jamnya melintas di langit.

Puncak hujan meteor Orionid akan terjadi tanggal 21 Oktober 2019.

  • Hujan Meteor Geminid

Hujan meteor Geminid dapat disaksikan pada 14 Desember 2019.

Akan ada 80 meteor per jam saat hujan meteor Geminid,

Waktu terbaik untuk melihat adalah saat dini hari pukul 02.00 nanti.

Hujan meteor Geminid berusia hampir 200 tahun, menurut catatan yang diketahui.

Pengamatan pertama yang tercatat adalah pada tahun 1833 dari perahu sungai di Sungai Mississippi.

Hujan meteor Geminid (Asim Patel)
  • Gerhana Matahari Cincin

Dikutip dari Kompas, di bulan Desember Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena langka gerhana matahari cincin (GMC).

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkapkan GMC akan terjadi pada tangga 26 Desember 2019.

Baca: LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)

Gerhana Matahari Cincin 2012 (Kevin Baird)

Gerhana matahari cincin, atau annular solar eclipse, merupakan fenomena di mana posisi bulan berada di antara bumi dan matahari.

Namun bulan berada pada titik apogee (terjauh) sehingga gerhana matahari yang terjadi bukan gerhana matahari total.

Pada tahun 2017, gerhana matahari total atau solar ecplise terjadi.

Jalur gerhana matahari cincin 2019 di Indonesia (bobo.grid.id)

Titik greaterst eclipse (GE) yaitu ketika sumbu bayangan Bulan berada paling dekat dengan pusat Bumi berada di tengah selat di dekat Pulau Pedang, tepatnya berada pada koordinat (1,0089° LU; 102,2465° BT).

Waktu terjadinya GMC pada 26 Desember 2019 pada titik berdurasi selama 3 menit 39 detik.

Rincian waktunya adalah sebagai berikut:

- Mulai Gerhana Sebagian 10.22 WIB

- Mulai Gerhana Cincin 12.15 WIB

- Puncak Gerhana Cincin 12.17 WIB

- Gerhana Cincin Berakhir 12.19 WIB

- Akhir gerhana sebagian 14.13 WIB

(TribunnewsWiki/Indah)

Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki



Penulis: Indah Puspitawati
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer