Penembakan tersebut dilakukan oleh Brigadir Rangga Tianto kepada rekannya, Bripka Rahmat Efendy.
Diketahui jenis senjata yang digunakan Brigadir Rangga Tianto adalah senjata organik Polri berjenis HS-9.
Baca: Senjata HS-9
Baca: Begini Kronologi Polisi Tembak Polisi sebanyak 7 Kali hingga Korban Tewas di Tempat
Berikut fakta senjata api HS-9 yang dikutip Tribunnewswiki.com dari hs-produkt.hr pada Jumat (26/07/2019) :
1. Merupakan senapan api tangan atau pistol semi otomatis yang menggunakan magazen box atau tempat peluru
2. Diproduksi oleh HS Produkt, yaitu perusahaan yang didirikan oleh IM Metal pada 1991 di Kroasia
3. Memiliki 3 jenis yaitu HS-9 STANDARD, HS-9 TACTICAL, dan HS-9 SUB-COMPACT
Dikutip oleh Tribunnewswiki.com dari makalah-nkp.com pada Jumat (26/07/2019), berikut sistem keamanan yang menjadi spesifikasi dari HR-9, di antaranya:
- Firing Pin Status Indicator
HS-9 memiliki pin indikator yang memberi tanda jika dalam kondisi menonjol berarti sistem pemukul proyektil sudah aktif dan siap di picu untuk melakukan tembakan.
- The Loaded Chamber Indicator
Indikator tersebut memungkinkan penembak dapat melakukan verifikasi baik secara visual atau dengan sentuhan jika terdapat putaran di dalam chamber amunisi.
- Trigger Safety System
Trigger Safety System pada HS-9 dikombinasikan dengan sistem keamanan pada picu penarik pelatuk agar senjata tidak meledak sendiri ketika terjatuh atau terbentur.
- Grip Safety
Grip Safety merupakan sistem mekanis kunci pada lekukan atas grip pistol.
Tembakan hanya dapat dilepaskan jika Grip Safety dan trigger ditekan bersamaan.
5. Digunakan oleh elit militer dunia, FBI, dan Polisi Amerika Serikat
Senjata api jenis pistol HS-9 telah banyak digunakan secara global, misalnya Federal Bureau of Investigation (FBI), Polisi Sipil Amerika Serikat, juga digunakan oleh beberapa kesatuan elit dunia.
Di Indonesia sendiri HS-9 telah digunakan di jajaran Korps Brimob Polri untuk memperkuat persenjataan unit khusus mereka seperti unit CRT (Crisis Response Team) lawan teror, serta digunakan dalam penugasan internasional Polri di PBB dalam misi Formed Police Unit (FPU) di Sudan.
(TRIBUNNEWSWIKI/MAGI)