Bhayangkara FC

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bhayangkara FC


Daftar Isi


  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bhayangkara FC adalah klub sepak bola profesional yang berasal dari DKI Jakarta, Indonesia.

Bhayangkara FC lahir pada 2010 sebagai Persebaya (Divisi Utama).

Awal kelahiran Bhayangkara FC diwarnai banyak polemik dan juga kontroversi.

Bhayangkara FC lahir di tengah dualisme Persebaya Surabaya.

Ada dua Persebaya yang bermain di kompetisi berbeda akibat dualism liga yang terjadi di sepak bola Indonesia.

Persebaya 1927 bermain di Liga Primer Indonesia dan Persebaya Surabaya yang tampil di Divisi Utama.

Persebaya Surabaya yang bermain di Divisi Utama ini yang menjadi cikal-bakal terbentuknya Bhayangkara FC.

Terbentuknya Persebaya Surabaya yang tampil di Divisi Utama hadir berkat berkat campur tangan Wisnu Wardhana dan La Nyalla Mattalitti. (1)

Saat itu, keduanya mengakuisisi Persikubar Kutai Barat dan memindahkannya ke Surabaya dengan mengubah nama Persikubar menjadi Persebaya Surabaya di bawah kepemilikan PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB).

Persebaya dari Divisi Utama tidak mendapatkan simpati dari Bonek, yang merupakan loyalis klub berjuluk Bajul Ijo itu meski telah promosi ke Liga Super Indonesia pada 2014.

Sebagian besar Bonek menganggap bahwa Persebaya Surabaya versi PT MMIB merupakan Persebaya imitasi.

Setelah semusim mengarungi kompetisi LSI 2014, masalah yang lebih besar dialami Persebaya Surabaya versi PT MMIB,

Medio September 2014, Ditjen HAKI memutuskan hak merek dan logo Persebaya, sepenuhnya merupakan milik Persebaya 1927.

Setelah hak paten nama dan logo gagal didapatkan, aspek legalitas Persebaya yang akan tampil di LSI 2015 pun dipermasalahkan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Ketika mengikuti Piala Presiden 2015, untuk mengakali aspek legalitas menjadi permasalahan yang dialami Persebaya Surabaya itu lalu menambahkan “United” di nama belakang mereka.

Pada 30 Juni, gugatan Persebaya Surabaya kepada Persebaya 1927 untuk mendapatkan hak paten nama dan logo ke Pengadilan Niaga ditolak.

Maka, Persebaya Surabaya harus mengubah nama dan logo mereka.

Pada turnamen Piala Jenderal Sudirman, Persebaya menggunakan nama Bonek FC sebagai identitas.

Namun, itu mendapat pertentangan dari Bonek dan hingga akhirnya mereka pun memilih nama Surabaya United sebagai identitas baru.

Tak berlangsung lama, Surabaya United pun merger dengan PS Polri yang kemudian membuat nama klub tersebut kembali berubah menjadi Bhayangkara FC.

Kini, setelah merger dengan PS Polri, kepemilikan Bhayangkara FC berada di Badan Usaha Korlantas Polri. (2)

Nama Bhayangkara FC digunakan pada turnamen jangka panjang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, dan berlanjut hingga Liga 1 2019.

Bhayangkara FC sering mengalami pergantian logo, akibat klaim terhadap logo Persebaya yang ditolak pengadilan niaga.

Logo lawas dan logo terbaru Bhayangkara FC (wikipedia.org)

  • Perjalanan dan Prestasi


Bhayangkara FC beberapa kali berkompetisi di turnamen musiman yang muncul karena situasi sepak bola Indonesia yang tak menentu seperti Piala Presiden, Indonesia Soccer Championship hingga Indonesia Torabika Championship dalam rentang 2014 hingga 2016.

Pada 2013 sempat bermain di kasta kedua liga yakni Divisi Utama dengan nama Persebaya.

Di musim 2014, Bhayangkara FC kala masih menggunakan nama Persebaya bermain di kompetisi kasta tertinggi yakni Liga Super Indonesia hingga kini.

Meski begitu, Bhayangkara FC pernah menjuarai Liga Super Indonesia (kini Liga 1) pada tahun 2017.

  • Kontroversi


Selain kontroversi sejak awal pendirian klub, Bhayangkara FC juga kembali menuai perdebatan pada musim 2017.

Adalah sekelumit kontroversi hukuman atas pelanggaran administrative yang terjadi pada laga Mitra Kukar vs Bhayangkara FC yang berakhir imbang pada akhir musim Liga Indonesia 2017.

Kala itu, Bhayangkara berada di posisi kedua dibawah Bali United.

Pada laga tersebut, Mitra Kukar memainkan mantan pemain Liverpool dan Juventus, Mohammed Sissoko yang sebenarnya tak bisa dimainkan karena hukuman kartu.

Lalu, pemain asal Mali itu tetap dimainkan oleh Mitra Kukar dan lalu komdis PSSI memberikan hukuman.

Yang kemudian memancing kontroversi adalah hukuman yang dijatuhakn bukan berupa pengurangan poin atau dengan untuk Mitra Kukar, tetapi kemenangan alias tiga poin untuk Bhayangkara FC. (3)

Akhirnya, Bhayangkara naik ke puncak klasemen dan menjadi jawara Liga Indonesia 2017.

Selain kejanggalan itu, seringnya pengerahan polisi untuk menonton laga yang dilakoni Bhayangkara Fc juga banjir kritik dari para pemerhati sepak bola Indonesia.

Belum lagi sebagai klub baru, cara instan Bhayangkara FC langsung beredar di kasta tertinggi sepak bola Indonesia juga memancing kecemburuan sosial karena seharusnya semua klub profesional memulai dari kasta terbawah.

Bhayangkara FC, juara musim 2017 dengan segala kontroversinya.

  • Stadion dan Skuad


Bhayangkara FC termasuk klub yang rajin hidup nomaden dari satu stadion ke stadion lain.

Setelah tak mendapat antusiasme dari warga Surabaya, Bhayangkara FC lalu hijrah ke area Jabodetabek untuk mendapatkan markas dan suporter baru.

Mulai dari Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta Selatan dengan kapasitas 3000 orang hingga kini bermukim di Stadion Madya Gelora Bung Karno yang berkapasitas 9000 orang demi mengarungi Liga 1 2019.

Berikut daftar nama 25 Pemain Bhayangkara FC dalam Liga 1 Indonesia 2019 : (4)

KIPER

Wahyu Tri Nugroho

Awan Setho

Indra Adi Nugraha

BEK

Putu Gede

Nurhidayat

M. Fatchurohman

Bagas Adi

Jajang Mulyana

Alsan Sanda

Indra Kahfi

Anderson Salles

GELANDANG

Vendry Mofu

Muhammad Hargianto

Rachmad Hidayat

Lee Yoo-Joon

Reksa Maulana

Adam Alis

T.M Ichsan

Wahyu Suboseto

Sani Rizki

STRIKER

Ilham Armaiyn

Nur Iskandar

Dendy Sulistyawan

I Made Wirahadi

Herman Dzumafo

Pelatih

Alfredo Vera (Argentina)

(TribunnewsWiki.com/Haris Chaebar)



Informasi


Nama Klub Bhayangkara FC


Kompetisi Liga 1


Pelatih Angel Alfredo Vera




Sumber :


1. www.panditfootball.com/cerita/210409/SPN/171109/sejarah-terbentuknya-bhayangkara-fc-yang-penuh-polemik
2. sport.detik.com
3. tirto.id
4. jateng.tribunnews.com


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer