Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Orak-arik merupakan makanan yang berisi campuran sayur dan telur, ayam, babat, maupun sosis dan biasanya dijual di burjo.
Ada warung orak-arik yang terkenal dan memiliki banyak pengunjung di Semarang.
Warung tersebut terletak di sebuah gang dan selalu ramai pengunjung dari pagi hingga malam.
Sejarah warung
Warung tersebut milik Nursidah dan Sugiyar.
Nursidah mengatakan dulunya hanya menjual gendar pecel, namun kemudian berjualan menu lain karena mahasiswa Undip Pleburan dipindah ke Tembalang.
Baca: Shenina Cinnamon
Banyaknya mahasiswa yang datang membuat Nursidah menjual menu lainnya, seperti orak-arik, gongso, nasi goreng, ayam dan telur tempe bakar.
Nursidah mengungkapkan awalnya warung milik Nursidah kecil, namun seiring ramainya pembeli akhirnya warung tersebut menjadi besar.
Penemuan Resep
Awalnya Nursidah bekerja di warung penyet milik mahasiswa.
Hingga akhirnya, Nursidah keluar dan membuka usaha sendiri.
Penemuan resep orak-arik berawal dari anak Nursidah yang bernama Lin.
Menurut Nursidah, Lin menyukai makanan orak-arik dan sering memasaknya.
Akhirnya resep orak-arik tersebut sekarang menjadi resep rahasia.
Resep tersebut telah melewati ratusan kali uji coba demi menemukan formula terbaik.
Penjualan
Nursidah mengaku dalam sehari bisa menjual sekitar 1000 porsi makanan.
Termasuk di dalamnya, 200 porsi menu orak-arik.
Baca: Ustaz Abdul Somad (UAS)
Nursidah bersama sang suami, Sugiyar dan anaknya Lin meracik masakan dari pukul 03.00 pagi.
Nursidah mengaku bahan-bahan yang digunakan semuanya baru.
Dalam sehari, Nursidah menghabiskan 50kg kol dan 100kg beras.
Alamat dan Jam Operasional
Jalan Mulawarman Utara Dalam II RT 1 RW 3, Tembalang, Semarang.
Senin - Sabtu (06.00 - 21.00)
Orak-arik = Rp 12.000