Informasi
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sasando merupakan alat musik tradisional dari Kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sasando merupakan sebuah alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik dan terbuat dari bambu yang membentuk tabung panjang.
Baca: Tari Semarangan (Tari Gambang Semarang)
Baca: Tari Topeng Cirebon
Baca: Jangan Pernah Cuci Sumpit Menggunakan Air dan Detergen, Ini Alasannya
Nama Sasando atau yang disebut Sasandu oleh warga Rote memiliki arti alat yang bergetar atau berbunyi.
Sasando telah digunakan oleh masyarakat Rote sejak abad ketujuh. (1)
Sasando, dalam bidang organologi (ilmu tentang alat-alat musik) tergolong Sitar Tabung Bambu. (2)
Sejarah
Sejarah terciptanya Sasando salah satunya dimunculkan oleh Yusuf Nggebu.
Awal mula terciptanya alat musik Sasando konon diawali ketika ada seorang pemuda bernama Sangguana (1950-an) yang terdampar di pulau Ndana saat melaut dan kemudian ia dibawa oleh penduduk menghadap Raja di Istana.
Baca: Rujak Soto
Baca: Sujiwo Tejo
Baca: Dilaporkan karena Diduga Melecehkan Bali, Lisa Marlina Mengaku Dirinya Typo
Sangguana yang memiliki bakat seni akhirnya mampu membuat sang putri terpikat.
Lantas sang putri meminta Sangguana menciptakan alat musik yang belum pernah ada.
Suatu malam, Sangguana bermimpi sedang memainkan suatu alat musik yang indah bentuk maupun suaranya.
Diilhami oleh mimpi tersebut, Sangguana menciptakan alat musik yang diberi nama Sandu (artinya bergetar). Ketika sedang memainkannya Sang Putri bertanya lagu apa yang dimainkan dan Sangguana menjawab “Sari Sandu”. Alat musik itupun ia berikan kepada Sang Putri yang kemudian menamakannya Depo Hitu yang artinya Sekali Dipetik Tujuh Dawai Bergetar. (2)
Bentuk Alat Musik Sasando
Sasando memiliki bentuk utama yaitu berupa tabung panjang yang terbuat dari bamboo dan terdapat ganjalan-ganjalan tempat dawai atau senar yang direntangkan dari atas ke bawah.
Ganjalan-ganjalan pada tabung akan menciptakan nada yang berbeda pada tiap petikan.
Dan untuk resonansinya didapatkan dari peletakan tabung panjang ke dalam sebuah wadah setengah melingkar yang terbuat dari daun pohon gebang. (3)
Jenis-jenis Sasando
Berdasarkan struktur nada, sasando dibedakan menjadi dua jenis.
Pertama, sasando gong dengan sistem nada pentatonik memiliki yang dua belas dawai.
Sasando gong ini biasanya hanya bisa digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional masyarakat di Pulau Rote.
Kedua adalah sasando biola yang memiliki sistem nada diatonik dengan jumlah dawai mencapai 48 buah dan diperkirakan mulai berkembang pada akhir abad ke-18 di Kupang, NTT.
Kelebihan dari sasando ini terletak pada jenis lagu yang bisa dimainkannya lebih bervariasi. (4)
Jangan lupa untuk subscribe channel YouTube Tribunnewswiki.com