Menurut petugas pemadam setempat, setidaknya 26 orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka akibat kebakaran ini.
Dikutip Tribunnewswiki.com dari BBC.com, polisi yang mengatakan seorang pria masuk ke studio Kyoto Animation Co pada Kamis pagi.
Polisi mengatakan tersangka yang disebutkan berusia 41 tahun, menyemprot gedung tersebut dengan bensin sebelum membakarnya.
Menurut media Jepang NHK, beberapa orang masih belum ditemukan dan diduga masih terjebak di dalam gedung yang terbakar.
Tersangka telah ditahan, namun dibawa ke rumah sakit karena menderita luka-luka.
Baca: Kebakaran Terjadi di Gedung Kyoto Animation Jepang, Polisi: Setidaknya 12 Orang Tewas
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan insiden itu "terlalu mengerikan untuk disampaikan dengan kata-kata".
Shinzo Abe juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarganya yang terkena dampak dari insiden ini.
Kebakaran terjadi di gedung tiga lantai tersebut pada hari Kamis sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat (12.30 WIB).
Evakuasi dan operasi penyelamatan masih berlangsung hingga berita ini ditulis, pukul 18.00 WIB.
Media setempat menyebutkan bahwa polisi juga menemukan sejumlah pisau di tempat kejadian.
Media NHK menyebutkan pria itu terdengar berteriak "matilah kalian" ketika ia membakar gedung itu.
Tidak jelas apakah tersangka ini berhubungan dengan perusahaan pembuat animasi tersebut.
Saksi mata mendengar ada ledakan keras diikuti oleh kobaran yang dengan cepat melahap bangunan itu.
Petugas pemadam kebakaran menemukan 10 korban di tangga.
Tangga itu menghubungkan lantai dua ke atap dan dikhawatirkan masih banyak korban yang berada di lantai atas.
"Beberapa orang lain tampaknya gagal melarikan diri dari lantai dua," kata juru bicara petugas pemadam kebakaran kepada kantor berita AFP.
Baca: Ikuti Tren AgeChallenge, Ini Cara Aman Gunakan FaceApp untuk Antisipasi
Para polisi Jepang mengatakan para korban diduga meninggal karena menghirup asap beracun dari aksi pembakaran itu.
Dilaporkaan sekitar 36 orang dirawat di rumah sakit, beberapa dalam kondisi kritis.
Menurut petugas pemadam kebakaran, sekitar 70 orang berada di dalam gedung ketika kebakaran terjadi.
Laporan terbaru mengatakan pria itu bukan mantan karyawan perusahaan itu dan tidak memiliki koneksi yang jelas dengan Studio Kyoto Animation.
Laporan surat kabar Jepang mengatakan tersangka melarikan diri dari gedung menuju stasiun terdekat setelah membakar gedung tetapi kemudian dirinya pingsan.
Beberapa laporan mengatakan pelaku dikejar oleh beberapa karyawan Kyoto Animation.
"Seseorang dengan rambut hangus berbaring di tanah dan ada jejak kaki berdarah," kata seorang wanita 59 tahun yang tinggal di dekat lokasi kebakaran saat diwawancara kantor berita Kyodo.
Menurut media NHK, pelaku terluka dan dirawat di rumah sakit, sehingga polisi tidak bisa segera menanyainya.
Baca: Kalah dari Bhayangkara FC, Semen Padang Optimis Bisa Bangkit dari Keterpurukan
Gedung studio Kyoto Animation, yang juga dikenal sebagai KyoAni, didirikan sejak 1981.
Sejak didirikan Kyoto Animation telah menghasilkan karya animasi populer termasuk "K-On" dan "The Melancholy of Haruhi Suzumiya".
Studio ini juga merilis animasi 'A Silent Voice' pada tahun 2016.
Bahkan salah satu series dari KyoAni, 'Evergarden', diambil oleh Netflix untuk pasar global.
Kyoto Animation juga menerbitkan banyak novel bergambar yang populer di Jepang dan di dunia, terutama tentang kehidupan sekolah remaja.
Studio ini juga dikenal karena membayar animatornya dengan gaji tetap.
Hal ini sebenarnya melanggar standar penggajian dalam industri animasi, dan dipandang memberikan tekanan ekstrem pada staf.