Salat Gerhana

Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Gerhana matahari total dari Maba, Halmahera Timur, Rabu (9/3/2016). Awan sedikit menutupi saat gerhana total terjadi. (Kompas.com)


Daftar Isi


  • Gerhana Bulan juga disebut


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Saat terjadi Gerhana Bulan, umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan salat Khusuf.

salat Gerhana memiliki hukum sunah muakkad.

و) القسم الثاني من النفل ذي السبب المتقدم وهو ما تسن فيه الجماعة صلاة (الكسوفين) أي صلاة كسوف الشمس وصلاة خسوف القمر وهي سنة مؤكدة

Artinya, “Jenis kedua adalah salat sunah karena suatu sebab terdahulu, yaitu salat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah yaitu salat dua gerhana, salat gerhana matahari dan salat gerhana bulan. Ini adalah salat sunah yang sangat dianjurkan,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, Bandung, Al-Maarif, tanpa keterangan tahun, halaman 109). (1)

  • Pelaksanaan


Sebelum melaksanakan salat Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan terlebih dahulu diawali salat sunnah dua rakaat.

Setelah itu disusul melaksanakan dua khutbah seperti umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri dan salat Idul Adha.

Namun bedanya salat Gerhana Bulan dilakukan dua kali rukuk, namun dua khutbah setelah salat Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua yang terdapat pada salat Ied.

Jamaah salat Gerhana itu umat islam, namun bedanya yang menjadi imam dianjurkan dari pemerintahan setempat. 

Niat Salat Gerhana:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Saya salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.” (2)

Shalat Gerhana. (Grid id)

  • Tata cara


1. Berniat di dalam hati untuk melaksanakan salat Gerhana

2. Melaksanakan Takbiratul Ihram seperti melakukan salat biasa

3. Membaca doa iftitah dan berta'awudz

4. Membaca surat Al Fatihah dan dilanjutkan dengan membaca Surat Al Baqarah atau surat yang panjang, ketika membaca itu dibaca secara lantang.

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika salat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

5. Kemudian rukuk sambil memanjangkannya, ketika bangkit dari rukuk sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

6. Setelah melaksanakan Itidal tidak langsung sujud tetapi dilanjutkan membaca Surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang.

7. Kemudian Rukuk kedua yang panjangnya lebih pendek dari yang dilakukan di rukuk pertama

8. Kemudian melaksanakan itidal lagi.

9. Kemudian sujud yang panjangnya seperti rukuk, dan duduk diantara dua sujud setelah itu sujud kembali.

10. Setelah itu bangkit dari sujud dan melaksanakan rakaat kedua seperti rakaat pertama namun menggunakan bacaan yang lebih singkat dari yang pertama.

11. Tasyadud

12. Salam

13. Setelah selesai Imam memberikan khutbah untuk menyampaikan kepada jamaah untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, sedekah dan membebaskan budak. (3)

Jangan lupa subscribe channel YouTube Tribunnewswiki.com!



(Tribunnewswiki.com/Sekar D S)


Nama Shalat Gerhana


Sumber :


1. www.nu.or.id/post/read/85621/tata-cara-shalat-gerhana-bulan
2. rumaysho.com


Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer