Cristiano Ronaldo Jadi Hebat karena Sir Alex Ferguson Tak Lakukan Hal Ini kepada Cristiano Ronaldo

Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sir Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Siapa penggila bola saat ini tak kenal nama Cristiano Ronaldo.

Nama Cristiano Ronaldo sudah begitu mentereng di jagad sepakbola dunia.

Cristiano Ronaldo sudah melejit saat membela Manchester United yang dilatih Sir Alex Ferguson, sebelum meneruskan petualangan bersama Real Madrid dan Juventus.

Bakat Cristiano Ronaldo mampu diarahkan Sir Alex Ferguson dengan baik selama membela Manchester United.

Selain berbagai gelar Individu, Ronaldo mempersembahkan beberapa gelar di antaranya 1 gelar Liga Champions, 3 Liga Inggris, 2 Piala Liga Inggris, dan 1 Piala FA.

Semasa aktif melatih, Sir Alex Ferguson dikenal sebagai pelatih genius dan keras.

Baca: Rujak Cingur

Baca: 3 Artis Cantik yang Kerap Dibilang Kembaran Nagita Slavina, Siapa Paling Mirip?

Baca: Tak Luntur Termakan Umur, Berikut Pesona Anjasmara di Usia Kepala Empat

Baca: Efek Rumah Kaca

Baca: Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia

Pelatih asal Skotlandia itu mampu mengarahkan sebagian besar pemainnya mengembangkan potensi terbaiknya.

Kesuksesan Ronaldo bisa dibilang karena Ferguson tahu bagaimana menangani ego sang pemain.

Sampai muncul istilah hairdeyer treatment untuk menggambarkan bagaimana kondisi yang akan diterima pemain jika melakukan kesalahan.

Namun demikian tidak semua pemain mendapat perlakuan keras dari Ferguson, contohnya adalah Ronaldo.

Dilansir BolaSport.com dari Daily Mail, pernyataan tersebut dikeluarkan mantan rekan Ronaldo di Manchester United, Jonathan Spector.

Spector bergabung dengan Man United pada Januari 2004, dan menjadi rekan satu tim Ronaldo hingga 2006.

Dilansir BolaSport.com, dalam wawancara eksklusif dengan American Gambler, Spector mengaku tak pernah melihat Ronaldo dimarahi.

Spector menyebut Ferguson menangani setiap pemain dengan pendekatan berbeda.

"Lucu, Ferguson tak pernah berbicara dengan saya seperti itu," ujar Spector.

Baca: Soto Kudus

Baca: Doctor Strange

Baca: Ratna Galih

Baca: Perempuan yang Juluki Jokowi The New Firaun Jadi Tersangka, Suami Sudah Lama Ingatkan

Baca: Jamu Tradisional

"Saya pikir Ferguson sangat pintar dengan hal itu (cara pendekatan), karena dia tahu bagaimana cara berbicara dengan pemain, karena mereka tidak bereaksi sama dengan kritik", ujar Spector menambahkan.

Spector menilai, cara yang dipakai Ferguson mampu menyesuaikan untuk setiap pemain.

Tak semua pemain mendapat perlakuan keras, untuk mengarahkan pemain dan mengembangkan bakatnya perlu pendekatan yang tepat.

"Beberapa pemain merespon baik, sementara lainnya merespon baik ketika anda memahami mereka, dan dia (Ferguson) tahu cara berbicara kepada pemain, dia sangat pintar dengan itu, ujar Spector.

"Tetapi saya tak pernah melihay ia berteriak kepada Ronaldo, tapi saya pikir itu bukan pengistimewaan, dia tahu cara yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik dari pemainnya," ujar Spector menambahkan.

Bek asal Amerika Serikat itu menggambarkan Ronaldo sebagai pemain yang frustasi.

Ronaldo juga disebut pemain berbakat, tetapi ia belum merupakan produk jadi di Manchester United.

Ferguson punya peran penting dalam mengembangkan Ronaldo.

"Ferguson melakukan pekerjaan dengan baik untuk para pemain di sekitarnya, dia membuat mereka menjadi lebih baik," ujar Spector.

Meski sama-sama merasakan tangan dingin Ferguson di Manchester United, Spector tak seberuntung Ronaldo.

Pada tahun 2006, Spector dilepas Manchester United ke West Ham United.

Sempat berpindah-pindah, sementara ini Spector belum memiliki klub baru.



Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer