Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Alergi adalah sebuah reaksi dari sistem kekebalan tubuh manusia terhadap suatu benda. (1)
Reaksi tersebut tidak menimbulkan reaksi di tubuh orang lain.
Reaksi tersebut dapat muncul dalam bentuk pilek, gatal-gatal, dan sesak napas.
Alergi akan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara abnormal terhadap zat umum dalam lingkungan.
Zat yang menyebabkan alergi disebut dengan alergen.
Jenis
Pada umumnya alergi dibedakan menjadi tiga kategori yaitu alergi tertelan, alergi kontak, dan alergi dihirup.
Alergi tertelan ini biasanya disebabkan oleh makanan.
Alergi kontak ini terjadi ketika terdapat zat yang mampu menunjukkan reaksi alergi seperti zat pewarna rambut.
Alergi hirup ini merupakan alergi yang umum terjadi, biasanya disebabkan ketika seseorang bernafas dan kemudian menghirup debu.
- Alergi Makanan
Alergi jenis ini dikenal dengan hipersensitivitas makanan yang terjadi ketika penderita memiliki reaksi imunologi yang abnormal terhadap makanan. (2)
Makanan yang dapat menyebabkan alergi pada umumnya ialah susu sapi, kacang-kacangan, telur, dan buah.
- Alergi Kontak
Alergi kontak biasanya terjadi ketika alergen menyentuh kulit seseorang.
Alergen yang menimbulkan reaksi alergi ialah sabun, deterjen, pewarna rambut, perhiasan, pelarut, dan lilin.
- Alergi Hirup
Alergi hirup biasanya terjadi ketika musim tertentu.
Jenis lain dari alergen udara yaitu jamur, bulu hewan peliharaan, dan debu tungau yang terdapat di dalam ruangan.
Asma bukan termasuk dalam alergi hirup, melainkan infeksi pernafasan yang membutuhkan obat tertentu.
Penyebab
Berdasarkan jenis-jenis alergi, penyebab alergi terbagi dalam beberapa kategori umum yaitu penderita dan faktor lingkungan. (3)
Penderita meliputi keturunan, jenis kelamin, ras dan umur.
Sedangkan untuk faktor lingkungan, alergi dapat disebabkan dari penyakit infeksi selama masa anak-anak, tingkat alergen, dan polusi.
Alergi makanan juga bisa desebabkan dari susu sapi, kedelai, kacang, telur, ikan, dan udang.
Sedangkan alergi yang disebabkan bukan dari makanan udara atau pun zat yang bersinggungan dengan kulit secara langsung.
Protein juga dapat menyebabkan timbul alergi.
Poison oak, poison ivy, dan ragweed termasuk alergen alam yang menyebabkan reaksi alergi.
Alergi juga dapat disebabkan dari faktor keturunan yang diturunkan dari kedua orangtua.
Alergi akibat keturunan dapat dicegah dengan memberikan ASI ekslusif pada enam bulan pertama setelah kelahiran.
Diagnosis
Untuk mendiagnosis alergi, seorang dokter akan bertanya tentang gejala yang muncul dan aktivitas yang dilakukan sebelum gejala tersebut muncul.
Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, selanjutnya dokter akan melakukan tes alergi pada kulit dan tes darah pada penderita untuk memberi bukti terjadi alergi.
Gejala dan Tanda
Gejala alergi makanan bisa terjadi dengan timbulnya rasa gatal (urtikaria) yang muncul setelah mengkonsumsi makanan.
Gejala alergi makanan yang lebih parah ditandai dengan kram perut, muntah, atau diare yang disertai dengan ruam-ruam gatal dan pembengkakan bibir atau mata.
Gejala alergi yang dialami ketika alergi kulit ialah kemerahan, gatal, bengkak dan terasa panas.
Berbeda lagi dengan gejala yang dialami penderita alergi hirup.
Penderita akan mengalami gejala bersin-bersin berkepanjangan.
Gejala alergi juga dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu (4) :
1. Ringan
Gejala ringan ini ditandai dengan rasa gatal dan sedikit bersin-bersin.
2. Sedang
Gejala ini ditandai dengan bersin terus menerus selama beberapa menit.
Kemudian disertai dengan hidung tersumbat dan mata berair.
Gatal dan ruam yang timbul selama beberapa jam.
3. Berat
Gejala alergi berat ditandai ketika penderita tidak mampu bangun dari tempat tidur karena sesak napas dan kesemutan hebat.
Reaksi alergi yang paling parah disebut dengan anafilaksis.
Anafilaksis menyababkan seluruh tubuh bereaksi dengan ditandai rasa gatal, sesak, bagian tubuh bengkak, dan lain sebagainya.
Gejala alergi ini berbahaya dan mampu mengancam jiwa.
Pengobatan
Untuk dapat mengobati alergi, penderita alergi harus menghindari zat pemicu alergi. (5)
Namun ketika terlanjur terkena alergi, penderita alergi dapat mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Berikut jenis obat untuk alergi :
- Antihistamin
Antihistamin digunakan dalam bentuk tablet, krim, cair, dan tets mata.
Obat ini dipakai tergantung area yang terkena alergi.
- Kortikosteroid
Penggunaan obat ini bisa dalam bentuk semprot hidung, tetes mata, krim, inhaler, dan tablet.
- Dekongestan
Obat ini berguna untuk melegakan hidung tersumbat.
- Penghambat Leukotrien
Obat ini mampu menghambat pembengkakan saluran pernapasan saat terjadi reaksi alergi.
Obat ini juga tersedia dalam bentuk tablet.
- Terapi Desensitasi
Terapi ini dilakukan dengan cara memberikan alergen dalam dosis kecil.
Alergen diberikan melalui suntikan, tetesan maupun tablet yang diletakkan di bawah lidah.
Tujuan pemberian ini ialah untuk membiasakan tubuh terhadap alergen tersebut.
- Adrenalin
Suntikan adrenalin ini diberikan kepada gejala alergi berat.
Pencegahan
Alergi dapat dicegah dengan beberapa hal berikut (6) :
- Menjaga kebersihan lingkungan seperti menjaga kebersihan rumah dan hewan peliharaan.
- Menjaga kebersihan diri.
- Menggunakan pakaian tertutup saat berpergian.
- Gunakan masker saat keluar rumah.
- Hindari penggunaan kemoceng karena dapat menyebabkan alergi.
- Membuka pintu dan jendela agar sirkulasi udara lancar.
- Mencatat jenis makanan yang menimbulkan alergi.
- Membaca label kemasan ketika hendak membeli makanan.
- Jangan menjemur pakaian di dalam rumah.