Asal Usul
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Waduk Gajah Mungkur merupakan satu di antara waduk terbesar di Asia Tenggara yang terletak di Sendang, Wonogiri, Jawa Tengah.
Asal usul terbentuknya Waduk Gajah Mungkur berawal dari perebutan kekuasaan Gajah Mego dan Gajah Mungkur. (1)
Gajah Mego merupakan anak dari keponakan seorang raja bernama Gajah Madep.
Pada suatu hari, Gajah Madep meminta Gajah Mego untuk menjadi patih kerajaan.
Namun, Gajah Mungkur tidak menerima keputusan tersebut karena masih terlalu muda untuk menjadi seorang patih.
Pada akhirnya Gajah Mego dan Gajah Mungkur saling beradu dan terbentuk sebuah lubang besar.
Lubang tersebut kemudian diisi air lalu terbentuklah sebuah waduk.
Di Waduk Gajah Mungkur juga terdapat makam yang berada di tengah-tengah waduk yang dapat dilihat ketika musim kemarau.
Menurut warga sekitar, makam tersebut merupakan petilasan kerajaan yang ada di daerah Wonogiri.
Pembangunan
Rencana pembangunan Waduk Gajah Mungkur ada sejak tahun 1964. (2)
Sedangkan rencana induk pembangunan direncanakan pada tahun 1972 hingga tahun 1974.
Waduk Gajah Mungkur mulai dibangun pada akhir tahun 1976 hingga 1981.
Pada tahun 1982, Waduk Gajah Mungkur mulai beroperasi.
Saat itu pembangunan Waduk Gajah Mungkur dilakukan secara swakelola oleh 2500 pekerja dengan 35 konsultan Nippon Koei Co Ltd Jepang.
Pembangunan Waduk Gajah Mungkur menenggelamkan 51 desa di enam kecamatan.
Sebanyak 67.515 jiwa secara sukarela meninggalkan daerah tersebut dengan transmigrasi di tahun 1976.
Beberapa penduduk bertransmigrasi ke Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan.
Pembangunan Waduk Gajah Mungkur tidak terlepas dari pengorbanan masyarakat pada saat itu.
Informasi Waduk Gajah Mungkur
Waduk Gajah Mungkur terletak di Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. (3)
Waduk Gajah Mungkur merupakan satu di antara waduk terbesar di Asia Tenggara.
Waduk yang dibangun pada akhir tahun 1976 ini membendung sungai terpanjang di Pulau Jawa yaitu Sungai Bengawan Solo. (4)
Luas Waduk Gajah Mungkur sekitar 8800 hektar dan luas daerah tangkapan air di Waduk Gajah Mungkur mencapai 1350 kilometer.
Waduk Gajah Mungkur dapat mengairi sawah seluas 23600 hektar di empat kabupaten, yaitu Sukoharjo, Klaten, Sragen dan Karanganyar.
Saat ini, Waduk Gajah Mungkur tidak hanya digunakan sebagai pengairan, akan tetapi Waduk Gajah Mungkur dijadikan obyek wisata.
Manfaat
Waduk Gajah Mungkur memiliki beberapa manfaat selain di bidang perairan. (5)
Waduk Gajah Mungkur dibangun untuk pengendalian banjir (flood control) Sungai Bengawan Solo.
Selain untuk pengendalian banjir, Waduk Gajah Mungkur mampu mengairi sawah seluas 23600 hektar di beberapa wilayah seperti Sukoharjo, Klaten, Sragen, dan Karanganyar.
Waduk Gajah Mungkur juga dapat memasok air minum untuk Kota Wonogiri dan sekitarnya.
Manfaat lain Waduk Gajah Mungkur yaitu dapat menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 12,4 MegaWatt.
Terdapat tempat rekreasi di sekitar Waduk Gajah Mungkur seperti Obyek Wisata Sendang Asri Wonogiri yang menyediakan berbagai fasilitas untuk rekreasi.
Waduk Gajah Mungkur juga digunakan untuk budidaya perikanan air tawar seperti budidaya Karamba Jala Apung.
Daya Tarik
Waduk Gajah Mungkur memiliki daya tarik yang dapat dinikmati pengunjung. (6)
Di Waduk Gajah Mungkur, pengunjung dapat memancing ikan pada pagi dan sore hari.
Pengunjung juga dapat bermain bersama hewan yang ada di sekitar waduk.
Tak hanya itu, taman bermain seperti kereta kelinci juga menjadi daya tarik bagi anak-anak ketika berkunjung ke waduk ini.
Di sekitar Waduk Gajah Mungkur terdapat sebuah taman bernama Taman Tombo Galau.
Pengunjung dapat bermain permainan tradisional seperti permainan ular tangga, catur, dan lain sebagainya.
Fasilitas
Berikut ini fasilitas yang tersedia di Waduk Gajah Mungkur (7) :
- Taman Satwa
- Kolam Renang
- Permainan untuk anak-anak
- Jet Sky
- Perahu
- Sepeda Air
- Sarana Olahraga Gantole
- Karamba (rumah apung)
- Tempat Parkir
- Tempat Ibadah
- Toilet
- Kereta Kelinci
- Tiket Naik Gajah
Retribusi dan Operasional
Waduk Gajah Mungkur dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. (8)
Untuk memasuki kawasan waduk, pengunjung dikenakan biaya Rp 5000 untuk hari Senin hingga Jumat dan Rp 7000 untuk hari Sabtu dan Minggu.
Apabila pengunjung menikmati wahana yang ada di Waduk Gajah Mungkur, maka dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10000 untuk perahu.