Tugu Muda

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penampilan Tugu Muda saat malam hari (semarangkota.go.id)


Daftar Isi


  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Tugu Muda merupakan satu diantara beberapa monumen bersejarah yang terdapat di Kota Semarang.

Tugu Muda terletak di tengah pertemuan antara Jalan Imam Bonjol, Jalan pemuda, Jalan Pandanaran, dan Jalan Mgr Sugiyapranata.

Tugu Muda dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran Lima hari di Semarang pada tanggal 15 hingga 19 Oktober 1945.

Kawasan Tugu Muda Semarang (cagarbudaya.kemdikbud.go.id)

Pertempuran Lima Hari di Semarang dilatarbelakangi peristiwa pelucutan senjata yang dilakukan pasukan Jepang (Kidobutai) terhadap delapan polisi yang tengah menjaga persediaan air minum (reservoir) di daerah  Candi, Semarang.

Pada saat itu tersiar kabar jika Kidobutai  meracuni reservoir tersebut.

Dr. Kariadi, Kepala Laboratorium Rumah Sakit Purusara saat itu kemudian ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan terhadap reservoir tersebut.

Namun dalam perjalanannya, Dr. Kariadi mendapatkan serangan hingga mengakibatkan dirinya gugur.

Gugurnya Dr. Kariadi menyebabkan kemarahan para pemuda.

Baca: Banjir Dukungan Gara-gara Bau Ikan Asin, Fairuz A Rafiq dan Suami Balas Ucapan Terima Kasih

Pada 15 Oktober 1945, Kidobutai  melakukan serangan cepat dengan alasan untuk melindungi orang- orang  Jepang dari serangan orang-orang Indonesia.

Serangan Kidobutai semakin besar setelah mengetahui Jenderal Nakamura, komandan pasukan Jepang untuk  Jawa – Madura, ditawan di Magelang.

Asrama Pemuda, Gedung Gubernuran, Penjara Bulu, dan Rumah Sakit Purusada berhasil dikuasai pasukan Kidobutai.

Gubernur Jawa Tengah saat itu, Mr. Wongsonegoro beserta dengan kepala Rumah Sakit Purusara, dr. Soekardjo, ditawan di markas Kidobutai di Jatingaleh. 

Untuk mengenang pengorbanan rakyat dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang, dibangunlah sebuah tugu di tengah alun-alun Semarang.

Mr Wongsonegoro, Gubernur Jawa Tengah saat itu, meletakkan batu pertama pembangunan tugu yang diberi nama Tugu Muda pada 28 Oktober 1945.

Tugu Muda dibongkar oleh tentara Belanda yang tergabung dalam Nederlandsch Indië Civil Administratie (NICA) dan Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Interness (RAPWI), saat perang melawan sekutu pada November 1945.

Pembangunan Tugu Muda (cagarbudaya.kemdikbud.go.id)

Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI) pada 20 November 1949 memprakarsai pembangunan kembali Tugu Muda.

Pembangunan Tugu Muda baru terlaksana pada 31 Oktober 1951 atas prakarsa Walikota Semarang saat itu, Hadisoebeno Sosrowerdojo.

Pada 10 November 1951 batu pertama pembangunan diletakkan oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Boediono.

Lokasi pembangunan Tugu Muda dipindah dari alun-alun Semarang ke simpang lima yang berada di depan kantor Divisi Diponegoro yang merupakan bekas lahan Taman Wilhelmina. (1)

Tugu Muda diresmikan oleh Presiden Soekarno pada (20/5/1953) (cagarbudaya.kemdikbud.go.id)

Tugu Muda diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 20 Mei 1953 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional.

  • Arsitektur


Di bagian atas Tugu Muda berbentuk seperti api yang sedang menyala.

Bentuk api menggambarkan semangat juang rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Di bagian tengah atau tubuh Tugu Muda berbentuk menyerupai bambu  runcing, yang menggambarkan senjata yang dipakai para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bambu runcing ini berbentuk tegak ke atas dan berjumlah lima buah, ini menggambarkan Pertempuran Lima Hari yang terjadi di Semarang

Di bawah bagian bambu runcing terdapat lima buah batu yang mempunyai pahatan lambang sila-sila dalam Pancasila.

Di bagian bawah Tugu Muda terdapat lima penyangga yang mempunyai berbagai macam hiasan pahatan.

Baca: Layanan Instagram dan WhatsApp Tumbang, Facebook Minta Maaf Lewat Twitter

Relief Hongerodeem atau yang berarti busung lapar, merupakan pahatan yang dibuat oleh seniman Edhi Sunarso.

Relief Hongerodeem pada Tugu Muda menggambarkan penderitaan rakyat Indonesia di masa penjajahan Jepang dan Belanda.

Relief Pertempuran pada Tugu Muda dipahat oleh Joeski yang berasal dari Aceh.

Pahatan patung ini mempunyai arti semangat pertempuran dan keberanian Angkatan Muda Semarang saat Pertempuran Lima Hari. 

Relief Penyerangan pada Tugu Muda dipahat oleh Bakri dan menggambarkan perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah yang selalu mencoba menggagalkan usaha rakyat Indonesia untuk merdeka.

Relief Korban pada Tugu Muda yang dipahat oleh Nasir Bondan menggambarkan rakyat yang menjadi korban dalam Pertempuran Lima Hari. 

Relief Kemenangan pada Tugu Muda yang dibuat oleh Djony Trisno berkisah kemenangan yang didapat oleh rakyat Indonesia atas hasil usaha dan pengorbanan yang dilakukan  

Sementara relief lain pada Tugu Muda dibuat oleh Roestamadji. (1)

  • Ditetapkan sebagai cagar Budaya


Kawasan Tugu Muda Semarang ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya.

Penetapan itu berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2011-2031. (2)

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy Setyowati)



Nama Tugu Muda


Titik Koordinat 6°59'03.5


Google Maps https://goo.gl/maps/DXeWwVWfV3THFRCv8


SK Penetapan SK Walikota No646/50/1992


SK Menteri No369/M/2017


Pengelola Pemkot Semarang


Lokasi Jl. Yudistira No.5, Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50131


Sumber :


1. cagarbudaya.kemdikbud.go.id
2. situsbudaya.id


Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer