Kehidupan Pribadi
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Cholil Mahmud lahir di Jakarta pada 28 April 1976.
Meski lahir dan besar di Jakarta, namun Cholil Mahmud adalah keturunan Jawa tulen.
Ayah Cholil Mahmud yang merupakan dosen Bahasa Arab di IAIN Jakarta (sekarang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) adalah seorang keturunan Babat, Lamongan, Jawa Timur.
Sedangkan ibu Cholil Mahmud merupakan perempuan asal Banjarnegara, Jawa Tengah.
Cholil Mahmud merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara.
Konon, kakek dari ibunya merupakan pemain biola di Banjarnegara pada masanya, kendati demikian keluarganya tidak ada yang menjadi musisi.
Pada 2008, Cholil Mahmud mempersunting seorang perempuan yang juga lihai menyanyi, Irma Hidayana.
Keduanya bertemu di tempat kerja mereka.
Saat itu, Cholil Mahmud yang merupakan sarjana akuntansi bekerja sebagai akuntan di Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan, sedangkan Irmah Hidayana bekerja sebagai editor jurnal di Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK).
Saat menikah, Cholil Mahmud dan Irma Hidayana membuat rekaman duet mereka yang kemudian mereka jadikan sebagai suvenir pernikahan tersebut.
Duet Cholil Mahmud dan Irma Hidayana dikenal dengan nama panggung Indie Art Wedding (IAW), setahun berselang lagu mereka dirilis oleh YesNoWave, sebuah netlabel asal Yogyakarta.
Dari pernikahan tersebut, Cholil Mahmud dan Irma Hidayana dianugerahi seorang anak laki-laki yang dinamai Angan Senja. (1)
Baca: Iwan Fals
Baca: Beyoncé Giselle Knowles
Baca: Taylor Swift
Riwayat Pendidikan
Cholil Mahmud menghabiskan masa kanak-kanak sampai kuliahnya di Jakarta.
Cholil Mahmud merupakan alumni SMA 47 Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Lulus dari SMA, Cholil Mahmud melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas mengambil jurusan akuntansi.
Cholil Mahmud pernah melanjutkan S2 di Amerika mengambil jurusan sosiologi.
Namun belum sampai selesai, ia kemudian diterima di jurusan politik seni di New York University.
Cholil Mahmud berhasil menyelesaikan pendidikan S2-nya dengan cemerlang, IPK-nya hampir sempurna, yakni 3,98 dengan maksimal 4,00. (2)
Riwayat Karier
Sejak kecil, Cholil Mahmud sudah sangat akrab dengan musik karena keluarganya memang penggila musik.
Cholil Mahmud sudah mulai belajar gitar ketika masih duduk di bangku kelas lima SD.
Masuk ke SMP, Cholil Mahmud bergabung dengan band sekolah dan kerap membawakan lagu-lagu metal seperti Metallica, Skid Raw, hingga Anthrax.
Semasa SMA, Cholil kerap mengikuti berbagai festival bersama grup musiknya.
Grup musiknya semasa SMA bertahan sampai ia kuliah.
Pada 1998, band-nya hampir saja menjalin kerja sama dengan sebuah label rekaman.
Sayangnya badai krisis membuat dunia bisnis lesu, negosiasi itu pun berakhir pada jalan buntu.
Bersama Adrian Yunan Faisal, kawan satu SMA-nya, Cholil Mahmud mulai intens berdiskusi dan menciptakan lagu di penghujung 1999.
Pada 2001, keduanya bertemu dengan Akbar.
Mereka juga bertemu dengan dua orang lain yang menjadi pengisi gitar dan kibor, namun tidak lama keduanya keluar hingga menyisakan Cholil, Adrian, dan Akbar saja di grup musik mereka.
Cholil Mahmud yang semula hanya sebagai vokalis pun harus merangkap sebagai gitaris, sedangkan Adrian dan Akbar masing-masing memegang gitar bass dan drum.
Mereka memakai nama Efek Rumah Kaca pertama kali pada September 2005, ketika mereka tampil dalam peringatan setahun meninggalnya Munir, seorang pejuang HAM.
Mereka tampil di Goethe Institut, Menteng, Jakarta Pusat dengan membawakan lagu berjudul “Di Udara”, sebuah lagu yang menceritakan kisah perjuangan Munir.
Efek Rumah Kaca terus mencari karakter musik mereka.
Pada 2007, Cholil Mahmud bersama Efek Rumah Kaca merilis album berjudul self titled mereka.
Album mereka ternyata mendapat respons positif dari masyarakat.
Single mereka yang berjudul “Cinta Melulu” meledak.
Setahun kemudian mereka mendapat penghargaan “The Best Cutting Edge” dari MTV Indonesia dan “Rookie of the Year” dari Rolling Stone.
Pada 2008, mereka merilis album keduanya yang berjudul “Kamar Gelap”.
Album ini berhasil menyabet penghargaan “The Best Album” pada ajang perdana Indonesia Cutting Edge Music Award (ICEMA) 2010.
Album ketiga mereka yang berjudul Sinestesia rilis cukup lama dari album keduanya, yakni pada penghujung 2015.
Hal ini karena pada 2014, Cholil Mahmud harus ke Amerika untuk melanjutkan S2-nya.
Sebenarnya alasan utama kepergian Cholil Mahmud ke Amerika karena Irma mendapat beasiswa S2 di Montclair State University, New Jersey, Amerika Serikat pada 2013.
Anak mereka, Angan Senja yang kala itu masih harus diberi ASI membuat Cholil Mahmud harus ikut Irma ke Amerika.
Di Amerika, Cholil Mahmud pun akhirnya ikut melanjutkan kuliah S2-nya.
Album Sinestesia baru bisa diselesaikan ketika Cholil Mahmud pulang ke Indonesia.
Namun tidak lama, Irma kembali mendapat beasiswa S3 di Colombia University, sehingga mereka harus merantau kembali ke Negeri Paman Sam tersebut.
Selain menjadi musisi dan penulis lirik, Cholil Mahmud juga sempat menjadi seorang akuntan selama 13 tahun.
Di kantornya inilah ia bertemu dengan Irma Hidayana yang kemudian menjadi istrinya.
Cholil Mahmud juga sempat mendirikan band bernama Pandai Besi.
Pandai Besi ini ia bentuk karena kejenuhannya dengan warna yang dimiliki Efek Rumah Kaca. (3)
Selain aktif sebagai musisi, Cholil Mahmud juga aktif menulis.
Cholil Mahmud kerap menulis esai untuk berbagai media.
Penghargaan dan Nominasi
Karya Produksi Alternative Terbaik, AMI Awards 2008, 2008, Nominasi
The Best Cutting Edge, MTV Indonesia Award 2008, 2008, Menang
Rookie of the Year, Rolling Stone Indonesia, 2008, Menang
Class Music Heroes, Class Music Heroes 2009, 2009, Menang
150 Lagu Indonesia Terbaik (Di Udara), Rolling Stone Indonesia, 2009, Ke-131
150 Lagu Indonesia Terbaik (Cinta Melulu), Rolling Stone Indonesia, 2009, Ke-143
The Best Album (Kamar Gelap), Indonesia Cutting Edge Music Awards 2010, 2010, Menang
Favorite Alternative Song, Indonesia Cutting Edge Music Awards 2010, Menang
Album of the Year (Sinestesia), Indonesian Choice Awards 2016, 2016, Nominasi
Karya Produksi Alternatif Terbaik (Merah), AMI Awards 2016, 2016, Nominasi
Karya Produksi Alternatif Terbaik, AMI Awards 2017, 2017, Nominasi (4)
Jangan lupa subscribe channel Youtube TribunnewsWIKI Official