Museum Kretek Kudus

Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tampak depan Museum Kretek Kudus. (Tribunnews.com)


Daftar Isi


  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Museum Kretek Kudus berdiri dan diresmikan pada 3 Oktober 1986 oleh H Soepardjo Roestam yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. (1)

Tidak hanya mengesahkan, Soepardjo Roestam juga yang mencetuskan dibangunnya Museum Kretek Kudus.

Ketika berkunjung ke Kudus, Soepardjo Rustam melihat kontribusi bisnis rokok yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah, bahkan nasional.

Hal ini tidak lepas dari potensi sumber daya alam Kudus yang luar biasa.

Atas dasar itu, maka Soepardjo Roestam menggagas dibangunnya Museum Kretek Kudus.

Museum Kretek Kudus kemudian menjadi simbol kebudayaan masyarakat Kudus, sekaligus menyuguhkan jejak kekayaan Nusantara berupa produk-produk rokok sebagai komoditas yang menjanjikan di Indonesia, bahkan dunia. (2)

Dengan sokongan dana dari Persatuan Pengusaha Rokok Kudus (PPRK), Museum Kretek Kudus pun dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar. (3)

Gerbang masuk Museum Kretek Kudus. (www.indonesiakaya.com)

  • Kretek dan Museum Kretek Kudus


Museum Kretek Kudus beralamat di Jalan Getas Pejaten No.155, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Museum Kretek Kudus didirikan di atas lahan seluas 2,5 hektar.

Di lahan ini, tidak hanya berdiri bangunan Museum Kretek Kudus, tapi ada juga rumah adat Kudus, waterboom, techno hall, ember tumpah, pojok buruh rokok, sampai mini movie. (4)

Museum Kretek Kudus menjadi museum kretek pertama di Indonesia, yang kemudian disusul dengan adanya House of Sampoerna di Surabaya. (5)

Baca: Museum Pendidikan Indonesia

Baca: Museum Polri

Baca: Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Baca: Museum Keris Nusantara

Koleksi rokok di Museum Kretek Kudus. (www.indonesiakaya.com)

Saat ini, Museum Kretek Kudus biasa dijadikan tempat untuk rekreasi, edukasi, serta penelitian.

Tidak hanya dari dalam negeri, pengunjung yang datang juga banyak yang dari mancanegara.

Misalnya pada periode Januari – Juni 2012, dimana ada 90 orang wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Museum Kretek Kudus.

Wisatawan mancanegara itu datang dari berbagai negara seperti Prancis, Belanda, Malaysia, Jerman, sampai Korea.

Para wisatawan itu tertarik untuk melihat tradisi membuat kretek, menyimak tokoh-tokoh kretek, serta menyaksikan film “Kretek”. (6)

Sedangkan wisatawan lokal yang datang ke Museum Kretek Kudus dalam periode yang sama mencapai 22.962 orang.

Museum Kretek Kudus disebut sebagai satu-satunya di dunia karena sejarah rokok kretek di Indonesia cikal bakalnya berasal dari Kudus.

Menurut buku biografi singkat M Nitisemito, penemu kretek adalah Haji Djamhari yang memiliki penyakit asma.

Berbagai metode pengobatan telah dilakukan, tetapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Akhirnya Haji Djamhari mencoba racikan lain, yakni campuran tembakau dan cengkih.

Campuran tersebut kemudian ia bungkus dengan daun jagung kering dan hasilnya ia bakar dan dihisap.

Metode pengobatan itu dilakukan secara berkali-kali oleh Haji Djamhari hingga ia mulai merasakan penyakit asmanya mulai reda.

Saat dibakar, campuran tembakau dan cengkih yang dibungkus daun jagung kering itu menghasilkan bunyi “kretek-kretek”, sehingga produk tersebut diberi nama kretek.

Berita racikan Haji Djamhari itu kemudian menyebar luas di tengah masyarakat, permintaan pun mulai banyak.

Hal itu membuat Haji Djamhari memasarkan racikannya secara luas dan besar-besaran. (7)

Galeri di Museum Kretek Kudus. (www.indonesiakaya.com)

Mengingat haji Djamhari, maka menurut pemerhati budaya asal Kudus, Djoko Herryanto, lahirnya industri rokok kretek Kudus yaitu pada 1870 – 1880.

Meski menjadi penemu kretek, namun Nitisemitolah yang kemudian dijuluki sebagai Raja Kretek Indonesia.

Nitisemito adalah putra bungsu Soelaeman, seorang Lurah Desa Janggalan, Kota Kudus.

Nitisemito tercatat sebagai orang pertama yang mampu memproduksi rokok kretek dan mengembangkannya menjadi industri.

Nitisemito yang lahir pada 1863 sendiri membuka warungnya di sebelah barat Sungai Gelis untuk menjual rokok produksinya pada 1906.

Rokok itu terbuat dari campuran tembakau dan cengkih dengan pembungkus daun jagung muda atau biasa disebut klobot. (8)

Diorama para pekerja rokok kretek. (Cakrawalatour.com)

  • Fasilitas dan Koleksi


Museum Kretek Kudus memiliki koleksi mencapai 1.195 koleksi tentang sejarah kretek di Kudus.

Koleksi-koleksi tersebut diantaranya dokumentasi kiprah Nitisemito sang pendiri Pabrik Rokok Bal Tiga, ada juga bahan dan peralatan tradisional rokok kretek, foto-foto para pendiri pabrik kretek, serta hasil produksinya, serta diorama proses pembuatan rokok kretek. (9)

Tokoh-tokoh yang terpampang di Museum Kretek Kudus diantaranya Nitisemito, M Atmowidjojo (Rokok Gunung Kedoe), HM Makroef (Rokok Djamboe Bol), HM Muslich (rokok Delima), H Ali Asikin (rokok Djangkar), serta tokoh-tokoh lainnya.

Diorama di Museum Kretek Kudus ini menggambarkan kehidupan dan kegiatan petani tembakau serta buruh pabrik rokok di Kudus.

Ada juga Pojok Buruh Kudus yang menampilkan sosok buruh rokok yang tengah melinting dimana para pengunjung bisa berkomunikasi dengan mereka.

Ada juga fasilitas-fasilitas permainan seperti kolam renang, waterboom, tempat parkir, taman bermain anak, musala, serta fasilitas penunjang lainnya.

Pembangunan-pembangunan ini memakan biaya sampai Rp 4 miliar. (10)

Fasilitas Waterboom Museum Kretek Kudus. (Cakrawalatour.com)

  • Akses dan Tiket Masuk


Museum Kretek, yang terletak di Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, cukup mudah dijangkau.

Ketika memasuki wilayah administrasi Kabupaten Kudus dari arah Semarang, yaitu di perbatasan Kudus-Demak, tinggal mengikuti jalan raya lurus ke depan sejauh sekitar dua kilometer.

Lalu ketika tiba di Kantor PLN Cabang Kudus, berbelok ke kanan sejauh 150 meter yang tembus perempatan jalan.

Nah, di pojok perempatan itulah, Museum Kretek yang bangunannya berbentuk joglo khas Jawa berada. (11)

Tiket masuk Museum Kretek Kudus yang buka setiap hari mulai pukul 07.30 sampai 16.00 WIB ini juga sangat terjangkau.

Pada Senin sampai Sabtu, tiket masuk hanya Rp 1.500, sedangkan pada Minggu dan hari libur tiket masuk sebesar Rp 2.000.

Untuk bisa menikmati waterboom, pengunjung cukup membayar Rp 15.000 untuk orang dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak.

Sedangkan untuk menikmati mini movie, pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dulu via telepon.

Tiket untuk bisa menikmati fasilitas ini adalah Rp 20.000 per 15 menit untuk 20 orang. (12)

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe channel Youtube TribunnewsWIKI Official



Nama Museum Kretek Kudus


Alamat Jalan Getas Pejaten No.155, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59343


Posisi Utara berbatasan dengan wilayah Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus


Selatan berbatasan dengan Jalan Museum Kretek


Timur berbatasan dengan Jalan Getas Pejaten


Barat berbatasan dengan wilayah Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus


Titik Koordinat 6°49'36.3


Google Maps https://goo.gl/maps/ohVG9Agqyi22nK6GA


Nickname Museum Kretek


Situs http://museumkretek.blogspot.com


Telepon (0291) 440545


Email museum.kretek@gmail.com


Jam Buka Setiap Hari 07.30 – 16.00 WIB


Tiket Masuk Senin – Sabtu Rp 1.500 per orang


Minggu dan Tanggal Merah Rp 2.000 per orang


Akses 3,5 km dari Terminal Kudus


2,5 km dari Alun-alun Kudus  


Sumber :


1. museumkretek.blogspot.com
2. situsbudaya.id
3. asosiasimuseumindonesia.org
4. asosiasimuseumindonesia.org
5. museumkretek.blogspot.com
6. travel.kompas.com
7. komunitaskretek.or.id
8. regional.kompas.com
9. asosiasimuseumindonesia.org
10. museumkretek.blogspot.com
11. regional.kompas.com
12. museumkretek.blogspot.com


Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer