Awal Mula
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni.
Selain itu Indonesia memiliki beragam seni budaya.
Banyak masyarakat Indonesia yang berkompeten dalam bidang seni.
Dari penggiat seni, kolektor seni, kurator, hingga seniman.
Art Jog adalah perhelatan yang dinanti oleh banyak kalangan, dari kancah lokal maupun internasional. (1)
Art Jog sebagai satu diantara pameran seni rupa berskala besar di Indonesia yang paling konsisten penyelenggaraannya.
Pertama kali lahir dengan label art fair (Jogja Art Fair atau JAF) pada tahun 2008.
Acara ini telah mengalami sejumlah evolusi dari segi perwujudan gagasan dan bentuk.
Hingga pada tahun 2010, perubahan ditandai dengan pemberian nama baru yaitu Art Jog.
Pada tahun tersebut, peserta Art Jog masih lingkup nasional.
Hingga pada akhirnya, Artjog mulai melebarkan sayap ke dunia internasional.
Sejak saat itu, Art Jog menyajikan berbagai bingkai kuratorial yang spesifik dan seleksi yang lebih ketat.
Keikutsertaan karya-karya seniman mancanegara pada tahun 2012, tidak hanya menunjukkan perluasan peserta, namun juga publik.
Art Jog mulai menempati lokasi baru di Jogja National Museum (JNM) pada tahun 2016.
Jogja National Museum dipilih sebagai lokasi dengan kapasitas ruang pajang yang lebih memadai.
Peningkatan jumlah peserta dan tata letak karya yang semakin maksimal menjadi sebuah evolusi lain dari Art Jog.
Art Jog ingin membuktikan sebuah perhelatan seni rupa kontemporer di Indonesia dapat dikemas menjadi tontonan populer bagi khalayak lokal dan internasional.
Hingga mulai tahun 2019, Art Jog hendak mempromosikan diri sebagai sebuah perhelatan dengan label festival seni rupa kontemporer internasional.
Sosok di Balik Art Jog
Kesuksesan Art Jog tidak lepas dari peran penting seorang seniman.
Seniman tersebut bernama Heri Permad, seorang seniman. (2)
Berawal dari kegelisahan Heri Permad yang melihat bahwa seniman tidak dikenal cukup luas oleh khalayak.
Selain itu Heri Permad merasa infrastruktur seniman masih kurang, serta galeri yang belum tersebar luas.
Hingga pada akhirnya, Heri Permad memiliki ide untuk mendirikan Jogja Art Fair di Taman Budaya Yogyakarta.
Heri Permad mengajak seluruh seniman yang dikenal untuk berpartisipasi.
Tak disangka, ratusan seniman ingin berpartisipasi di Jogja Art Fair.
Dahulu, Jogja Art Fair tergabung dengan rangkaian acara Festival Kesenian Yogyakarta (FKY).
Hingga tahun 2010, Jogja Art Fair mulai berpisah dari FKY dan mengganti nama menjadi Art Jog.
Program
Tak hanya sekadar pameran seni kontemporer yang menyajikan karya seni yang dapat dipajang.
Art Jog memiliki program-program menarik antara lain exhibition, daily performance, marchandise project, dan fringe. (3)
Dalam program exhibition Art Jog memiliki tiga kategori yaitu Special Project, Special Invitation, dan Young Artist Award.
Pada kategori Special Project, Art Jog membuka ruang untuk presentasi seni lintas disiplin.
Artinya, pada kategori tersebut Art Jog menghadirkan ruang khusus bagi proyek karya seni hasil kolaborasi seniman dengan praktisi bidang lain.
Selanjutnya pada kategori Special Invitation, Art Jog akan menampilkan karya-karya terbaik dari para seniman undangan yang karyanya berkaitan dengan tema yang diusung.
Art Jog juga membuka kesempatan bagi seniman dan publik berusia di bawah 35 tahun untuk berpartisipasi dalam pameran melalui panggilan terbuka untuk dikurasi.
Kategori Young Artis Award dirancang sebagai wujud apresiasi dan menggali potensi seniman muda.
Tak hanya menyajikan seni kontemporer dalam bentuk gambar saja, Art Jog juga memberikan keberagaman bentuk seni lainnya seperti seni musik, seni pertunjukkan, dan seni tari.
Selain itu Art Jog mengundang seniman dan pekerja kreatif untuk membuat dan memasarkan produk agar dapat ditemui oleh publik.
Hingga saat ini terdapat 62 produk yang bergabung dengan Art Jog.
Art Jog juga memiliki program bernama Curatoral Tour.
Pengunjung akan diajak untuk berkeliling ruang pameran dengan dipandu oleh tim kurator Art Jog.
Sehingga pengunjung mendapatkan edukasi terkait karya seni yang dipamerkan.
Pada program Meet The Artist, Art Jog memfasilitasi publik untuk bertemu dan berbincang langsung dengan seniman yang terlibat dalam pameran Art Jog.
Program ini memberikan pertukaran pengetahuan dan dialog antara seniman dan publik.
Selain itu terdapat program Lexicon, penonton dapat menyaksikan pertunjukan seni dan tontonan audio visual berupa dokumentasi karya seni para seniman.
Tema
Pameran karya seni kontemporer ini hadir satu kali dalam setahun.
Di setiap tahunnya, Art Jog mengusung tema yang berbeda.
Tema bertajuk Looking East - A Gaze upon Indonesian Contemporary Art diangkat Art Jog tahun 2012. (4)
Saat tahun 2013, Art Jog mengambil tema budaya maritim atau Maritime Culture. (5)
Setahun kemudian, Art Jog 2014 mengusung tema Legacies of Power. (6)
Pada tahun 2015, Art Jog menyajikan tema yang berjudul Infinity In Flux.
Berbeda lagi, Art Jog 2016 mengusung tema Universal Influence. (7)
Art Jog 2017 mengambil tema bertajuk Changing Perspective.
Kemudian, Art Jog 2018 mengusung tema Enlightenment. (8)
Dalam setiap tahun, Art Jog memberikan tema-tema menarik pameran yang diselenggarakan.
Untuk tahun 2019 ini, Art Jog akan mengusung tema bertajuk Arts in Common.
Agenda
Pameran seni kontemporer, Art Jog, yang berdomisili di Yogyakarta, akan menyelenggarakan pameran tahunan pada tahun 2019.
Acara tersebut akan berlangsung selama satu bulan, yaitu 25 Juli hingga 25 Agustus 2019 di Jogja National Museum, Jalan KI Amri Yahya No 1, Yogyakarta.
Tiket Masuk
Harga tiket Art Jog pada tahun 2018 adalah Rp 50.000 per orang. (9)
Nantinya, pengunjung akan mendapatkan kupon tiket yang akan diperiksa oleh petugas sebelum memasuki ruang pameran.