Riwayat Pendidikan
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mohamed Morsi yang bernama lengkap Mohamed Morsi Issa Al-Ayyat lahir di Al-Sharqiyah, di sisi timur delta Nil, Mesir adalah insinyur dan politisi yang menjabat sebagai Presiden Mesir pada tahun 2012-2013.
Morsi belajar teknik di Universitas Kairo dan mendapat gelar sarjana pada tahun 1975.
Tiga tahun kemudian tepatnya di tahun 1978, ia meraih gelar master dalam bidang teknik metalurgi.
Morsi, lalu melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat dan meraih gelar Ph.D. dalam bidang teknik dari University of Southern California di tahun 1982.
Karier di Dunia Pendidikan
Setelah menerima gelar doktor, Morsi mengajar teknik di California State University, Northridge hingga 1985.
Selain menjadi dosen, selama tiga tahun di Amerika Serikat, Morsi juga sempat bekerja di lembaga antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA) di bagian pengembangan mesin untuk program pesawat ulang-alik.
Pada tahun 1985, Morsi kembali ke Mesir dan menjadi profesor teknik di Universitas Zagazig hingga 2010.
Karier Politik
Morsi juga aktif dalam politik sebagai anggota Ikhwanul Muslimin dan terpilih menjadi anggota Majelis Rakyat di tahun 2000.
Namun, karena Ikhwanul Muslimin secara resmi dilarang di Mesir, Morsi memilih jalur independen.
Selama masa ini, Morsi mendesak pemerintah untuk memberlakukan reformasi politik, menyerukan pencabutan langkah-langkah represif, termasuk hukum darurat yang memberi polisi wewenang tak terbatas untuk penangkapan dan penahanan, dan undang-undang yang membatasi pembentukan partai politik serta menyerukan pemerintah untuk membatasi hiburan yang dianggap tak senonoh.
Morsi kemudian diangkat ke Biro Bimbingan Ikhwanul Muslimin, badan eksekutif tertinggi organisasi di tahun 2005.
Setahun setelahnya, Morsi justru ditangkap dan dipenjara selama tujuh bulan karena berpartisipasi dalam protes yang menyerukan pembentukan pengadilan independen di Mesir.
Tak hanya itu, Morsi juga ditangkap saat protes pada Januari 2011 yang memaksa Mubarak untuk mundur sebagai presiden.
Menjadi Presiden
Pemecatan Mubarak membuka jalan bagi Ikhwanul Muslimin untuk berpartisipasi secara terbuka dalam politik Mesir.
Pada April 2012, partai memilih Morsi maju dalam pemilihan presiden Mesir menggantikan Khayrat Al-Shater yang didiskualifikasi dari pencalonan.
Pada Pemilu 2012, Morsi memenangkan pemilu dengan mengantongi 51,7 persen suara dan mengalahkan pesaingnya, Ahmad Shafiq yang merupakan perdana menteri di bawah Mubarak.
Morsi resmi dilantik menjadi Presiden Mesir pada 30 Juni 2012 dan mencatatkan sejarah sebagai presiden sipil dan Islamis pertama di Mesir.
Digulingkan dari Kursi Presiden
Baru setahun memerintah, Morsi mendapat banyak tekanan untuk mundur dari jabatan.
Sejumlah kegiatan demonstasi yang memakan korban jiwa terjadi.
Misal, pada demonstrasi peringatan pemberontakan 2011 pada 24 Januari 2013 dan pada unjuk rasa pro Morsi pada 2 Juli 2013.
Pihak oposisi memberi waktu Morsi waktu satu hari untuk mundur sebagai presiden.
Jika tidak, opisisi menyebut Morsi harus menghadapi pembangkangan sipil.
Sementara itu, pihak militer juga akan mengintervensi pemerintahan jika dalam waktu 48 jam belum juga mundur dari jabatan.
Intervensi itu benar terjadi saat Panglima Angkatan Bersenjata, Abdel Fattah Al-Sisi, menggulingkan Morsi dan menyatakan bahwa Ketua Mahkamah Agung sebagai pemimpin caretaker pada 3 Juli 2013.
Daftar Kasus
Morsi menghadapi persidangan terpisah untuk berbagai pelanggaran, termasuk menghasut pendukung Ikhwanul Muslimin untuk membunuh demonstran yang melakukan protes anti-Morsi pada 2012 dan berkolusi dengan kelompok-kelompok asing seperti Hamas, Hezbollah, dan Pengawal Revolusi Iran.
Di pengadilan, Morsi menolak untuk mengakui keabsahan proses persidangan dan bersikeras tetap menjadi presiden Mesir.
Pada April 2015, Morsi dijatuhi hukuman 20 tahun penjara karena menahan dan menyiksa demonstran saat unjuk rasa tahun 2012.
Sebulan kemudian, Morsi dijatuhi hukuman mati karena diduga terlibat tindak kekerasan yang dilakukan selama istirahat penjara massal pada Januari 2011, selama pemberontakan terhadap Mubarak.
Pada Juni 2015, Morsi juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena berkonspirasi dengan kelompok-kelompok militan asing untuk melakukan tindakan terorisme di Mesir.
Namun tuntutan hukuman mati itu kemudian dibatalkan pada November 2016.
Tahun 2016, Morsi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti bersalah melakukan spionase dalam kasus terkait negara bagian Gulf, Qatar.
Ia menjalani sidang untuk tuntutan spionase tersebut sebelum akhirnya jatuh pingsan dan meninggal dunia dan 17 Juni 2019.