Ani Yudhoyono sendiri sudah dirawat secara intensif di National University Hospital (NUH), Singapura sejak 2 Februari 2019 lalu.
Ani Yudhoyono divonis terserang kanker darah yang terus menggerogoti kesehatannya dari hari ke hari.
Dikutip dari tribunnews.com, sebelum meninggal dunia kondisi Ani Yudhoyono sempat memburuk. Hal ini disampaikan oleh dokter kepresidenan Mayjen TNI Terawan Agus Putranto.
Menurutnya, Ani Yudhoyono sempat tidak sadarkan diri, tim dokter juga terpaksa memberikan obat tidur.
Ani Yudhoyono juga mengalami gagal napas, sehingga terpaksa dibantu pernapasan atau respirator oleh tim dokter sejak Kamis (30/5/2019).
Baca: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegah Leukimia
Baca: TRIBUNNEWSWIKI: Ani Yudhoyono
Dikutip dari Tribun Solo pada Sabtu (1/6/2019), sebelumnya Ani Yudhoyono sempat akan mendaptkan donor untuk menyembuhkan penyakitnya.
Namun karena kondisi penyakit yang tidak sesuai perkiraan, donor tersebut batal untuk dilakukan.
“Kalau perencanaannya sesuai tentu bisa diberikan donornya.”
“Namun berjalannya penyakit tidak mungkin diberikan donor,” ujar dokter Terawan seperti dimuat Tribun Solo.
Jenazah Ani Yudhoyono sendiri dibawa ke rumah duka di Cikeas pada Minggu (2/5/2019) untuk selanjutnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
Jenazah Ani Yudhoyono dijemput dengan pesawat Hercules C-130 yang bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Sabtu (1/6/2019) dan akan mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Singapura.
Dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (1/6/2019), ada 13 kru pesawat yang terdiri dari pilot, teknisi, hingga pramugari dalam pesawat yang menjemput jenazah Ani Yudhoyono.
Menanggapi kabar duka tersebut, Presiden Joko Widodo langsung menyampaikan ucapan duka cita di Istana Kepresidenan, Bogor didampingi oleh Ibu negara, Iriana dan Menseneg Pratikno pada Sabtu (1/6/2019).
"Perkenankan, saya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke rahamtullah ibu Kristiani Herrawati Binti Sarwo Edhie Wibowo, ibu Ani Yudhyono, istri Pak SBY pada usia 67 tahun,"
"Saya mengajak seluruh Rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa bagi almarhumah, semoga, diterima dan diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, Khusnul Khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran. Demikian yang saya sampaikan," tutup Jokowi mengakhiri keterangan persnya seperti yang dimuat oleh tribunnews.com.
Jangan lupa subscribe channel Youtube TribunnewsWIKI Official