Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kale kerap disandingkan dengan makanan yang mengandung protein karena sayuran ini rendah kalori dan karbohidrat, jadi bikin nutrisi sajian lebih seimbang.
Kalau dilihat sekilas, kale ini mirip dengan selada tetapi warnanya lebih hijau pekat.
Namun, kale bukan keluarga selada melainkan kubis seperti dikutip dari The Spruce Eats.
Baca: Resep Sup Kembang Tahu Sayuran, Rekomendasi Menu Sehat untuk Buka Puasa dan Sahur
Termasuk kubis liar
Kale termasuk keluarga kubis, paling mirip dengan kubis liar.
Terlihat dari batangnya yang terdiri dari daun berbentuk longgar dan memanjang, bukan bulat padat.
Kale dapat tumbuh dengan mudah dan tahan suhu dingin.
Sayuran ini pun bisa berkembang di berbagai iklim.
Bukan hanya hijau tua, ada juga kale berwarna ungu, putih, dan merah muda.
Amerika Serikat dan Eropa, dua wilayah tempat kale mudah ditemukan.
Selain itu, tersedia juga di Afrika, Amerika Selatan, dan Asia.
Kamu dapat mengolah kale menjadi beragam hidangan, mulai dari dimakan mentah dalam salad, goreng, tumis, sampai untuk sup.
Jenis #
Varietas kale yang umum adalah kale keriting dan baby kale.
Kale keriting mengandung serat tinggi ketika mentah, sedangkan baby kale teksturnya lebih empuk sehingga kerap digunakan untuk salad.
Sementara itu, berdasarkan EatingWell, ada juga jenis Tuscan kale dan Chinese kale.
Batang Tuscan kale berkayu dan berserat, bentuk daun mengerut dan lebih rata daripada kale keriting.
Sayuran jenis ini cocok untuk masakan apa saja terutama sup.
Chinese kale atau disebut juga brokoli China mempunyai bentuk yang sangat berbeda dengan kale keriting maupun Tuscan kale.
Batangnya lebih lunak dan biasanya ikut dimasak.
Berbeda dengan Tuscan kale dan kale keriting yang bisa dimakan mentah, Chinese kale sebaiknya dimakan matang
(Tribunnewswiki.com)