Film Sore: Istri dari Masa Depan menampilkan Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha sebagai pemeran utama, menjanjikan cerita tentang kekuatan cinta yang mampu melampaui batas-batas waktu.
FILM INDONESIA TERBARU - Produser, sutradara dan pemain film Sore: Istri dari Masa Depan.
Film Sore: Istri dari Masa Depan menampilkan Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha sebagai pemeran utama, menjanjikan cerita tentang kekuatan cinta yang mampu melampaui batas-batas waktu.
Film ini menampilkan Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha sebagai pemeran utama, menjanjikan cerita tentang kekuatan cinta yang mampu melampaui batas-batas waktu. (1)(2)
Cerita film ini bermula dari kehidupan Jonathan (Dion Wiyoko), seorang fotografer asal Indonesia yang menjalani hari-hari monoton di Kroasia, seringkali mengabaikan kesehatannya.
Namun, seluruh rutinitasnya berubah saat seorang wanita misterius bernama Sore (Sheila Dara Aisha) muncul secara tiba-tiba di sisi lain tempat tidur Jonathan.
Sore memperkenalkan dirinya sebagai istri Jonathan yang datang dari masa depan.
Kehadiran Sore bukan sekadar kejutan, melainkan sebuah misi yang didorong oleh cinta tak bersyarat, di mana ia kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan Jonathan dari gaya hidup yang tidak sehat dan mengubah takdirnya.
Meskipun awalnya Jonathan meragukan pengakuan yang tak masuk akal dari Sore, kehadiran wanita itu perlahan menggugah sisi emosional dan spiritualnya.
Ia mulai menaruh perhatian pada kesehatannya, sesuatu yang selama ini ia abaikan.
Perjalanan Sore juga mengungkap beberapa rahasia masa depan, menguji keyakinan Jonathan seiring waktu.
Namun, misi yang didasari oleh cinta ini tidak berjalan mulus; konflik dan kejutan tak terduga muncul saat masa lalu, masa kini, dan masa depan mulai saling bersinggungan, menantang kedalaman cinta mereka.
Sebagai pengembangan dari serial web populer berjudul sama yang tayang pada 2017, film ini menawarkan eksplorasi narasi yang lebih menyeluruh.
Latar belakang karakter dan aspek fantasi juga kini disajikan dengan detail yang lebih kaya.
Proses produksinya memakan waktu satu tahun dan melibatkan pengambilan gambar di tiga negara: Indonesia, Kroasia, dan Finlandia. (1)