TRIBUNNEWSWIKI.COM - Simak inilah 13 tokoh penting terciptanya Sumpah Pemuda yang biasanya diperigati setiap tanggal 28 Oktober 2024.
Tanggal 28 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda oleh masyarakat Indonesia.
Sumpah Pemuda merupakan peristiwa bersejarah dalam kemerdekaan bangsa Indonesia.
Peristiwa Sumpah Pemuda sendiri adalah hasil dari rumusan Kongres Pemuda.
Tahun ini, Hari Sumpah Pemuda jatuh pada hari Senin (28/10/2024).
Berikut adalah 13 nama tokoh penting di balik peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi peristiwa bersejarah di Indonesia:
Soenario Sastrowardoyo lahir di Madiun, Jawa Timur pada 1902 adalah seorang pengacara yang aktif membela para aktivis kemerdekaan.
Soenario dipercaya sebagai penasihat panitia perumusan Sumpah Pemuda.
Selain itu, Soenario juga berkesempatan melakukan pidato dengan tema pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia.
2. J Leimena
Johannes Leimena lahir di Ambon, Maluku pada tahun 1905 dan merupakan mahasiswa aktivis yang mengetuai organisasi Jong Ambon.
Saat Kongres Pemuda II masih berjalan, Leimen merupakan anggota panitia kongres.
Baca: Tanggal 28 Oktober 2024 Memperingati Hari Apa ? Lengkap dengan Teks Isi Sumpah Pemuda
Seorang aktivis pendidikan yang juga tinggal di kediaman Ki Hajar Dewantara.
Soegondo lahir pada 1905.
Soegondo merupakan ketua kongres pemuda yang dilaksanakan pada tanggal 27- 28 Oktober 1928.
Soegondo juga aktif dalam Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia membuatnya ditunjuk menjadi ketua pada saat itu
Merupakan wakil ketua saat Kongres Pemuda berlangsung.
Djoko sendiri merupakan ketua dari Jong Java.
5. M Yamin
M Yamin adlah seorang penyair yang merintis gaya puisi modern di Indonesia.
M Yamin berasal dari Jong Sumatranen Bond dan merupakan pencetus kongres pemuda.
Pria kelahiran Minangkabau tahun 1903 ini merupakan salah satu tokoh yang mendorong Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam perumusan Sumpah Pemuda.
6. Amir Syarifuddin Harahap
Amir Syarifuddin merupakan salah satu wakil dari Jong Batak Bond yang tergabung dalam organisasi pergerakan Anti Jepang.
Sebagai aktivis anti Jepang, Amir pernah terancam hukuman mati.
Pada saat kongres, Amir Syarifuddin bertugas sebagai Bendahara Kongres Pemuda.
Baca: Isi Sumpah dan Janji Presiden dan Wapres Terpilih Prabowo-Gibran
Wage Rudolf Soepratman merupakan tokoh pencipta lagu Indonesia Raya yang saat itu dimainkannya pada acara penutupan kongres.
Saat penutupan Sumpah Pemuda, W R Supratman memainkan sebuah lagu secara instrumental dengan biola (tanpa teks) yang kini dikenal sebagai lagu Indonesia Raya.
8. Sarmidi Mangoensarkoro
Sarmidi Mangoensarkoro ditunjuk sbegai pembicara saat kongres.
Saat Kongres Pemuda I dan II, Sarmidi sering berbicara mengenai pendidikan untuk bangsa Indonesia.
Berkat konsentrasinya yang kuat dalam bidang tersebut, Sarmidi dipercaya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga 1950.
9. Kartosoewirjo
Sekarmadji Maridjan Kartosiewirjo merupakan pemimpin DI/TII yang mendeklarasikan Negara Islam Indonesia.
Walau begitu, Kartosoewirjo merupakan salah satu tokoh penting dalam pembuatan Sumpah Pemuda 1928.
10. Kasman Singodimedjo
Kasman Singodimedjo adalah perintis keberadaan Pramuka di Indonesia.
Kasman Singodimedjo juga dikenal sebagai orator yang ulung.
Kasman Singodimedjo bahkan pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Indonesia pada 1945 hingga 1946.
11. Mohammad Roem
Mohammad Roem merupakan aktivis pemuda sekaligus mahasiswa hukum.
Rasa nasionalisme dalam dirinya terbakar setelah mendapatkan perlakukan diskriminatif di sekolah Belanda.
12. A K Gani
Adnan Kapau Gani ini merupakan aktivis pemuda yang lahir di Palembang, Sumatra Barat pada 1905.
A K Gani bergerak dalam organisasi Jong Sumatra Bond.
13. Sie Kong Liong
Sie Kong Liong adalah sosok penting dalam kelancaran kongres pemuda saat itu.
Hal itu dikarenakan Sie Kong Liong telah menyediakan pemondokan sebagai tempat dilaksanannya kongres Pemuda.
Rumah itu terletak di Jalan Kramat Raya.
Kini, rumah itu telah dijadikan sebuah museum.
Baca: 45 Ucapan Peringatan G30S/PKI 2024 yang Berisi Doa dan Pesan Untuk Status Facebook dan WhatsApp
Sebagai informasi, Senin, 28 Oktober 2024 merupakan hari yang bersejarah untuk bangsa Indonesia.
Hari Sumpah Pemuda sering diartikan sebagai pengingat tentang semangat perjuangan kaum muda di masa lampau.
Selain itu, Sumpah Pemuda juga dimaknai sebagai momentum bersatunya para pemuda, yang kemudian bergerak bersama dan berjuang menuju Indonesia merdeka.
Peran pemuda tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sumpah Pemuda lahir dari keputusan yang dihasilkan dari Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928.
Awalnya pada Kongres Pemuda II tidak ada istilah Sumpah Pemuda.
Istilah Sumpah Pemuda sendriri baru muncul setelah kongres untuk menyebut hasil kongres bersejarah yang punya semangat persatuan.
Selain itu, awalnya tanggal 28 Oktober tidak diperingati sebagi Hari Sumpah Pemuda, melainkan diperingati sebagai hari lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, yaitu pada 1959, tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.
Peristiwa Sumpah Pemuda berawal dari inisiatif dari para pelajar Indonesia dan perkumpulan pemuda Indoensia.
Para pemuda ini mulai menyadari akan tujuan bersama dan mengurangi perpecahan yang diakibatkan perbedaan mereka yang berasal dari beraneka suku bangsa dan agama.
Mereka merasa membutuhkan dukungan untuk bisa bersatu demi kemerdekaan.
Muncul inisiatif untuk bisa menggabungkan dari para perhimpunan pemuda ke dalam sebuah musyawarah besar.
Kongres Pemuda I akhirnya dilakukan pada 30 April sampai 2 Mei 1926.
Ceramah-ceramah yang diberikan dalam kongres itu belum bisa menyatukan persatuan Indonesia dikarenakan masih adanya ego kedaerahan yang kuat dari tiap kelompok.
Kemudian, mereka sadar bahwa ego kedaerahan itu akan mempersulit Indonesia untuk bersatu dan berjuang melawan penjajahan.
Pada 27 sampai 28 Oktober 1928, kebanggaan dan rasa senasib para pemuda sebagai anak bangsa menjadikan mereka berkumpul lagi.
Kongres Pemuda II digelar, dengan kepanitiaan dari berbagai perkumpulan.
Sugondo Djojopuspito dari PPPI sebagai ketua, Djoko Marsaid dari Jong Java sebagai wakil ketua, Mohammad Yamin dari Jong Sumatranen Bond sebagai sekretaris, dan Amir Sjarifuddin dari Jong Batak sebagai bendahara.
Mereka berkumpul di Batavia (Jakarta) dan mulai menyatakan sebuah kesepakatan bersama akan pentingnya persatuan pemuda. (3)
Kongres tersebut pun menghasilkan rumusan sumpah pemuda. Yang bertugas menulis teks tersebut adalah Moehammad Yamin yang ditanda tangani oleh Soegondo Djojopuspito yang merupakan ketua kongres tersebut.
Akhirnya rumusan tersebut dibacakan oleh Soegondo.
Isi Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda merupakan hasil rumusan dari Kongres Pemuda II.
Terdapat tiga butir ikrar.
Berikut isi teks dari Sumpah Pemuda.
Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Tiga poin dari isi sumpah pemuda di atas tersebut, sesuai dengan dinding prasasti museum sumpah pemuda.
Namun penulisan teks di dinding prasasti tertulis menggunakan ejaan Van Ophuysen.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa)
Baca berita terkait di sini