Sjafrie, merupakan lulusan Akademi Militer (1974) berasal dari kecabangan Infanteri (Kopassus).
Baca: Profil Abdul Muti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Pilihan Prabowo Gantikan Nadiem Makarim
Sepak Terjang
Sjafrie Sjamsoeddin menjabat Kepala Staf Kodam Jakarta Raya pada 1996, dan kemudian diangkat sebagai Panglima Kodam Jaya pada tahun berikutnya.
Sjafrie Sjamsoeddin tetap memegang posisi tersebut saat kerusuhan melanda Jakarta pada 1998. Sjafrie juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI pada 2002.
Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sjafrie dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan.
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Paspampres pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya menjabat sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Manajemen Pertahanan sejak 6 Desember 2019.
Sjafrie mengawali latar belakang militernya di Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1974 bersama Prabowo Subianto. Setelah lulus, ia memulai tugasnya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1975.
Sejak itu, karirnya di lingkungan TNI terus berkembang, termasuk saat menjabat sebagai Pangdam Jaya dari September 1997 hingga Juni 1998, menggantikan Sutiyoso yang saat itu diangkat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Sjafrie juga sempat dianugerahi penghargaan Adhi Makayasa pada 1974 sebagai lulusan terbaik Akmil.
Selama karirnya pria kelahiran 30 Oktober 1952 pun menempati berbagai posisi strategis, termasuk menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI pada 4 Maret 2002. Ia kemudian dipromosikan menjadi Bintang Tiga sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan pada 15 April 2005.
Pria kelahiran Makassar itu juga telah menyelesaikan berbagai pendidikan pengembangan umum dan spesialisasi militer, termasuk Infantry Officer Advance Course, Seskoad, Lemhanas, serta pelatihan khusus seperti Komando, Intelijen, Jump Master, Free Fall, hingga pelatihan tentang Terorisme dalam Konflik Intensitas Rendah.
Selanjutnya, Sjafrie juga pernah bertugas di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada masa Presiden Soeharto. Ia menjabat sebagai Dangrup A Paspampres pada era tersebut.
Di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sjafrie dipercaya sebagai Wakil Menteri Pertahanan sejak 6 Januari 2010 hingga 20 Oktober 2014, mendampingi Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro.
Selain itu, Sjafrie aktif dalam diplomasi pertahanan dengan negara-negara sahabat, seperti Rusia, Tiongkok, Korea Selatan, dan Australia, serta mempromosikan industri pertahanan dalam negeri, seperti PT Pindad, PT PAL, PT DI, dan LEN, juga melibatkan sektor swasta seperti PT Sari Bahari.
Di luar aktivitas militer dan pemerintahan, Sjafrie telah meraih gelar Master of Business Administration dari National University of Singapore pada 2015.
Sedangkan, kiprahnya di kancah internasional meliputi keterlibatannya sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam kerja sama internasional bidang pertahanan dari 2005 hingga 2014.
Tak hanya itu, Sjafrie juga pernah menjadi Wakil Ketua Pelaksana Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) pada 2018 dan menduduki posisi Wakil Ketua Dewan Pembina Pusat Kajian Strategi Nasional (PPSN).
Kepercayaan atas kemampuannya semakin kuat ketika ia ditunjuk sebagai Wakil Asisten Operasi Komandan Kopassus pada 1991-1993. (1)(4)
Harta Kekayaan
Sjafrie Sjamsoeddin ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Merah Putih.
Sjafrie Sjamsoeddin merupakan sosok yang tidak asing di dunia pertahanan.
Bahkan Sjafrie Sjamsoeddin menjabat sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Manajemen Pertahanan sejak 6 Desember 2019 atau ketika Prabowo masih menjadi Menteri Pertahanan
Dikutip dari situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) KPK, Sjafrie Sjamsoeddin terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 1 Mei 2014 ketoka masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan periode 2009-2014.
Tertuang dalang LHKPN-nya, Sjafrie Sjamsoeddin tercatat memiliki tanah seluas 35.000 meter persegi di Kabupaten Bogor seharga Rp2.275.000.000.
Sjafrie Sjamsoeddin juga, memounyai tanah dan bangunan seluas 867 meter persegi dan 1.000 meter persegi di Kota Jakarta Selatan seharga Rp20.570.515.000.
Sjafrie Sjamsoeddin tercatat hanya memiliki satu unit kendaraan bermotor, yaitu mobil merk VW CARAVELLE, tahun pembuatan 2007 yang harganya 525.000.000. Selain itu, Sjafrie Sjamsoeddin tercatat tidak memiliki harta bergerak lainnya, surat berharga, dan tidak punya piutang.
Total kekayaan Sjafrie Sjamsoeddin yang dilaporkan tercatat sebesar Rp23.677.700.644 dengan rincian sebagai berikut:
- Tanah dan bangunan: Rp22.845.515.000.
- Alat transportasi dan mesin: Rp525.000.000 .
- Harta begerak lainnya: -
- Surat berharga: -
- Giro dan setara kas: Rp307.185.644
- Harta lainnya: -
- Utang: -
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa)
Baca berita terkait di sini