TRIBUNNEWSWIKI.COM - Simak inilah cara daftar QR code untuk beli BBM subsidi.
Pertamina dikabarkan menghadirkan inovasi penggunaan QR Code untuk membeli BBM subsidi.
BBM subsisdi ini seperti Pertalite dan Solar.
Kebijakan ini dibuat guna memastikan subsidi tepat sasaran.
Pendataan kode QR sudah ramai dilakukan sejak 2023.
Bahkan masih berlangsung hingga saat ini.
Pendaftar yang sudah terverifikasi dan mendapat QR Code kini diklaim sudah mencapai 5,5 juta konsumen per 1 Oktober 2024.
Simak inilah cara mendapat QR Code untuk pembelian BBM subsidi :
- Buka situs https://subsiditepat.mypertamina.id/
- Daftar akun baru dengan klik "Daftar Sekarang"
- Baca dan ceklis syarat serta ketentuan lalu lanjutkan pendaftaran
- Isi formulir pendaftaran dengan melengkapi nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor ponsel, email, dan kata sandi
- Subsidi Tepat akan mengirimkan email aktivasi sesuai email yang digunakan untuk mendaftar
- Periksa email yang dikirim Pertamina, lalu klik "Aktivatis Alamat Email"
- Setelah itu, login ke akun Subsidi Tepat menggunakan NIK dan kata sandi yang sebelumnya telah didaftarkan
- Kode verifikasi akan dikirimkan melalui email setelah login berhasil
- Buka lagi email untuk melihat kode verifikasi
- Masukkan kode tersebut pada laman Subsidi Tepat
- Lanjut isi data diri dan domisili serta unggah foto KTP
- Klik "Daftarkan Kendaraan"
- Pilih jenis kendaraan
- Masukkan data kendaraan dan pilih "Cek Data Unit"
- Unggah foto kendaraan
- Tambah pengguna kendaraan jika kendaraan digunakan lebih dari satu orang
- Tunggu sampai 14 hari untuk mengetahui hasil verifikasi
- Setelahnya, cek kembali hasil verifikasi di laman Subsidi Tepat
- Unduh kode QR atau barcode untuk di-scan saat membeli BBM subsidi.
Baca: 5 Posisi Lowongan Kerja PT Pertamina Training and Consulting, Buka Untuk Minimal Lulusan D3
Kendati demikian, ketika melakukan pendaftaran masih banyak konsumen yang gagal atau ditolak dalam melakukan verifikasi pendaftaran QR Code.
Officer Communication Relation Regional JJB Pertamina Patra Niaga Gayuh Mustika Jati menjelaskan, gagalnya proses verifikasi terjadi karena dokumen yang diinput atau diunggah oleh pelanggan tidak terbaca dengan baik.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat ketika ingin melakukan verifikasi data, dipastikan menggunakan resolusi yang tinggi dan dokumen yang dimasukkan ke sistem adalah benar dan jelas.
“Misalnya seperti KTP, masih ada itu pakai KTP yang nomornya hilang dan sebagainya. Jadi itu yang salah satu harus diperhatikan kepada pendaftar agar memperhatikan dokumen dan kualitas gambar yang diupload agar mempermudah verifikasi,” ucapnya dikutip dari Kompas.com, Rabu (9/10/2024).
Mustika mengimbau, dokumen yang diunggah sebaiknya bukan dokumen hasil foto tetapi harus menggunakan dokumen yang dipindai.
“KTP itu jangan yang foto device karena kurang tajam, tapi KTP-nya harus yang di-scan terlebih dahulu. Itu tingkat ketajamannya lebih bagus,” kata dia.
Dengan mengikuti tips tersebut, diharapkan konsumen bisa melakukan pendaftar dengan mudah dan tidak tertolak.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa)
Baca berita terkait Pertamina di sini