TRIBUNNEWSWIKI.COM - Di era digital yang terus berkembang seperti saat ini, kemampuan literasi digital menjadi sangat penting bagi siswa untuk dapat menyesuaikan diri dan bersaing di dunia pendidikan.
Di Kabupaten Karanganyar, salah satu sekolah yang menghadapi tantangan dalam hal ini adalah SDN 01 Jatipurwo.
Sekolah ini masih mengalami kekurangan dalam keterampilan teknologi, serta terbatasnya alat dan bahan untuk pembelajaran berbasis teknologi.
Selain itu, pelatihan dan peningkatan kemampuan bagi guru juga masih minim.
Penggunaan teknologi dapat menjadi solusi untuk menciptakan metode pembelajaran yang inovatif, sehingga memperluas akses pendidikan bagi siswa di daerah pedesaan seperti yang terjadi di SDN 01 Jatipurwo.
Beberapa permasalahan prioritas yang ada pada SDN 1 Jatipurwo, diantaranya yakni:
1. Pembelajaran Kurang Inovatif
2. Keterbatasan Sumber Daya dalam Keahlian Teknologi
3. Keterbatasan fasilitas dan sumber belajar
Universitas Muhammadiyah Karanganyar melakukan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa melalui metode pembelajaran inovatif pada periode Juli hingga September 2024.
Kegiatan pengabdian tersebut diketuai oleh Nova Tri Romadloni, S.Kom., M.Kom, dengan anggota Nisa Dwi Septiyanti, S.Kom., M.Sc, Resi Intan Penatari, S.E. Ak, M.Ak, serta mahasiswa Maryanto dan Abid Nashiruddin.
Pendekatan ini mendukung pencapaian Matakuliah Berbasis Kompetensi Mandiri (MBKM), yang mendorong siswa untuk belajar secara mandiri, berpikir kritis, dan berkolaborasi.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam literasi digital dan keterampilan berpikir kritis.
Fokus dari pengabdian kepada masyarakat adalah membangun generasi digital yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Untuk itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta memberikan solusi dari beberapa masalah tersebut.
Pembelajaran Kurang Inovatif
Solusi: Mengadakan workshop literasi digital untuk guru dan siswa, serta pelatihan penggunaan Canva agar guru dapat merancang video dan presentasi materi secara efektif.
Keterbatasan Sumber Daya dalam Keahlian Teknologi
Solusi: Menyelenggarakan pelatihan tentang perancangan pembelajaran menggunakan aplikasi seperti Quizizz, Kahoot, dan game edukasi untuk meningkatkan keterampilan teknologi.
Keterbatasan Fasilitas dan Sumber Belajar
Solusi: Memberikan pengetahuan tentang perencanaan pengadaan alat dan bahan dengan manajemen keuangan sekolah yang efisien, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada.
Adapun beberapa kegiatan pengabdian yang dilakukan guna meningkatkan kapasitas guru, diantaranya:
1. Workshop literasi digital pada bulan Juni 2024
Implementasi workshop ini memungkinkan evaluasi dampak positif terhadap keterampilan literasi digital siswa.
Analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi digital siswa setelah guru mengikuti workshop dan menerapkan keterampilan baru dalam proses pembelajaran.
Selain memberikan pengetahuan baru, workshop ini juga meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pengajaran sehari-hari.
2. Simulasi pembelajaran berbasis aplikasi Pembelajaran Juli 2024
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dan tenaga pengajar dalam memanfaatkan teknologi digital dan game edukasi sebagai alat bantu pembelajaran.
Peserta pelatihan memperoleh pemahaman mendalam tentang berbagai platform dan aplikasi digital yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar, termasuk aplikasi seperti Mentimeter, Kahoot, Quizizz, dan Stretch.
Selain itu, mereka juga diajari dasar-dasar pengembangan game edukasi sederhana untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Guru-guru yang mengikuti pelatihan juga diberikan pelatihan tentang cara mengevaluasi efektivitas penggunaan pembelajaran digital dan game edukasi yang telah diterapkan di kelas.
3. Pelatihan Canva Juli 2024
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan desain visual peserta.
Yakni dengan memanfaatkan berbagai fitur Canva, seperti drag-and-drop, template, dan elemen grafis, peserta diharapkan dapat membuat desain yang menarik secara visual dengan lebih cepat dan mudah.
Selain mempelajari penggunaan aplikasi, peserta juga mendapatkan pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip desain grafis, termasuk penggunaan warna, tipografi, komposisi, dan keseimbangan visual.
4. Pelatihan pengelolaan keuangan dan pengadaan alat bagi sekolah Agustus 2024
Pelatihan tentang peningkatan literasi pengelolaan keuangan dan pengadaan fasilitas untuk sekolah dasar telah memberikan sejumlah hasil positif yang bagi para peserta.
Seperti halnya berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip-prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan sekolah.
Mulai dari perencanaan anggaran, alokasi dana, hingga pelaporan keuangan yang transparan.
Penekanan pada pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam penggunaan dana sekolah menjadi salah satu poin utama yang diserap peserta.
Kemudian, peserta diberikan pelatihan mengenai penggunaan aplikasi spreadsheet berbasis drive untuk manajemen keuangan sekolah yang lebih modern.
Sehingga dapat mempermudah proses pencatatan, pengawasan, dan pelaporan keuangan.
Hal ini membantu sekolah-sekolah dalam meningkatkan efisiensi waktu serta mengurangi kesalahan administratif. (*)