TRIBUNNEWSWIKI.COM – Perkembangan teknologi yang cukup pesat saat ini membuat persaingan antar sejumlah produsen smartphone terus meningkat.
Mereka berlomba untuk terus menciptakan teknologi canggih dan modern yang mampu menarik pasar dan pelanggan.
Salah satu produsen smartphone yang terus menjadi andalan hingga saat ini adalah Samsung.
Samsung sendiri telah mendapatkan banyak persaingan dari Apple dan Xiaomi, namun tetap menjadi merek ponsel pintar terbesar di dunia.
Tak hanya itu, Samsung juga mendapatkan persaingan dari Google, yang mengembangkan Android, yang menjadi dasar ponsel pintar dan tablet Samsung.
Baca: Ikuti Jejak Produsen Smartphone Lain, Samsung Pertimbangkan Ubah Nama Galaxy S26
Meski begitu, raksasa teknologi yang berbasis di Korea Selatan itu tampaknya tak akan khawatir untuk bersaing dengan Google.
Pasalnya, hanya sedikit dari pengguna Samsung yang beralih ke ponsel pintar Google Pixel.
“Sangat sedikit pengguna Samsung yang beralih ke ponsel pintar Google Pixel,” kata Rick Osterloh, Wakil Presiden Senior tim Platform & Perangkat di Google dalam sebuah wawancara dengan analis Ben Thompson.
Rick yang baru saja diangkat menjadi kepala platform dan perangkat di Google juga mengungkapkan rasa senang untuk bermitra dengan Samsung.
“Kemitraan kita tidak pernah sekuat ini. Saya gembira dengan kolaborasi kita di bidang AI dan banyaknya peluang di masa depan bagi kedua perusahaan,” ujar Rick saat bertemu dengan bos Samsung MX, TM Roh.
Baca: Perbedaan Google Pixel 9 Vs Samsung Galaxy S24, Lebih Unggul Mana ?
Kemitraan antara Google dan Samsung telah menghasilkan banyak fitur AI baru termasuk Circle to Search, Gemini, dan Gemini Live, diluncurkan ke ponsel Samsung lebih awal daripada (atau pada saat yang sama dengan) perangkat Pixel.
Selain itu, kedua perusahaan juga mengembangkan Wear OS 3 bersama-sama dengan menggabungkan fitur-fitur terbaik dari sistem operasi jam tangan pintar masing-masing.
Kemudian, Google juga telah menggabungkan Nearby Share ke dalam Quick Share milik Samsung. Kedua perusahaan juga mengumumkan integrasi antara Google Home dan SmartThings.
Jadi, mereka berdua tampaknya berusaha memperkuat ekosistem Android dengan kekuatan mereka (perangkat keras Samsung dan perangkat lunak/platform Google).
Kedua perusahaan juga tengah mengembangkan headset realitas terluas (XR) yang menjalankan Android, dan Samsung dapat meluncurkannya akhir tahun ini.
(TRIBUNNEWSWIKI.com/Mikael Dafit)