TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dali Wassink ternyata belum bisa dipastikan apakah ngebut atau tidak saat kecelakaan motor hingga meninggal di Bali.
Namun yang pasti Dali Wassink meninggal dunia kecelakaan motor karena out of control.
Dali Wassink meninggal dunia akibat kecelakaan motor di Sunset Road, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 18 Juli 2024, pukul 02.20 WITA.
Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Made Teja Dwi Permana, mengatakan bahwa almarhum dipastikan mengalami kecelakaan tunggal.
"Dia mengendarai motor, kecelakaan out of control jatuh sendiri,"
"Saksi di TKP menyampaikan dia jatuh sendiri dan menabrak pembatas," ujar Made Teja Dwi Permana, dikutip dari laman Voi.
Baca: Video Dali Wassink Kecelakaan Motor di Bali Tersebar, Akun Bmkr Viral, Begini Kronologinya
Made mengakui masih menyelidiki penyebab Dali Wassink mengalami kecelakaan hingga menabrak pembatas jalan dan terjatuh.
"Dia kecelakaan tunggal, penyebabnya belum ada. Kita masih lidik apakah dia mengantuk atau ada yang lain. Yang pasti tidak terlibat kendaraan lain,"
"Dari saksi melihat dia tiba-tiba jatuh dan hanya dia saja yang jadi korban. Dari saksi tidak bisa menentukan pasti apa dia ngebut atau tidak. Yang dia (saksi) lihat pas jatuh," tutur Made.
Setelah kecelakaan, Dali Wassink sempat dievakuasi ke Rumah Sakit BIMC Dewa Ruci, Kuta.
Namun Dali meninggal di rumah sakit diduga karena cedera kepala berat di TKP.
"Kalau dari luka-lukanya ada pada dada, punggung, patah tulang paha. Tapi yang menyebabkan kematiannya masih menunggu hasil visumnya," ujarnya.
Baca: Bukan Stroke, Rita Tomasoa Pasutri Lansia Meninggal di Bogor Ternyata Mengidap Sakit Parkinson
Kabar meninggalnya Dali ini dibagikan langsung di Story Instagram @jennifercoppenreal20. Story Instagram Jennifer bertuliskan :
"Innalillahiwainnailaihirojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Suami tercinta saya “Yitta dali wassink“ Pada Kamis jam 02.20 Wita. Seperti yang kita tau papa Dali adalah orang yang ceria, baik, sopan dan disayangi oleh semua orang.
Dia selalu belajar untuk menjadi ayah yang baik untuk kamari, suami yang baik untuk saya dan anak yang baik untuk kedua orangtuanya. Kami semua mencintai Dali, tapi nyatanya Allah lebih sayang almarhum papa Dali.
Kami memohon pada waktu yang sulit ini untuk meminta teman” kerabat menghargain privacy kami sekeluarga saat ini yang sedang berduka Atas nama keluarga kami mau memohon maaf kepada semua sahabat, fans maupun keluarga. Seandainya ada kesalahan dan sikap beliau semasa hidupnya, mohon diikhlaskan dan dimaafkan.
Kami mohon bantu doakan semoga beliau diampuni segala dosanya dan ditempatkan di tempat yang semuliamulianya disisi Allah Swt, Amin Yra. Love jenn."
Baca: Foto Rita Tomasoa Muda, Pasutri Lansia yang Meninggal di Bogor Ternyata Penyiar Radio dan Atlet Voli
Lokasi kecelakaan Dali Wassink telan korban lain
Terjadi 3 kali kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada hari yang sama di sekitar TKP yang dialami Dali tepat di Jalan Sunset Road, Seminyak, Kuta, Badung, tepatnya di depan sebuah Restoran Timur Tengah.
Security di sekitar lokasi, Putu Adi menerangkan setelah kejadian Dali Wassing dini hari itu menyusul dua kejadian laka lantas lainnya sepanjang hari itu, Kamis (18/7).
"Setelah yang artis itu dini hari, lalu ada dua kejadian lagi tepat di depan resto pas di depan. Jam 11 malam bule laki-laki jalan kaki menyeberang ditabrak perempuan pengendara sepeda motor.
Sebelum itu juga ada kejadian tabrakan mobil dan sepeda motor. Sehari ada 3 kecelakaan kemarin. Beberapa hari sebelumnya juga ada. Informasinya korban masih koma sampai sekarang kemarin ada kerabat yang ambil sepeda motor di sini," ungkap Adi saat dijumpai Tribun Bali di TKP, Jumat (19/7).
Putu Adi dan security lainnya Ahmad mengatakan, kondisi saat malam hari di TKP gelap, karena ada 3 lampu penerangan jalan umum dalam kondisi mati atau tidak berfungsi.
Bahkan saking gelapnya, pos security tempat Putu dan Ahmad bekerja ditambahi lampu penerangan secara mandiri.
Baca: Curhatan Ciro Juliano Anak Pasutri Lansia Meninggal di Bogor, Akui Tak Harmonis dengan Hans dan Rita
"Coba dilihat ke sini kalau malam hari. Ini ada 3 lampu di depan ini mati, makanya kami di pos security pakai lampu tambahan sendiri untuk penerangan kami," kata Adi.
"Kejadian semalam yang bule ditabrak itu jam 11 malam, kondisi juga gelap, selain menolong korban yang bersimbah darah kami fokus juga untuk menyetop laju kendaraan dari arah utara ke selatan," sambung Ahmad.
Ahmad menuturkan laju kendaraan bermotor di sekitar TKP juga cenderung dipacu dalam kondisi yang tinggi karena setelah lampu merah.
"Di sini juga kendaraan banyak yang kencang, karena kan setelah lampu merah di simpang empat itu, kemudian hijau kan pada momentum awal tancap gas jadi kenceng-kenceng," ujarnya.
Sosok yang baik
Rumah kontrakan almarhum Dali Wassink dan Jennifer Coppen di Jalan Tirta Ening No 6 C, Sanur, Kota Denpasar tampak sepi saat didatangi sejumlah awak media termasuk jurnalis Tribun Bali, Jumat (19/7) siang sekira pukul 14.00 Wita.
Pintu pagar rumah tersebut pun tertutup rapat dan hanya terlihat satu unit mobil serta sejumlah sepeda motor yang terparkir di halaman.
Tetangga rumah yang berada di sisi seberang sebelah kanan membenarkan bahwa rumah tersebut merupakan tempat tinggal almarhum Dali Wassink dan Jennifer Coppen tinggal.
"Iya benar (rumah yang ditempati Dali Wassink dan Jennifer Coppen), baru belum ada setahun mereka di sini," ujar tetangga rumah, Nurhaida.
Disinggung mengenai bagaimana keseharian dan sikap mereka kepada tetangga, Nurhaida menyampaikan bahwa mereka baik.
"Baik orangnya (Dali Wassink) sering nyapa. Kalau sama kami tetangga-tetangga tidak pernah mengobrol lama, tapi kalau pas papasan nyapa," ungkapnya.
Ia mengatakan, almarhum Dali Wassink menyukai motor, pakai motor Kawasaki Ninja atau apa gitu saya tidak hafal.
"Tapi orangnya baik. Agustus ini setahun tinggal di situ kalau tidak salah. Mereka sewa setahun kata pembantunya," ucap Nurhaida.
Jennifer Coppen pingsan
Kesedihan menyelimuti suasana upacara kremasi Dali Wassink, suami aktris Jennifer Coppen pada, Jumat 19 Juli 2024 pada pukul 20.00 Wita malam.
Beberapa kali tampak Jennifer Coppen berusaha menenangkan ibu mertuanya yakni, Yaowaret Prawat yang selalu memegang peti jenazah anaknya.
Sebelum jenazah Dali Wassink dimasukan ke incinerator krematorium, diputarkan lagu-lagu kesukaan Dali Wassink semasa hidupnya.
Sebanyak tiga lagu diputarkan yakni Sunshine and Rain (Stick Figure), Shine (Stick Figure), dan Buffalo Soldier (Bob Marley&The Wailers).
Suasana haru semakin menjadi, saat peti jenazah Dali Wassink dimasukan ke incinerator krematorium, dan selang beberapa menit kemudian Jennifer Coppen pingsan serta dibopong oleh kerabatnya.
Kedatangan jenazah Dali Wassink ke Krematorium Kertha Semadi diiringi teman-temannya yang mengendarai kendaraan kesukaan Dali Wassink semasa hidupnya yakni moge di Krematorium Kertha Semadi pada, Jumat 19 Juli 2024.
Setelah jenazah Dali Wassink tiba, mulai banyak kerabatnya berdatangan. Satu persatu menyampaikan kesan pada Dali Wassink.
Termasuk Jennifer Coppen, istrinya. Dengan nada dan wajah yang berkaca-kaca Jennifer Coppen mengatakan tak akan pernah melupakan Dali Wassink yang juga merupakan ayah dari anaknya yakni Kamari.
Suasana haru semakin menjadi, saat peti jenazah Dali dimasukan ke incinerator krematorium, dan selang beberapa menit kemudian Jennifer Coppen pingsan serta dibopong oleh kerabatnya. (Wahyuni Sari/Tribun Bali)
“Kami tak akan pernah melupakanmu, kami akan selalu mengingatmu, kami akan setia mengingatmu selalu setiap waktu,” kata, Jennifer Coppen di depan peti jenazah Dali Wassink.
Kesedihan juga terpancar dari ibu Dali Wassink yakni Yaowaret Prawat. Yaya begitu panggilan akrab ibu Dali Wassink ini tampak memeluk para kerabat yang datang satu persatu sambil menangis.
Dalam upacara kremasi tersebut juga hadir anak Dali Wassink yakni Kamari Sky Wassink yang masih berusia 10 bulan, ayah dari Dali dan Jennifer Coppen serta adik kandung dari Dali Wassink.
Sebelum jenazah dimasukan ke incenerator krematorium, tampak seluruh kerabat menaburkan kelopak bunga kedalam peti jenazah Dali Wassink. Ada yang sambil seolah berbicara pada Dali Wassink dan ada yang menangis.
Kami tak akan pernah melupakanmu, kami akan selalu mengingatmu, kami akan setia mengiatmu selalu setiap waktu.
(tribunnewswiki.com/tribun network)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini