Adapun polisi yang bertugas menangkap anak dan pemuda itu adalah tim sweeper.
Menurut Suharyono, sebelum tim sweeper datang, ada jeda waktu.
Setelah menolak ajakan Afif melompat, Aditya sibuk mencari ponselnya yang hilang. Saat tim sweeper menangkap Aditya, Afif yang sebelumnya berjarak sekitar 3 meter dari kawannya itu sudah tidak ada.
"Tim sweeper tidak melihat lagi Afif di situ sehingga yang diamankan hanya Aditya," ujarnya. Jeda waktu itu, kata Suharyono, mungkin digunakan oleh Afif berlari sekitar 4 meter dari sisi kiri jembatan ke tengah jembatan untuk melompat ke sungai. Posisi temuan jenazah setentang dengan lokasi Afif diduga melompat itu.
Suharyono mengungkapkan bahwa Aditya sempat dua kali mengatakan kepada dua polisi berbeda di jembatan dan di polsek bahwa temannya, Afif, kemungkinan melompat dari jembatan.
Namun, kedua polisi tersebut mengabaikannya.
"Polisi yang mendapatkan laporan Aditya juga sudah kami periksa," katanya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)