TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang turis asal Denmark viral belakangan ini lantaran telah memperbaiki jembatan yang rusak di Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sulteng).
Turis yang baik hati tersebut bernama Kristian Hansen.
Namun kini kepala desa (Kades) Samabahari, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, bernama Gamis justru kecewa terhadap aksi yang dilakukan Kristian.
Dilansir TribunSumsel via akun Instagram @terang_media, Gamis kecewa karena Pemerintah desa setempat tak tahu aksi perbaikan jembatan tersebut.
"Youtuber ini sangat sangat mengecewakan karena tanpa sepengetahuan kami dari Pemerintah desa, dia melakukan sesuatu yang tidak kami ketahui," ungkapnya.
Gamis juga menyebut jika turis Denmark itu bukanlah memperbaiki jembatan secara sepenuhnya.
Ia menjelaskan bahwa jembatan yang diperbaiki adalah penghubung ke penginapan dan bukan jalan umum.
Baca: Bantah Pakai Dana Desa, Kades Bogor Wiwin Komalasari Buka Suara soal Gaya Hidup Hedon: Warisan
"Kemudian yang digantinya kemarin bukan hanya keseluruhan, tapi hanya sebuah papan atas, seharusnya jembatan itu masih layak pakai satu atau dua tahun yang akan datang, hanya kenapa diperbaiki, karena itu bukan jembatan umum, itu hanya penghubung ke rumah homestay keluarga," lanjutnya.
Diketahui, bule asal Denmark Kristian Hansen tengah berkunjung ke Kampung Sampela.
Di sanalah, Kristian melihat kondisi jembatan yang terapung tersebut tidak layak untuk dilewati warga.
Kemudian ia berinisiatif membantu warga memperbaiki jembatan yang sudah rusak.
Dana perbaikan jembatan itu diperoleh dari donasi warganet.
Dalam tiga hari, Kristian berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 75 juta.
Pada unggahan Instagram pribadinya, Kristian membagikan cerita tentang pembangunan jembatan tersebut.
Baca: Konflik Bu Kades di Bojonegoro vs Mbah Suyatno Usai Ayam Rp4,5 Juta Dicuri, Kini Tempuh Jalur Hukum
"Saat saya sampai pertama kali di perkampungan Sampela, Bajo, perhatian saya tertuju pada sebuah jembatan yang mengapung di antara perkampungan dalam kondisi rusak parah," kata Kristian.
Kristian bercerita, uang hasil donasi yang terkumpul dalam waktu tiga hari itu bisa membeli lebih dari 20 meter kubik kayu, 50 kilogram paku, dan sebuah gergaji mesin.
Ia pun merekam bagaimana warga di sana dengan senang bergotong royong untuk membangun ulang jembatan rusak tersebut.
"Tidak ada bayaran, tetapi mereka melakukannya untuk gotong royong," jelas Kristian.
Ia pun berterima kasih kepada para pengikutnya yang telah ikut berdonasi dan berkontribusi dalam pembangunan jembatan itu.
"Terima kasih kepada 300 lebih orang yang berdonasi dan membantu kami mewujudkan ini," tuturnya.
(Tribunnewswiki.com/Falza, TribunSumsel.com, Surya.co.id)
Baca lebih lengkap berita terkait lainnya di sini
| Kronologi Pencurian Laptop Milik Penumpang Bus Rosalia Indah, Begini Tanggapan Manajemen |
|
|---|
| Viral Siswa Diusir Ibu Tiri Gara-gara Lebih Pintar dari Anak Sendiri, Bapaknya Cuma Diam Saja |
|
|---|
| Viral Video 6 Menit 40 Detik Zahra Seafood Bakaran di TikTok, Warganet Masih Buru Linknya |
|
|---|
| Viral Baby Sitter di Surabaya Setahun Cekoki Balita Majikan Obat Penggemuk Agar Tak Repot Beri Makan |
|
|---|
| Mengenal Sosok Jhon LBF, Dari Main Burung hingga Jadi Pengusaha Kaya, Kasus dengan Karyawan Viral |
|
|---|