TRIBUNNEWSWIKI.COM – Berikut cara menyimpan daging kurban baik sapi ataupun kambing agar tahan lama di dalam kulkas.
Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan daging kurban dari hewan sapi atau kambing.
Pada momen ini, banyak orang yang mendapat daging sapi atau kambing untuk selanjutnya di masak.
Namun, jika daging sapi atau kambing masih tersisa dapat disimpan terlebih dahulu di dalam kulkas agar tidak cepat busuk.
Berikut Tribunnewswiki.com sajikan cara menyimpan daging kurban agar lebih awet dan tahan lama di dalam kulkas.
Cara Menyimpan Daging Kurban
Berikut cara menyimpan daging sapi dan kambing agar lebih awet serta tahan lama saat berada di dalam kulkas :
1. Segera masukkan ke dalam kulkas
Daging mentah, baik daging sapi maupun daging kambing sebaiknya tidak disimpan lebih dari dua jam dalam suhu ruangan.
Bahkan, jika suhu di luar lebih dari 32° C, kita harus segera memasukkan daging ke dalam kulkas paling lambat setelah satu jam.
Baca: Resep Masakan Tongseng Kambing yang Mudah dan Praktis, Cocok Disantap saat Idul Adha
Seperti yang telah diulas sebelumnya, suhu sangat memengaruhi pertumbuhan bakteri. Idealnya, jangan serta merta langsung menyimpan daging di freezer.
Masukkan dulu ke bagian chiller yang bersuhu sekitar 4° C. Tujuannya adalah agar daging tidak mengalami perubahan suhu yang drastis yang juga bisa merusak kualitasnya.
2. Hindari mencuci daging terlebih dahulu
Punya kebiasaan mencuci daging sebelum memasukannya ke kulkas? Sebaiknya kebiasaan tersebut dihentikan.
Daging yang telah dicuci mengandung banyak air dan menyimpan daging yang berair akan membuatnya mudah mengalami freezer burn.
Selain itu, bakteri tidak akan hilang dengan hanya dibersihkan dengan air. Bakteri hanya akan mati ketika dimasak dalam suhu tertentu.
Yang terjadi malah daging terkontaminasi bakteri lain dari tempat pencucian atau dari air itu sendiri. Kenyataannya, air mentah bisa jadi mengandung banyak bakteri.
3. Tuliskan waktu saat memperoleh daging
Saat memperoleh daging kurban, sebaiknya beri keterangan waktu agar daging bisa dipilih mana yang akan masak terlebih dahulu.
Hal ini karena daya tahan daging sapi dan kambing memiliki waktu yang berbeda. Usahakan pilah dan pilih daging yang mempunyai daya tahan lebih singkat.
Baca: 3 Resep Sate Kambing Lezat untuk Bakar-bakar Bareng Keluarga dan Teman saat Idul Adha
4. Bungkus daging dengan rapat
Cara kita membungkus daging sebelum masuk kulkas juga memegang peranan penting, khususnya untuk daging dengan kadar lemak yang tinggi.
Alasannya daging berlemak lebih mudah mengalami freezer burn, yaitu sebuah kondisi dimana permukaan daging diselimuti kristal es yang berasal dari molekul air yang menguap.
Freezer burn akan membuat daging mengeras dan kualitasnya berkurang. Daging yang mengalami kondisi ini masih dapat dikonsumsi, tapi kualitas rasanya sudah sangat berkurang.
Untuk mencegahnya, Anda bisa membungkus daging dengan bahan yang aman. Gunakan bahan yang tidak mudah rusak dalam suhu yang sangat rendah, juga tidak mengandung bahan kimia yang dapat meracuni makanan.
5. Perhatikan temperatur kulkas
Temperatur atau suhu kulkas memegang peranan paling penting dari sekian cara menyimpan daging sapi ataupun daging lainnya.
Atur suhu saat daging dimasukkan ke dalam kulkas dan pastikan suhu freezer di bawah -18° C. Selain itu, isi kulkas sebaiknya tidak boleh penuh ataupun terlalu kosong.
Jika terlalu penuh, sirkulasi udara tidak akan mengalir dengan baik. Tapi jika terlalu kosong, kulkas akan berusaha lebih keras untuk mendinginkan makanan sehingga menarik daya listrik yang besar.
(TRIBUNNEWSWIKI.com/Mikael Dafit)