Hotman Paris Sebut Sederet Kejanggalan Kasus Vina Cirebon, Terlalu Fokus Pegi hingga DPO Fiktif

Pengacara Hotman Paris Hutapea mengungkapkan beberapa kejanggalan dalam penyidikan kasus "Vina Cirebon".


zoom-inlihat foto
3-Bukti-yang-Buat-Polisi-Yakin-Tidak-Salah-Tangkap-Pegi-Setiawan-di-Kasus-Pembunuhan-Vina-Cirebon.jpg
Tangkap Layar Kompas TV
Pegi alias Perong, sosok yang diduga menjadi otak pembunuhan Vina di Cirebon, dihadirkan Polda Jawa Barat dalam konferensi pers, Minggu (26/5/2024).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengacara Hotman Paris Hutapea mengungkapkan beberapa kejanggalan dalam penyidikan kasus "Vina Cirebon".

Salah satunya adalah hanya berfokus pada Pegi Setiawan.

"Sekarang (penyidikan) terus difokuskan kepada Pegi, mungkin target penyidik yang penting ada satu orang yang divonis, biar masyarakat puas, ya," kata Hotman saat jumpa pers di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2024), dikutip dari Kompas.com.

Hotman mengatakan, kejanggalan kedua adalah saat dua DPO dianggap fiktif dan dihapus begitu saja oleh Polda Jawa Barat (Jabar).

Padahal, berdasarkan berkas persidangan, BAP, dan putusan sidang, 11 terpidana menyebutkan bahwa dua DPO tersebut tidak fiktif dan memiliki peran masing-masing.

"Tapi, di dalam BAP tahun 2024, yaitu sekitar dua minggu lalu, tiba-tiba tujuh terpidana menyatakan dua DPO fiktif," ucap Hotman.

Pengacara keluarga Vina dari tim Hotman 911, Putri Maya Rumanti menyoroti terkait dugaan keberadaan Panji sebagai pelaku ke 12 dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki yang terjadi di Cirebon tahun 2016 lalu.
Pengacara keluarga Vina dari tim Hotman 911, Putri Maya Rumanti menyoroti terkait dugaan keberadaan Panji sebagai pelaku ke 12 dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki yang terjadi di Cirebon tahun 2016 lalu. (Tribun Network/ Tribun Bengkulu)

Hotman mengatakan, dalam BAP di tahun 2016 dan 2017 dijelaskan secara jelas bagaimana peran dua DPO itu dalam menganiaya dan memerkosa Vina.

Hal itulah yang kemudian membuat Hotman bertanya-tanya mengapa BAP para terpidana mendadak berubah di tahun 2024.

"Ada apa ini? Ini nggak bisa lagi hanya dengan pro justitia, harus ada tim pencari fakta yang ditunjuk langsung oleh bapak presiden, kalau enggak ini kasus hanya diputus nanti Pegi bersalah atau tidak, kasusnya ditutup begitu saja," ucap Hotman.

Kejanggalan ketiga lainnya, yaitu ketika dirinya dituduh sudah kendur dalam menangani kasus Vina Cirebon.

Padahal, kata Hotman, dirinya sudah semaksimal mungkin demi membantu mengungkap kasus Vina agar bisa terbongkar secara terang benderang.

Salah satu upaya Hotman adalah meminta Pegi didampingi oleh pengacara kondang Otto Hasibuan dan Yusril Ihza.

Baca: Saksi Kasus Vina Cirebon Ngaku Sempat Tidur Bareng 5 Terpidana, Sebut Malam Itu Tidak Ada Pegi

Sebagai informasi, Vina Cirebon bersama kekasihnya yang bernama Muhammad Rizky Rudian (Eki), tewas dibunuh oleh komplotan geng motor pada 27 Agustus 2016.

Awalnya, Vina dan Eki diduga tewas akibat kecelakaan tunggal. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata keduanya terbukti dibunuh.

Tidak hanya dibunuh, Vina juga diperkosa secara bergantian oleh para tersangka.

Dalam kejadian itu, di tahun 2016 Polda Jabar menetapkan ada 11 tersangka.

Hanya saja, hanya delapan tersangka yang berhasil ditemukan keberadaannya dan ditangkap, sementara tiga tersangka lainnya menjadi DPO.

Delapan tahun berjalan, polisi masih belum bisa menemukan ketiga DPO tersebut.

Hingga akhirnya, kasus Vina kembali viral usai dibuat film di tahun 2024.

Polda Jabar akhirnya melakukan penyidikan atas kasus Vina dan berhasil menangkap Pegi Setiawan yang disebut sebagai satu dari ketiga DPO yang selama ini dicari.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved