TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus Vina Cirebon menguak fakta ditemukannya sperma di jasad Vina Cirebon di bagian kemaluannya.
Sepeti yang diketahui, hasil visum atas jasad Vina Cirebon bocor di publik.
Pada jasad Vina Cirebon ditemukan beberapa luka mulai dari kepala, wajah, tangan, perut, paha, hingga kaki.
Makam Vina Cirebon dibongkar dan dilakukan pemeriksaan terhadap jasad Vina Cirebon pada 13 September 2016.
Hasil pemeriksaan tersebut memperlihatkan tanda-tanda trauma tumpul pada kepala yang ditandai patah tulang atap tengkorak dan tulang rahang Bawah.
Ada juga trauma tumpul pada paha kanan dan tungkai bawah kanan yang ditandai luka terbuka pada tungkai bawah kanan.
Kemudian juga ditemukan patah tulang paha kanan dan patah tulang kering kanan yang dapat mengakibatkan perdarahan, yang secara bersama maupun masing-masing bisa mengakibatkan kematian.
Tak sampai di situ, ditemukan juga tanda-tanda trauma tajam berupa luka terbuka pada pipi kanan dan punggung tangan kiri Vina Cirebon.
Selanjutnya juga ditemukan adanya tanda-tanda trauma tumpul berupa luka lecet pada perut kiri dan paha kiri, serta warna kemerahan pada paha kanan Vina Cirebon.
Baca: 2 Sosok Misterius Datangi Rumah Vina Cirebon saat Syuting Film Vina: Sebelum 7 Hari, Pihak Pelaku ?
Dilakukan pemeriksaan apus lubang kemaluan dan anus dengan hasil ditemukan sperma pada sediaan apus lubang kemaluan.
Rupanya hasil visum dan putusan itu berbeda dengan rekaman suara diduga arwah Vina Cirebon.
Pada rekaman suara itu, Vina mengaku tangannya dipukul hingga patah.
"Dipukul tangan vina patah, bukan diseret pake motor, dipukul tangan Vina," kata suara wanita di rekaman yang viral.
Kemudian ditanya penyebab luka di kepalanya.
"Tadinya dibenturin ke motor, terus ke aspal," kata dia lagi.
Pada rekaman itu, Vina juga mengaku kalau dirinya dirudapaksa oleh para pelaku.
"Dede pingsan, bangun-bangun mata dede ditutup, dede lagi diperkosa," katanya.
Sebagai informasi, Vina Cirebon adalah gadis 16 tahun asal Kampung Samadikun, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Vina Cirebon ditemukan tewas bersama kekasihnya, Eki di jembatan flyover Majasem, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu 27 Agustus 2016.
Baca: Saka Tatal Ternyata Pelaku Pertama yang Ngaku dalam Kasus Vina Cirebon, Kini Akan Segera Bebas
Awalnya Vina Cirebon dan Eki diduga tewas karena kecelakaan tunggal.
Namun 6 hari setelah kejadian, Kapolres Cirebon yang saat itu dijabat AKBP Indra Jafar mengumumkan Vina dan Eko bukan tewas karena kecelakaan.
Vina Cirebon dan Eki dibunuh geng motor di Jalan Raya Talu, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
Polisi kemudian melakukan ekshumasi terhadap jasad Vina dan Eki.
Pada putusan Mahkamah Agung, dijabarkan apa saja yang dilakukan para pelaku terhadap Vina.
"Terpidana Rivaldi Aditya Wardana menyabetkan samurai mengenai kepala bagian belakang korban Vina," tulis putusan tersebut.
Kemudian pelaku lain bernama Andi menyabetkan pedang samurai di bagian kaki sebelah Vina sebanyak dua kali.
"Lalu dipukul dengan batu besar mengenai bagian kaki kanan korban Vina," tulisnya lagi.
Penyebab Vina Cirebon Dibunuh Geng Motor
Terjawab sudah penyebab Vina Cirebon dan pacarnya, Rizky Rudiana alias Eky dibunuh geng motor.
Ternyata Vina Cirebon dan Eky dibunuh bukan karena masalah cinta segitiga.
Penyebab Vina Cirebon dan Eky dibunuh tertuang dalam isi dakwaan terdakwa Rivaldi Aditya Wardana dan Eko Ramadhani.
Dalam isi dakwaan disebutkan bahwa masih ada tiga pelaku kasus Vina Cirebon yang belum ditangkap.
3 pelaku kasus Vina Cirebon yang buron adalah Andi, Dani dan Pegi alias Pegong alias Egi.
Nama Egi ini diperbincangkan warganet hingga viral di media sosial.
Egi disebut-sebut sebagai otak pelaku kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Baca: 3 Benda yang Tertinggal di Jasad Vina Cirebon, Arwahnya Rasuki Sahabat & Minta Tolong Untuk Dilepas
Narasi yang beredar menyebutkan Egi merupakan teman pasangan Vina, Eky.
Egi kemudian jatuh hati pada Vina Cirebon.
Namun begitu dalam isi dakwaan justru disebutkan bahwa yang memiliki masalah adalah Andi.
Melansir dari isi dakwaan, kasus Vina Cirebon terjadi mulai pukul 19.30 WIB di warung ibu Nining, Jalan Perjuangan RT 2/10, Desa Saladara, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu 27 Agustus 2016.
Pelaku kasus Vina Cirebon, Rivaldi, Eko, Hadi, Eka, Jaya, Supriyanto, Sudirman, Saka, Andi, Dani dan Egi nongkrong di tempat tersebut.
Mereka juga mengonsumsi alkohol yang dicampur obat terlarang.
Pukul 20.30 WIB, mereka pindah ke depan SMPN 11, Jalan Perjuangan Majasem, Kota Cirebon.
Di siniliah terkuak alasan geng motor tersebut membunuh Eky dan Vina Cirebon.
Pelaku Andi bercerita bahwa dia memiliki masalah dengan geng motor lain.
Ia pun meminta bantuan untuk mencari geng motor tersebut.
30 menit kemudian Eky dan Vina Cirebon melintas mengendarai motor Yamaha Xeon warna hijau.
Dilalahnya, Eky memakai jaket dengan logo geng motor yang sedang diincar Andi dan teman-temannya.
Sampai akhirnya mereka menimpuk Eky dan Vina menggunakan batu, namun tidak kena.
Setelah aksi kejar-kejaran, Eky dan Vina Cirebon tertangkap oleh geng motor tersebut.
Mereka dianiaya menggunakan tangan kosong, bambu sampe Eky meregang nyawa akibat tubuhnya dihunus menggunakan samurai.
Setelah Eky tak bernyawa, geng motor ini menganiaya Vina Cirebon.
Vina dipukul sampai pingsan.
Ia juga diperkosa secara bergilir.
Setelah melakukan tindakan keji tersebut, Eky dan Vina dibawa ke pinggir jalan agar terkesan sebagai korban kecelakaan.
Hasil penyelidikan, polisi kemudian menetapkan 11 orang sebagai tersangka.
7 orang divonis penjara seumur hidup, satu orang 8 tahun penjara dan 3 orang masih buron.
Dirkrimum Polda Jabar Kombes Surawan menekankan bahwa polisi belum menghentikan penyelidikan.
"Masih dilakukan penyelidikan," kata Surawan.
Kombes Surawan mengatakan polisi juga terus melakukan pengejaran terhadap Dani, Andi dan Egi.
"Kita terus lakukan pengejaran," katanya.
Baca: Cerita Lengkap Vina Cirebon Dibunuh Geng Motor dan Sempat Diperkosa Bergilir, Ada Kisah Versi Polisi
(TRIBUNNETWORK/TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa)
Baca berita terkait di sini