Golkar Minta Jatah 5 Menteri ke Prabowo, Gerindra Siap Beri Lebih: Kita Lihat Dukungan Waktu Pilpres

Partai Gerindra merespons permintaan Partai Golkar soal jatah menteri di dalam kabinet pimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kelak.


zoom-inlihat foto
Prabowo-Subianto-87463.jpg
Yasuyoshi CHIBA / AFP
Prabowo Subianto


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Partai Gerindra merespons permintaan Partai Golkar soal jatah menteri di dalam kabinet pimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kelak.

Diketahui, Partai Golkar meminta kepada Prabowo Subianto untuk memberikan jatah kursi menteri minimal 5 dari partai yang identik dengan warna kuning ini.

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad berujar, jatah kursi menteri di kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran didasari pada kinerja dan dukungan pada pelaksaan Pilpres 2024.

Dasco pun menegaskan, partai-partai yang bekerja maksimal bisa mendapat lebih dari lima.

"Kalau ada minta jatah menteri berapa pun, itu kita lihat dari kinerja dan dukungan pada waktu pilpres," kata Dasco saat dimintai konfirmasi, Senin (18/3/2024), dikutip dari Kompas.com.

"Nah, sehingga jangankan lima, kalau kita nilai kerjanya maksimal, mungkin bisa lebih, atau juga sebaliknya," sambungnya.

Baca: Sosok Kapolda yang Dijadikan Saksi TPN Ganjar-Mahfud di MK, Begini Kata Kapolri Listyo Sigit

Dasco mengatakan, terkait masalah kabinet, sudah dipastikan bahwa partai koalisi Prabowo-Gibran akan membicarakannya bersama-sama.

Namun demikian, dia mengingatkan bahwa Prabowo sebagai presiden terpilih juga akan memiliki pertimbangannya sendiri dalam memilih menteri-menterinya.

"Jadi apa pun itu nanti akan kita putuskan bersama, dan Pak Prabowo jika nanti sudah nanti ditetapkan sebagai presiden terpilih tentunya pertimbangan sendiri," imbuh Dasco.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menilai bahwa partainya berperan signifikan dalam pemenangan Prabowo-Gibran.

Airlangga mengeklaim sebanyak 80-90 persen pemilih Partai Golkar ikut memilih Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024.

"Ini tertinggi sepanjang sejarah. Jadi sejarah yang lalu, presiden dan wapres yang didukung yang bukan dari Golkar hanya didukung 53 persen dari pemilih Partai Golkar," kata Airlangga saat berbicara dalam acara Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi Bersama Partai Golkar se-Indonesia di Badung, Bali, Jumat (15/3/2024).

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved